Cerita Kita
Cerpen
Sastra Kita
Antara Cinta dan Etika
APERO FUBLIC I Di sekolah menengah atas, terdapat rahma siswi kelas 12 yang di kenal cerdas dan pendiam. Rahma ini menjalin hubungan selama 7 tahun dengan indra yang merupakan seangkatan nya, keduanya terlihat serasi ketika bersama, namun pada akhirnya hubungan mereka harus berakhir karena kesibukannya.
Tidak lama setelah putus, indra mulai sering berinteraksi dengan nadya yang merupakan adik kelas pas smp dan rahma pun kenal dengan nadya.
Beberapa bulan seletah berpisahnya indra dengan rahma, kabar mulai tersebar bahwa indra dan nadya resmi berpacaran. Bagi orang lain mungkin ini hal biasa, tetapi berbeda dengan Rahma yang menganggapnya ini hal yang rumit.
Ia tidak lagi mencintai Indra seperti dulu, namun ada rasa tidak nyaman yang muncul di hati rahma. Di satu sisi, ia mengerti bahwa Indra bebas menentukan pilihannya, dan Nadya juga tidak bersalah apa-apa.
Di sisi lain, ada rasa canggung yang sulit dihilangkan, mengingat Nadya adalah adik kelasnya sendiri, dan perasaan melihat orang yang pernah menjadi bagian hidupnya kini dekat dengan seseorang yang berada dalam lingkaran yang sama dengannya.
Beberapa hari kemudian...
Keadaan menjadi semakin terasa saat mereka bertemu di jalan. Jika rahma berpapasan dengan Indra dan Nadya yang sedang berjalan berdua, ia selalu berusaha menunduk atau berjalan cepat agar tidak terlibat percakapan yang canggung.
Nadya pun merasakan hal yang sama. Ia sadar akan posisinya, dan sering kali merasa ragu.
Apakah ia salah menerima perasaan Indra? Apakah ini melanggar batas pertemanan meskipun ia dan rahma tidak dekat? Ia takut dianggap merebut atau tidak menghargai perasaan rahma, padahal perasaannya pada Indra tumbuh dengan sendirinya.
Indra juga menyadari ketegangan itu. Ia merasa bersalah karena menimbulkan suasana yang tidak nyaman, namun ia juga tidak ingin menyakiti Nadya atau kembali pada masa lalu yang sudah selesai. Ketiganya terjebak dalam situasi yang membingungkan, di mana perasaan pribadi berbenturan dengan rasa hormat dan etika yang seharusnya dijaga.
Satu bulan kemudian...
Melihat situasi yang semakin canggung, Indra akhirnya memutuskan untuk bertindak. Ia mendatangi rahma tanpa melibatkan orang lain agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“rahma, aku datang ke sini bukan untuk mengganggu atau meminta apa-apa. Aku hanya ingin membicarakan semuanya dengan baik-baik,” ujar Indra dengan nada sopan dan tulus.
“Aku sadar hubungan kita sudah berakhir, dan aku juga sudah menjalin hubungan dengan Nadya. Tapi aku tidak ingin keadaan ini membuat jarak atau merusak hubungan baik antara kamu dan dia sebagai orang yang kenal. Kamu berhak merasa apa pun, tapi aku harap kita semua bisa saling memahami agar tidak ada yang tersinggung atau menjauh tanpa alasan.”
Rahma mendengarkan dengan tenang, lalu menjawab dengan kepala yang lebih jernih.
“Aku mengerti, Indra. Aku juga tidak ingin terus merasa canggung. Hubungan kita memang sudah selesai, dan itu menjadi masa lalu. Nadya tidak bersalah, dan kamu juga bebas memilih siapa yang ingin kamu dekati. Aku berjanji tidak akan membiarkan perasaan ini merusak sikapku padanya. Kita tetap bisa menjaga etika dan hubungan baik seperti sedia kala.”
Setelah itu, Indra juga menyampaikan hal yang sama kepada Nadya, menenangkannya agar tidak merasa bersalah atau takut bertemu rahma. Sejak saat itu, suasana perlahan membaik. Rahma dan Nadya tetap bersikap sopan dan saling menghormati, Indra pun menjalin hubungannya dengan Nadya secara wajar dan tidak berlebihan di depan umum.
Mereka akhirnya menyadari bahwa meskipun perasaan bisa datang kapan saja, cara menyelesaikannya dengan kepala dingin dan niat baik adalah kunci agar tidak merusak hubungan orang lain.
Oleh: Aleta Nur Febriana
Editor. Tim Redaksi
__________________________
BIODATA DIRI
Aleta Nur Febriana, lahir di Purbalingga, 25 Februari 2008. Saat ini sedang menjalankan studi S-1 di program studi Pendidikan Agama Islam, UIN Saizu. Selain belajar, juga sedang menikmati hobi jogging dan menulis di waktu luangnya.
Alamat desa Munjul, kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Narahubung: melalui sosial media di Instagram @anfebriana25 atau email febrianaaletanur@gmail.com.
Sy. Apero Fublic
Via
Cerita Kita

Post a Comment