Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Pertanian
Cegah Genangan Air dan Kelola Sampah Organik, Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Sribit Bikin Lubang Resapan Biopori
APERO FUBLIC I KLATEN.— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja multidisiplin bertema “Kolaborasi Multidisiplin dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Konservasi Lingkungan” di Balai Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Kamis (6/8/2026).
Program tersebut digagas oleh Elisabeth Simanullang, mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip angkatan 2023, melalui program kerja bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Organik melalui Pembuatan Lubang Resapan Biopori”. Kegiatan ini menyasar ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Sribit sebagai upaya bersama menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengatasi persoalan limbah organik rumah tangga.
Solusi Sederhana untuk Sampah Organik dan Genangan Air
Kegiatan ini berangkat dari kondisi lingkungan Desa Sribit yang masih menghadapi persoalan pengelolaan sampah organik rumah tangga serta minimnya area resapan air, khususnya saat musim hujan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan air sekaligus penumpukan sampah organik yang tidak dikelola secara maksimal.
Menjawab persoalan tersebut, Elisabeth mengenalkan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai solusi sederhana, murah, dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat di lingkungan rumah masing-masing.
Lubang resapan biopori ini memiliki dua manfaat sekaligus, yaitu sebagai media pengelolaan sampah organik dan sebagai lubang resapan air. Selain membantu mempercepat peresapan air ke dalam tanah dan mengurangi risiko genangan, sampah organik seperti sisa sayuran dan daun-daunan juga dapat diolah langsung menjadi kompos alami di dalam tanah.
Praktik Langsung Bersama Ibu PKK dan Warga
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep, manfaat, serta cara pembuatan Lubang Resapan Biopori. Elisabeth menjelaskan tahapan pembuatan biopori mulai dari pemilihan titik lubang, teknik pengeboran tanah, hingga cara memasukkan sampah organik agar proses penguraian dapat berjalan optimal.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan Lubang Resapan Biopori yang melibatkan partisipasi aktif ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Sribit. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi praktik pengeboran lubang dan simulasi pemasukan sampah organik ke dalam biopori.
Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai perawatan lubang biopori pascapembuatan, termasuk jadwal pengisian sampah organik secara berkala, agar fungsi biopori sebagai media resapan air dan pengomposan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Wujud Nyata Kolaborasi Multidisiplin untuk Konservasi Lingkungan
Program pembuatan Lubang Resapan Biopori ini menjadi salah satu wujud nyata dari tema besar multidisiplin yang diusung, yaitu kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk konservasi lingkungan. Melalui pendekatan yang aplikatif dan melibatkan langsung masyarakat, program ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dari lingkup rumah tangga.
Pihak desa dan warga yang hadir menyambut baik pelaksanaan program ini. Kegiatan dinilai memberikan manfaat langsung dan solusi konkret atas persoalan lingkungan yang selama ini dihadapi masyarakat setempat.
Melalui program kerja ini, Elisabeth berharap masyarakat Desa Sribit dapat terus menerapkan dan mengembangkan pembuatan Lubang Resapan Biopori secara mandiri di lingkungan masing-masing, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, minim genangan air, serta pengelolaan sampah organik yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Oleh: Tim KKN Desa Sribit
Peliputan: Elisabeth Simanullang
Editor. Tim Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari rangkaian publikasi Program Kerja Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tahun 2026 di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment