Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN Brongkol 01
APERO FUBLIC I SEMARANG.– Tim Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiator Terpadu (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 53 menggelar sosialisasi anti-bullying bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 di SDN Brongkol 01, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan tim KKN untuk menanamkan nilai empati dan mencegah tindak kekerasan antar-siswa sejak usia dini.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menggunakan metode ceramah interaktif yang dipadukan dengan roleplay atau bermain peran, sehingga siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan langsung situasi-situasi terkait bullying dan cara meresponsnya. Pendekatan ini dipilih agar pesan anti-perundungan lebih mudah dipahami oleh anak-anak kelas rendah.
Guru Kelas 1 SDN Brongkol 01, [ibu Suryati], mengungkapkan bahwa kasus perundungan di kelasnya kerap terjadi dalam bentuk fisik maupun verbal, termasuk saling mengejek dengan menyebut nama orang tua siswa lain.
“Dulu waktu masih memegang kelas satu, ejek-ejekan itu sering terjadi, bahkan sampai menyebut-nyebut nama orang tua. Ada anak yang sampai menangis karena diejek soal ayahnya yang kerja jauh. Setiap ada laporan, saya selalu tanya dulu akar masalahnya sebelum menindak,” ujar [ibu Suryati].
Senada dengan itu, Guru Kelas 2 SDN Brongkol 01, [ibu Triyasti], menilai sosialisasi semacam ini penting dilakukan sejak dini mengingat pengaruh gawai dan konten negatif yang semakin mudah diakses anak-anak, terutama saat berada di rumah tanpa pengawasan orang tua.
“Sekarang di kelas dua, kasus ejek-ejekan sudah jauh berkurang dibanding dulu. Lewat kegiatan seperti pohon cerita, anak-anak juga jadi lebih terbuka bercerita soal masalah di rumah maupun di sekolah. Sosialisasi seperti ini penting sekali diberikan sejak usia dini, apalagi sekarang banyak anak yang terlalu banyak terpapar gawai,” jelas [ibu Triyasti].
Koordinator Posko 53 KKN MIT 22 UIN Walisongo, Indra Wijaya menjelaskan bahwa program ini digagas sebagai upaya jangka panjang menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas kekerasan, sekaligus menumbuhkan rasa empati antar-peserta didik sejak duduk di bangku kelas rendah.
Melalui sosialisasi ini, tim KKN berharap siswa SDN Brongkol 01 dapat lebih memahami dampak buruk perundungan, berani melapor jika mengalami atau menyaksikan kekerasan, serta tumbuh menjadi pribadi yang saling menghargai satu sama lain.
Oleh: Posko 53
Mahasiswa Tim Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Inisiator Terpadu (KKN MIT) ke-22 UIN Walisongo Semarang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment