Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
PKM
Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura Sulap Daun Kelor Jadi Es Loli, Sekali Coba Anak-anak Posyandu Trebung Minta Lagi
APERO FUBLIC I BANGKALAN.– Suasana Posyandu Trebung pada Sabtu (8/8) terlihat cukup ramai. Di tengah kegiatan, anak-anak tampak antusias ketika Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Trunojoyo Madura memperkenalkan Es Mori, es loli berbahan dasar daun kelor yang dikembangkan sebagai camilan untuk balita (08/08/2026).
Kehadiran Es Mori langsung menarik perhatian beberapa anak. Ada yang penasaran melihat bentuk es loli yang lucu, ada juga yang langsung ingin mencoba ketika melihat anak lainnya sedang menikmati Es Mori.
Setelah mencicipinya, anak-anak terlihat menikmati es loli tersebut. Beberapa di antaranya bahkan meminta lagi setelah es lolinya habis. Suasana pun semakin ramai dengan anak-anak yang penasaran dan ingin mencoba Es Mori.
“Awalnya anak saya cuma lihat punya temannya, terus ikut minta. Pas dicoba ternyata suka, katanya enak dan mau lagi. Saya sendiri juga awalnya penasaran, soalnya biasanya kalau ada kelornya anak belum tentu mau. Tapi karena dibuat seperti es begini, dia malah tertarik dan mau coba,” ujar salah seorang ibu yang mendampingi anaknya di Posyandu Trebung.
Bagi anak-anak, Es Mori mungkin terlihat seperti es loli pada umumnya. Namun, di balik bentuk dan rasanya, produk ini menggunakan daun kelor sebagai salah satu bahan utamanya. Tim PKM-K mengolah daun kelor menjadi es loli agar bahan pangan lokal tersebut bisa hadir dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah diterima oleh anak-anak.
Respons dari orang tua pun cukup beragam. Selain melihat anak-anak menikmati Es Mori, beberapa orang tua juga terlihat penasaran dengan bahan yang digunakan dan bagaimana daun kelor dapat diolah menjadi es loli.
Salah satu anggota Tim PKM-K Es Mori, Qurrotul Uyun, mengaku senang melihat respons anak-anak saat tim berkunjung ke Posyandu Trebung.
“Senang banget lihat anak-anak di sini ternyata antusias. Ada yang awalnya cuma penasaran sama bentuknya, tapi setelah dicoba malah suka dan minta lagi. Itu yang bikin kami makin semangat buat terus mengenalkan Es Mori ke anak-anak,” ujarnya.
Kunjungan ke Posyandu Trebung menjadi pengalaman baru bagi tim dalam memperkenalkan Es Mori secara langsung kepada masyarakat. Sebelumnya, tim juga telah melakukan kegiatan pengenalan produk di beberapa Posyandu dan TK di Daerah Bangkalan.
Melalui kegiatan tersebut, tim bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak sekaligus mendengarkan tanggapan dari para orang tua. Respons yang diberikan juga menjadi masukan bagi tim dalam mengembangkan Es Mori agar semakin menarik dan mudah diterima oleh anak-anak.
Es Mori merupakan bagian dari program PKM-K Universitas Trunojoyo Madura yang mengembangkan inovasi pangan berbahan dasar daun kelor. Produk ini dirancang sebagai camilan untuk balita dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Posyandu juga menjadi salah satu sasaran pengenalan dan distribusi produk kepada balita dan orang tua dalam pelaksanaan program.
Antusiasme anak-anak di Posyandu Trebung menjadi salah satu hal yang berkesan bagi tim. Anak-anak yang awalnya hanya penasaran dengan bentuk Es Mori ternyata mau mencobanya, menikmati rasanya, bahkan meminta lagi setelah es lolinya habis.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM-K Es Mori berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal olahan daun kelor dalam bentuk yang berbeda. Es Mori tidak hanya menjadi cara untuk memperkenalkan bahan pangan lokal, tetapi juga menghadirkan camilan yang dikemas dengan bentuk menarik sehingga dapat lebih mudah menarik perhatian anak-anak.
Oleh: MoriGizi Team
- Nawfal Faiz Abyaz
- Alifah
- Muhammad Hendrik Alfiyan
- Qurrotul Uyun
- Helda Ayu Alifia Agustin
Mahasiswa PKM-K Universitas Trunojoyo.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment