Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Atasi Sampah dan Bonggol Jagung, LP2M Tinjau Program Unggulan KKN Posko 202 UIN Walisongo
APERO FUBLIC I KENDAL.– Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke Posko 202 KKN MIT ke-22 di Dusun Duren, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Selasa (11/8/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau ulang proposal serta kesiapan alat dan bahan pelaksanaan program unggulan pengolahan limbah.
Dalam peninjauan tersebut, tiga perwakilan LP2M UIN Walisongo yang terdiri dari Muhammad Najieb Sholih, M.Ars., Ina Frahmawati, A.Md., dan Abrori Shobarnas, M.H., mengecek secara mendalam kesiapan teknis peralatan yang akan digunakan dalam skema pengolahan sampah. Peralatan yang ditinjau meliputi ketersediaan drum tong oli, mesin pencacah, alat pencetak briket, hingga struktur badan insinerator utama.
Perwakilan LP2M UIN Walisongo, Muhammad Najieb Sholih, M.Ars., mengapresiasi tinggi inovasi yang digagas oleh mahasiswa KKN Posko 202. Ide ini dinilai sangat strategis karena melimpahnya limbah pertanian berupa bonggol jagung di Desa Jatirejo yang selama ini belum terolah secara maksimal, di samping permasalahan penumpukan sampah rumah tangga yang masih menjadi isu serius warga.
Kepala Dusun Duren, Romli Mubarok, menjelaskan bahwa minimnya fasilitas pengolahan dan belum tersedianya Bank Sampah membuat sebagian warga terpaksa membuang sampah di tempat sembarangan seperti kebun, sungai, hingga selokan. Kondisi ini diperparah oleh belum turunnya surat perizinan armada dan TPA dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal yang telah ditunggu selama hampir satu tahun.
"Sebenarnya gagasan awal mengolah bonggol jagung menjadi briket biomassa ini berawal dari keinginan kami di tingkat dusun. Namun, rencana tersebut selama ini terkendala akibat ketiadaan alat pencacah. Kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu meretas jalan keluar," ujar Romli.
Merespons kondisi tersebut, perwakilan mahasiswa KKN Posko 202 UIN Walisongo, Farid Rafiftito selaku Koordinator Divisi Kesehatan Lingkungan, menegaskan komitmen kelompoknya untuk mengeksekusi solusi ganda yang mampu menyelesaikan dua permasalahan lingkungan sekaligus.
"Melalui integrasi mesin insinerator dan pengolahan briket biomassa, kami berikhtiar menyelesaikan dua persoalan utama warga Jatirejo secara bersamaan, yakni menuntaskan timbunan sampah rumah tangga dan mengolah limbah bonggol jagung menjadi komoditas energi alternatif yang bernilai ekonomi," tegas Farid.
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan peninjauan lapangan secara langsung oleh tim LP2M ke lokasi pembuangan sampah dan titik penumpukan bonggol jagung warga. Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran konkret atas urgensi pelaksanaan program unggulan tersebut bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi warga Desa Jatirejo.
Oleh: KKN Posko 202
Mahasiswa Tim Publikasi KKN UIN Walisongo Posko 202 Desa JatirejoSy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment