Bahasa
Ilmu Kesastraan
Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Ketika Bahasa Indonesia Mulai Diabaikan di Negerinya Sendiri
APERO FUBLIC I OPINI.- Bahasa Indonesia merupakan salah satu simbol identitas bangsa yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Keberadaan bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai pemersatu berbagai suku, budaya, dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui bahasa Indonesia, masyarakat dapat menjalin hubungan sosial, menyampaikan gagasan, dan membangun rasa kebangsaan yang kuat. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga persatuan bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
Perkembangan zaman yang semakin pesat membawa berbagai perubahan dalam pola komunikasi masyarakat. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuat masyarakat lebih mudah berinteraksi dengan berbagai budaya dari berbagai negara. Kehadiran media sosial, platform digital, dan berbagai bentuk komunikasi modern turut memengaruhi cara masyarakat menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh tersebut membawa dampak positif berupa bertambahnya wawasan dan kemampuan berbahasa asing. Namun, di sisi lain, muncul kecenderungan penggunaan bahasa asing yang berlebihan sehingga mengurangi perhatian terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Fenomena tersebut dapat ditemukan dalam berbagai lingkungan kehidupan masyarakat. Penggunaan istilah-istilah asing sering kali lebih dipilih dibandingkan padanan kata dalam bahasa Indonesia. Tidak sedikit pelaku usaha yang menggunakan nama toko, produk, maupun layanan dengan bahasa asing karena dianggap lebih modern dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Keadaan serupa juga terlihat pada media sosial, tempat banyak pengguna mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing dalam hampir setiap unggahan yang mereka buat. Kebiasaan tersebut lambat laun membentuk anggapan bahwa bahasa asing lebih menarik dan lebih bergengsi dibandingkan bahasa Indonesia.
Pandangan semacam itu patut menjadi perhatian bersama. Bahasa Indonesia telah berkembang menjadi bahasa yang mampu digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, pemerintahan, ilmu pengetahuan, hingga teknologi. Kemampuan bahasa Indonesia untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman menunjukkan bahwa bahasa ini memiliki daya hidup yang kuat.
Anggapan bahwa bahasa Indonesia kurang modern atau kurang mampu mengikuti perkembangan dunia merupakan pandangan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Berbagai istilah baru terus dikembangkan agar bahasa Indonesia tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Peran lembaga pendidikan dalam pembinaan bahasa Indonesia menjadi sangat penting dalam menghadapi kondisi tersebut. Sekolah tidak hanya bertugas mengajarkan aturan kebahasaan, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap penggunaan bahasa Indonesia.
Pembelajaran bahasa Indonesia seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek teori, melainkan juga mendorong peserta didik untuk menggunakan bahasa Indonesia secara baik dalam berbagai situasi. Sikap positif terhadap bahasa Indonesia perlu dibangun sejak usia dini agar peserta didik memiliki kesadaran bahwa penggunaan bahasa yang baik merupakan bagian dari karakter dan identitas bangsa.
Pemerintah juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. Berbagai program kebahasaan yang dilaksanakan oleh lembaga terkait perlu mendapatkan dukungan yang berkelanjutan.
Pengawasan terhadap penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, penyusunan pedoman kebahasaan, serta penyelenggaraan kegiatan yang meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia merupakan langkah yang perlu terus diperkuat. Keberhasilan pembinaan bahasa tidak hanya ditentukan oleh keberadaan aturan, tetapi juga oleh konsistensi dalam pelaksanaannya.
Masyarakat sebagai pengguna bahasa memiliki peran yang tidak kalah penting. Kesadaran untuk menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar harus tumbuh dari diri setiap individu. Penggunaan bahasa asing tentu bukan sesuatu yang salah karena penguasaan bahasa asing dapat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi global.
Namun, penggunaan bahasa asing sebaiknya dilakukan secara proporsional tanpa mengurangi penghargaan terhadap bahasa Indonesia. Kemampuan menguasai bahasa asing akan lebih bernilai apabila diiringi dengan kebanggaan terhadap bahasa nasional sendiri.
Media massa dan media digital juga memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan berbahasa masyarakat. Konten yang dipublikasikan setiap hari menjadi sumber pembelajaran tidak langsung bagi masyarakat, terutama generasi muda. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dalam media dapat membantu meningkatkan kualitas berbahasa masyarakat.
Sebaliknya, penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah secara terus-menerus dapat memengaruhi cara masyarakat berkomunikasi dan menulis. Tanggung jawab penggunaan bahasa yang baik di ruang digital menjadi semakin penting karena informasi dapat menyebar dengan sangat cepat dan menjangkau banyak orang.
Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau lembaga pendidikan. Seluruh elemen masyarakat perlu bekerja sama dalam menjaga keberadaan dan martabat bahasa Indonesia.
Kesadaran untuk menghargai bahasa Indonesia harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun ruang digital. Bahasa Indonesia merupakan warisan sekaligus identitas bangsa yang harus dijaga keberlangsungannya.
Ketika bahasa Indonesia mulai diabaikan di negerinya sendiri, yang dipertaruhkan bukan sekadar penggunaan bahasa, melainkan juga kebanggaan dan jati diri bangsa. Upaya untuk menjaga bahasa Indonesia tetap hidup, berkembang, dan dihormati harus menjadi perhatian bersama.
Kehadiran bahasa asing tidak seharusnya membuat masyarakat melupakan bahasa Indonesia. Sebaliknya, kemampuan menguasai berbagai bahasa perlu dijadikan sarana untuk memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bahasa negara, dan simbol kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.
Oleh: Nurani
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Mataram.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bahasa

Post a Comment