Feature
JATENG
Kampus
Kendal
Mahasiswa
Pendidikan
Psikologi
Lewat Program SAHABAT, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Edukasi Anak-Anak Desa Jatirejo Cegah Bullying dan Bijak Berdigital
APERO FUBLIC I KENDAL.– Guna membangun karakter anak serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya sikap anti-perundungan (anti-bullying) dan bijak berdigital, mahasiswa KKN UIN Walisongo menggelar kegiatan SAHABAT (Sosialisasi Anak Hebat: Anti Bullying dan Aman Teknologi) di SDN 2 Jatirejo, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh 60 siswa kelas 5 dan 6, dan jajaran guru setempat.
Kegiatan ini hadir sebagai respons atas maraknya isu perundungan, baik yang diucapkan secara langsung maupun melalui media sosial pada anak-anak usia sekolah. Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, mahasiswa mengemas acara ini secara interaktif melalui kombinasi materi edukasi, sesi bernyanyi bersama, hingga metode refleksi emosional (Butterfly Hug).
Dalam sesi edukasi, para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan dan panduan bijak berteknologi. Suasana semakin cair saat mahasiswa mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama guna membangun keterikatan dan semangat kebersamaan.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menghadirkan sesi self check melalui tanya jawab interaktif sebagai ruang aman bagi siswa untuk mengenali perasaan mereka.
Suasana berubah haru ketika sesi refleksi emosional dimulai, di mana para siswa diajak melakukan gerakan Butterfly Hug (pelukan mandiri) diiringi alunan puisi dan nyanyian penuh makna. Sesi ini menjadi momen bagi siswa untuk menenangkan diri, menghargai diri sendiri, serta memaafkan pengalaman tak menyenangkan yang pernah dialami.
Penanggung Jawab Program Kerja Nusqia Firdaus Za’qrie selaku Divisi Pendidikan Agama KKN UIN Walisongo mengatakan bahwa pendekatan emosional ini sengaja ditujukan bagi siswa kelas 5 dan 6 agar materi dapat meresap hingga ke hati.
“Edukasi mengenai bullying dan kesadaran digital tidak cukup hanya dengan ceramah satu arah. Melalui bernyanyi dan metode Butterfly Hug ini, kami ingin memberikan ruang aman agar adik-adik kelas 5 dan 6 merasa dihargai, berani bersuara, serta saling menyayangi teman di sekolah,” ujarnya.
Sikap inisiatif mahasiswa KKN ini mendapat apresiasi hangat dari pihak sekolah. Perwakilan guru SDN 2 Jatirejo, Nika Asrofah, menilai sosialisasi tersebut sangat membantu sekolah dalam mengencangkan Gerakan Anti Bullying. Menurutnya, tindakan bullying yang dibiarkan tanpa edukasi dapat berdampak fatal, baik berupa cedera fisik maupun gangguan mental jangka panjang bagi anak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN Walisongo. Kegiatan ini sangat berkesan bagi anak-anak kami di kelas 5 dan 6. Metode refleksi dan Butterfly Hug tadi tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melatih kepedulian dan kesehatan emosional para siswa,” ujar Nika Asrofah.
Selama kegiatan berlangsung, sebanyak 60 siswa dan para guru mengikuti setiap tahapan dengan antusias dan khidmat. Rasa haru dan kehangatan yang terjalin antara mahasiswa, jajaran guru, dan peserta didik membuat pesan anti-perundungan dan bijak berteknologi tersampaikan dengan sangat kuat.
Melalui program SAHABAT ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, ramah anak, serta bebas dari perundungan dan kecanduan gawai.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara mahasiswa, guru, dan seluruh siswa untuk saling merangkul, menghormati, serta membangun budaya sekolah yang bersahabat.
Oleh: KKN Posko 202
Tim Publikasi KKN UIN Walisongo Posko 202 Desa Jatirejo.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment