Esai
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Pertanian
Eco Enzyme sebagai Wujud Pengamalan Nilai Pancasila dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan
APERO FUBLIC I ESAI.-- Meningkatnya volume sampah yang tidak dikelola dengan baik telah menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini. Permasalahan tersebut menuntut adanya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat untuk tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam, tetapi juga turut bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu masalah yang masih sering dijumpai adalah pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal. Banyak limbah berupa kulit buah dan sayuran yang langsung dibuang tanpa melalui proses pemanfaatan lebih lanjut.
Akibatnya, volume sampah terus meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi lingkungan. Dalam kondisi seperti ini, diperlukan inovasi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Salah satu inovasi yang dapat menjadi solusi adalah pembuatan eco enzyme. Eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, gula merah, dan air yang menghasilkan berbagai senyawa bermanfaat bagi lingkungan.
Inovasi ini pertama kali diperkenalkan oleh Rosukon Poompanvong dari Thailand sebagai bentuk pemanfaatan limbah organik yang lebih bernilai guna. Selain membantu mengurangi jumlah sampah rumah tangga, eco enzyme juga dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair, maupun bahan pendukung dalam berbagai aktivitas yang ramah lingkungan.
Dengan bahan yang mudah diperoleh dan proses pembuatan yang relatif sederhana, eco enzyme menjadi alternatif yang dapat diterapkan oleh berbagai kalangan masyarakat.
Menurut kami, gerakan pembuatan eco enzyme memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengolah sampah organik. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Selama ini Pancasila sering dipahami hanya sebagai dasar negara dan materi pembelajaran di ruang kelas. Padahal, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam konteks ini, pembuatan eco enzyme menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral setiap warga negara. Nilai Pancasila yang tercermin dalam kegiatan ini adalah sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan hak setiap manusia.
Ketika seseorang berupaya mengurangi sampah dan menjaga kelestarian lingkungan, artinya seorang itu sedang menunjukkan sikap peduli terhadap kesejahteraan orang lain. Kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada satu individu, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, menjaga lingkungan dapat dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan yang beradab.
Pembuatan eco enzyme juga mencerminkan nilai sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia. Permasalahan lingkungan merupakan persoalan bersama yang tidak dapat diselesaikan oleh individu secara terpisah.
Dibutuhkan partisipasi dan kerja sama dari berbagai pihak agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan secara efektif. Dalam pelaksanaan kegiatan pembuatan eco enzyme, setiap anggota kelompok berkontribusi sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
Proses tersebut menunjukkan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Nilai sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, juga dapat tercermin dalam kegiatan ini.
Lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial maupun ekonomi. Sebaliknya, kerusakan lingkungan sering kali memberikan dampak yang lebih besar kepada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan sumber daya.
Oleh karena itu, berbagai upaya yang bertujuan menjaga keberlanjutan lingkungan, termasuk pemanfaatan sampah organik melalui eco enzyme, merupakan bagian dari usaha mewujudkan keadilan sosial bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.
Pada era digital seperti sekarang, edukasi lingkungan tidak hanya dapat dilakukan melalui kegiatan langsung di lapangan, tetapi juga melalui media sosial. Oleh karena itu, kelompok kami memanfaatkan Instagram sebagai sarana kampanye dan penyebaran informasi mengenai eco enzyme.
Menurut kami, penggunaan media sosial merupakan langkah yang tepat karena mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama generasi muda. Melalui konten edukatif yang sederhana dan mudah dipahami, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah organik serta terdorong untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Media sosial yang sering dianggap hanya sebagai sarana hiburan dapat diubah menjadi media edukasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kemudian pembuatan eco enzyme yang dilakukan kelompok kami menggunakan bahan sederhana berupa 1,5 liter air, 450 gram sampah organik, dan 150 gram gula merah yang difermentasikan dalam wadah tertutup.
Meskipun terlihat sederhana, proses tersebut memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak selalu memerlukan biaya besar maupun teknologi yang rumit. Perubahan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan partisipasi masyarakat.
Pada akhirnya, kelompok kami berpendapat bahwa eco enzyme bukan hanya produk hasil fermentasi limbah organik, tetapi juga simbol kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Melalui pembuatan dan edukasi eco enzyme, masyarakat diajak untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila secara nyata melalui tindakan yang bermanfaat bagi kehidupan bersama.
Oleh karena itu, kegiatan semacam ini perlu terus didukung dan dikembangkan agar kesadaran lingkungan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara yang dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam bertindak untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Utpalasari, R. L., & Dahliana, I. (2020). Analisis hasil konversi eco enzyme menggunakan nenas (Ananas comosus) dan pepaya (Carica papaya L.). Jurnal redoks, 5(2), 135-140.
Tim Penulis :
- Nabil Muhammad Ridwan R.
- Navarro Romera Alkano
- Meyranti Citra Lestari
- Azka Zahira Farkhani
- Fajar Wajdi
Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Esai

Post a Comment