Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa KKN Undip Dorong Konservasi Lingkungan Lewat Analisis Kelayakan Usaha Pupuk Kompos di BUMDes Sribit
APERO FUBLIC I KLATEN.— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang tergabung dalam program Multidisiplin 2 dengan tema "Kolaborasi Multidisiplin dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Konservasi Lingkungan" melaksanakan salah satu program kerja unggulannya di BUMDes Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten (11/08/2026).
Program kerja tersebut berupa "Analisis Kelayakan Usaha Pupuk Kompos dari Kotoran Ayam" yang digagas oleh Muhammad Alief Dwiano, mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro angkatan 2023.
Program ini hadir sebagai respons atas potensi limbah kotoran ayam dari unit usaha peternakan yang dikelola BUMDes Sribit, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Jika dibiarkan menumpuk begitu saja, kotoran ayam berpotensi mencemari lingkungan sekitar kandang, menimbulkan bau tidak sedap, serta menjadi sumber penyakit bagi warga maupun ternak.
Melihat persoalan tersebut, Aliefmenginisiasi kajian kelayakan usaha untuk mengubah limbah tersebut menjadi produk pupuk kompos organik yang memiliki nilai jual, sekaligus mendukung upaya konservasi lingkungan di tingkat desa.
"Kotoran ayam yang menumpuk itu sebenarnya bukan cuma masalah lingkungan, tapi juga peluang ekonomi yang belum digarap. Makanya saya coba susun analisis kelayakan usahanya, supaya pengurus BUMDes punya gambaran jelas soal potensi bisnis pupuk kompos ini," ujar Alief.
Dengan memanfaatkan latar belakang keilmuan akuntansi, Aliefmenyusun laporan analisis kelayakan usaha yang mencakup proyeksi anggaran biaya bahan baku, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), estimasi harga jual, hingga proyeksi keuntungan usaha.
Laporan tersebut disusun dengan skema produksi berbasis batch 100 kilogram kotoran ayam yang diambil langsung dari kandang peternakan milik BUMDes, sehingga bahan baku utama dapat diperoleh tanpa biaya tambahan.
Perhitungan biaya turut mempertimbangkan kebutuhan bahan pendukung seperti limbah pertanian (sekam maupun jerami) serta kemasan produk, dengan mengacu pada referensi harga pasar di wilayah Jawa Tengah agar hasil analisis lebih realistis dan aplikatif.
Selain laporan analisis kelayakan usaha, output dari program kerja ini juga berupa template perhitungan biaya dan HPP yang dirancang agar mudah digunakan secara mandiri oleh pengurus BUMDes ke depannya. Template ini diharapkan dapat menjadi alat bantu praktis bagi pengurus dalam menghitung ulang biaya produksi apabila terjadi perubahan skala usaha maupun fluktuasi harga bahan baku di kemudian hari.
Sasaran utama program kerja ini adalah pengurus BUMDes Sribit, yang diharapkan dapat memanfaatkan hasil analisis sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum merealisasikan usaha pupuk kompos secara berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip berupaya menunjukkan bahwa pendekatan kolaborasi multidisiplin, di mana ilmu ekonomi dan akuntansi dipadukan dengan isu konservasi lingkungan, dapat menghasilkan solusi yang aplikatifbagi pemberdayaan masyarakat desa.
Program kerja Analisis Kelayakan Usaha Pupuk Kompos dari Kotoran Ayam ini menjadi salah satu bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN Undip dalam mendorong kemandirian ekonomi desa yang berjalan selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat Desa Sribit.
Oleh: Tim KKN Desa Sribit
Peliputan: Muhammad Alief Dwiano
Editor. Tim Redaksi
Bio: Muhammad Alief Dwiano — Akuntansi, FEB Universitas Diponegoro 2023 Editor:
Tim Publikasi KKN Undip Desa Sribit
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment