Ekonomi
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen, Airlangga : Dampak Kebijakan Pemerintah
APERO FUBLIC I OPINI.- Saat angka pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025 diumumkan, banyak yang bertanya: apa yang sebenarnya terjadi di balik angka itu?Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melihatnya sebagai hasil dari strategi pemerintah yang dijalankan sepanjang tahun kemarin.
Bukan sekadar angka di atas kertas, menurutnya, ini mencerminkan dinamika
yang nyata di lapangan. Kalau kita mundur sedikit, pertumbuhan 5,11 persen ini tak datang begitu saja. Airlangga mengatakan, ada kombinasi dari beberapa faktor yang membuat
perekonomian bertahan dan menunjukkan tanda positif terutama di penghujung 2025.
Jika dilihat lebih dekat, sektor industri manufaktur serta pertanian memberi kontribusi besar. Dua sektor ini bergerak cukup kuat di sepanjang tahun. Dengan permintaan domestik yang tetap tinggi dan aktivitas produksi yang tidak terhenti, pertumbuhan ekonomi jadi punya pondasi yang
lebih solid.
Airlangga menekankan bahwa sektor industri “mengembang” dibanding tahun sebelumnya. Sementara sektor pertanian juga tidak kalah, jadi tulang punggung ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Stimulus Pajak sebagai Mesin Penggerak Konsumsi Ada satu hal menarik yang disebut Airlangga: insentif pajak. Pemerintah memberikan beberapa kelonggaran, termasuk PPN ditanggung pemerintah untuk beberapa barang dan layanan.
Mereka juga melonggarkan aturan pajak penghasilan untuk pekerja bergaji di bawah Rp10 juta.Apa dampaknya?Menurut Airlangga, stimulus ini membuat daya beli masyarakat tetap hidup.
Ketika konsumen punya lebih banyak ruang untuk belanja, transaksi di pasar pun ikut hidup dan ini terasa jelas di angka pertumbuhan. Siapkan Stimulus Baru untuk Ramadan & Idul Fitri Airlangga juga menyinggung rencana pemerintah untuk membuat stimulus baru lagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Misalnya pengurangan atau bahkan penghapusan PPN untuk tiket perjalanan dan kebutuhan masyarakat di momen itu.Langkah semacam ini dimaksudkan supaya kegiatan masyarakat tetap berjalan lancar dan ekonomi bergerak cepat terutama di sektor konsumsi yang biasanya memuncak saat libur besar.
PENULIS:
Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi

Post a Comment