Kampus
Mahasiswi
Opini
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan
APERO FUBLIC I OPINI.- Perkembangan Teknologi yang sangat berkembang saat ini banyak mempengaruhi berbagai aspek dalam kehiduoan, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu teknologi yang berkembang pesat yaitu kecerdasaan buatan, yang mana teknologi tersebut tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar.
Terdapat berbagai dampak yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi yang sangat pesat ini yaitu kemudahan yang didapatkan oleh manusia dari adanya kecerdasaan buatan tersebut.
Penelitian mengambil topik permasalahan tentang apakah rasa ketergantungan peserta didik terhadap kecerdasan buatan dapat menjadikan peserta didik untuk sulit memecahkan masalah sendiri.
Pendidikan merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam pembangunan suatu negara. Dengan hadirnya kecerdasan buatan, pendidikan dapat mengalami perubahan revolusioner dalam hal penyampaian materi, evaluasi, dan penggembangan kurikulum.
Salah satu dampak utama kecerdasaan buatan bagi pendidikan adalah adanya personalisasi pembelajaran. Dengan memanfaatkan AI, pendidik dapat merancang pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan individual setiap siswa.
Pemanfaatan kecerdasaan buataan juga dapat meningkatkan aksebilitas pendidikan. AI dapat digunakan untuk memberikan pendidikan jarak jauh (e learning ) dengan kualitas yang lebih baik dan memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas.
Pendekatan AI dalam pendidikan juga dapat membantu dalam mendekteksi dan mencegah plagiat. AI dapat memeriksa kemiripan karya siswa dengan sumber-sumber lain yang tersedia secara online. Namun, meskipun kecerdasan buatan memiliki potensi besar, tantangan juga muncul dalam penerapannya. Salah satu tantangan utama adalah privasi dan keamanan data siswa.
Konsep dasar Kecerdasan Buatan
Menurut saya Kecerdasaan buatan (Artifical Inteleliegence / AI ) adalah bidang dtudi yang mencakup penggembangan komputer dan sistem yang mampu meniru dan melakukan tugas-tugas yang membutuhkan kecerdasaan manusia, sepertin pengenalan wajah, bahasa alami, pengambilan keputusan, dan pembelajaran.
AI mencakup berbagai teknik seperti Machine learning, deep learning, dan neural networks. Perkembangan sejarah kecerdasan buatan dimulai sejak tahun 1950-an ketika ilmuwan seperti Alan Turing dan Jhon Mc Carthy memperkenalkan gagasan tentang mesin cerdas dan kecerdasan buatan. Seiring berjalannya waktu, terjadi kemajuan signifikasikan dalam komputasi dan algoritma, yang memungkinkan pengembangan sistem AI yang lebih canggih dan Efektif.
Selain itu, AI juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Mahasiswa dapat menggunakan AI untuk memahami konsep yang sulit, mencari refrensi, atau memperoleh contoh-contoh yang relevan dengan materi yang sedang di pelajari. Dalam kondisi tertentu, AI dapat berperan sebagai alat pendukung belajar yang membantu meningkatkan pemahaman peserta didik.
Personalisasi pembelajaran, kecerdasan buatan memungkinkan personalisasi pembelajaran dengan mengumpulkan dan menganalisi data tentang preferensi, kebutuhan, dan kecendrungan belajar individu siswa.
Maka dari itu seorang guru/dosen harus senantiasa beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin canggih guna meningkatkan jiwa profesional, agar peserta didik dapat menjadi lebih baik dengan pembelajaran inofatif serta adaptif yang diciptakan oleh guru/ dosen yang profesional.Pembelajaran adaptif dengan kecerdasan buatan, sistem pembelajaran dapat beradaptasi secara otomatis dengan memantau dan menganasisi kerja siswa
Kecerdasaan buatan atau yang disebut AI merupakan suatu sistem cerdas yang mampu meniru kecerdasan manusia. Sistem ini dapat hadir dalam bentuk perangkat lunak dan bisa terintergrasi dalam perangkat keras. Kecersasan buatan memiliki kemampuan seperti mengelola data dan sebagainnya.
Di Indonesia, AI telah terbukti mampu mengotomatisasi tugas-tugas tertentu. Hal ini menimbulkan ketakutan bahwasannya kehadiran AI mampu mengancamkeberadaan para pekerja indonesia. Di lihat dari sisi positifnya, kehadiran AI dapat membantu meringankan pekerjaan manusia dan meningkatkan efektifitas dalam proses kerja.
Penerapan AL dalam ruang kerja di indonesia mampu membantu para pekerja dalam menyelesaikan berbagai tugas. Dengan buatan AI penyelesaian pekerjaanmenjadi lebih cepat dan hasilnya juga menjadi lebih maksimal.
Saat ini, pengaruh dari penerapan AI di indonesia belum terlalu besar, mengingat bahwa pengembangannya masih rendah dan jangkauan penerapannya juga belum terlalu luas. Ada banyak jenis pekerjaan diindonesia yang sepenuhnya masih mengandalkan tenaga manusia.
Penulis : Mariani Suciati Danggur
Mahasiswi Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Fakultas FKIP, Prodi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment