Syarce

Syarce adalah singkatan dari syair cerita. Syair cerita bentuk penggabungan cerita dan syair sehingga pembaca dapat mengerti makna dan maksud dari isi syair.

Apero Mart

Apero Mart adalah tokoh online dan ofline yang menyediakan semua kebutuhan. Dari produk kesehatan, produk kosmetik, fashion, sembako, elektronik, perhiasan, buku-buku, dan sebagainya.

Apero Book

Apero Book adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi semua jenis buku. Buku fiksi, non fiksi, buku tulis. Selain itu juga menyediakan jasa konsultasi dalam pembelian buku yang terkait dengan penelitian ilmiah.

Apero Popularity

Apero Popularity adalah layanan jasa untuk mempolerkan usaha, bisnis, dan figur. Membantu karir jalan karir anda menuju kepopuleran nomor satu.

@Kisahku

@Kisahku adalah bentuk karya tulis yang memuat tentang kisah-kisah disekitar kita. Seperti kisah nyata, kisah fiksi, kisah hidayah, persahabatan, kisah cinta, kisah masa kecil, dan sebagaginya.

Surat Kita

Surat Kita adalah suatu metode berkirim surat tanpa alamat dan tujuan. Surat Kita bentuk sastra yang menjelaskan suatu pokok permasalaan tanpa harus berkata pada sesiapapun tapi diterima siapa saja.

Sastra Kita

Sastra Kita adalah kolom penghimpun sastra-sastra yang dilahirkan oleh masyarakat. Sastra kita istilah baru untuk menamakan dengan sastra rakyat. Sastra Kita juga bagian dari sastra yang ditulis oleh masyakat awam sastra.

Apero Gift

Apero Gift adalah perusahaan yang menyediakan semua jenis hadia atau sovenir. Seperti hadia pernikahan, hadia ulang tahun, hadiah persahabatan, menyediakan sovenir wisata dan sebagainya. Melayani secara online dan ofline.

1/22/2021

Jumat Bersih: Karang Taruna Tanjung Tebat dan Desa Sugihan

Apero Fublic.- Hari yang cerah, dengan sinar matahari pagi yang cemerlang. Awan putih dan sisa-sisa embun pagi masih menetes di dedaunan. Suara burung berkicau merdu dicelah-celah dedaunan pohon. Pagi-pagi, sekelompok anak muda dari dua desa berkumpul dengan berbagai alat kebersihan.

Sebelumnya rencana telah dimusyawarahkan, dan sepakat. Sesuai kesepakatan, Karang Taruna Desa Sugihan dan Karang Taruna Desa Tanjung Tebat,  Kecamatan Muaradua Kisam, OKU Selatan, Sumatera Selatan. Melaksanakan kegiatan Gotong Royong membersihkan Tempat  Pemakaman Umum dan di sekeliling desa (22/01/2021).

Kegiatan Gotong Royong merupakan bentuk kepedulian dari anak-anak muda di Desa Tanjung Tebat dan Desa Sugihan pada daerah tempat tinggal mereka. Rasa tanggung jawab yang disertai tindakan memang diperlukan. Sehingga wacana tidak hanya menjadi omong belaka.

Salah seorang tim Gotong Royong yang ditemui Apero Fublic, dan sempat berbincang-bincang. Mengungkapkan kata dan harapan pada rekan-rekannya. “Saya harap kegiatan gotong royong ini, tidak hanya sekali ini saja. Tapi bersifat berkelanjutan disertai adanya regenerasi. Supaya kebersihan desa tetap terjaga. Semangat selalu buat rekan-rekan Karanga Taruna. Untuk semua warga desa agar jangan membuang sampah plastik sembarangan. Sebab sangat berpengaruh pada lingkungan. Karena sampah plastik sangat sulit diurai oleh tanah,” ujarnya.

Memang kepedulian pemuda sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan alam kita. Terutama lingkungan tempat tinggal yang memiliki potensi tercemar. Sampah plastik dan limbah rumah tangga yang sangat berdampak dan banyak terdapat di sekitar pemukiman. Semangat selalu buat Karang Taruna Desa Tanjung Tebat dan Desa Sugihan.

Oleh. Zulkifli Adi Putra, S.Hum.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Empat Lawang, 22 Januari 2021.
 
Sy. Apero Fublic.

1/21/2021

The Power Of New Bank Sharia Bank Indonesia (Bank Syariah Indonesia) Hasil Merger Bank BUMN Syariah.

Apero Fublic.- Bicara tentang merger bank syariah indonesia adalah sesuatu topik yang masih hangat untuk dibicara kan khususnya di kaum ekonomi syariah. Yang mana baru-baru ini pemerintah telah melakukan merger bersama tiga Bank Syariah BUMN. bank-bank syariah yang dimaksud ialah PT. Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT. Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT. Bank BNI Syariah (BNIS) yang kemudian telah disahkan untuk berganti nama menjadi Bank Syariah Indonesia (BRIS).

Berdasarkan PP Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1988 bahwa merger ini merupakan suatu perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lainnya yang telah ada. kemudian selanjutnya perseroan yang menggabungkan diri akan dibubarkan. Tentu dengan adanya merger ini akan menjadi kekuatan serta peluang besar bagi perseroan tersebut agar dapat berkembang lebih kuat dengan pertimbangan kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.

Namun menariknya menurut Menteri Erick Thohir yang menjadi sekaligus dalam penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2020 lalu menyatakan bahwa hal ini dilakukan agar dapat mengintegrasikan dan meningkatkan nilai dari ketiga Bank Syariah BUMN tersebut.

“Penandatanganan CMA merupakan awal dari proses bersejarah lahirnya Bank Umum Syariah Nasional berkaliber global. Saya optimistis, bank syariah hasil merger nanti akan menjadi energi baru perekonomian. Sebelum pandemi, kinerja bank-bank syariah di kuartal II lalu sangat positif. Penggabungan ini akan membuat posisi bank syariah nasional lebih besar dan lebih solid sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia yang bisa merasakan manfaat kehadiran Bank Syariah Nasional itu”, ujar Erick Thohir.

Hingga saat ini, dari hasil laporan kinerja III/2020, bahwa hanya Bank  BNI Syariah yang tercatat terjadi penurunan laba yakni turun sebesar 16,05 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Sementara itu, laporan kinerja dua bank syariah lainnya yaitu Mandiri Syariah dan BRI Syariah mencetak pertumbuhan laba yang sangat positif yakni untuk Mandiri Syariah meraih laba sebesar Rp 1,07 triliun, naik secara signifikan 22,66 % (YoY) dan BRI Syariah sebesar 238% (YoY) menjadi Rp 190,5 miliar  Meskipun saat ini kita mengetahui bahwa pandemi masih terus menghantui sisi keuangan dan perbankan Indonesia, (www.ojk.go.id).

“Keinginan Indonesia memiliki Bank Umum Syariah Nasional terbesar di tahun 2021 merupakan bagian dari upaya dan komitmen pemerintah untuk mengembangkan dan menjadikan ekonomi keuangan syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional”, lanjut Erick Thohir.

Jelas saja, kita tahu bahwa saat ini Indonesia sedang mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah lewat berbagai terobosan baru misalnya mengembangkan melalui Industri halal nya, mengingat juga bahwa Indonesia sebagai penduduk dengan muslim terbanyak. Tentu saja ini merupakan salah satu peluang yang besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat perekonomian syariah terbesar di dunia dimasa yang akan datang.

Menurut perhitungan dari OJK, merger tiga bank syariah ini akan menghasilkan satu entitas bank syariah baru dengan total aset sebesar Rp 207 triliun. Sebagai menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan.

“Karena nawaitu dan tujuan dari penggabungan ini baik, kami mengharapkan dukungan seluruh karyawan ketiga bank, nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia atas proses lahirnya bank syariah milik Indonesia yang akan menjadi bank syariah terbesar di tanah air, siap bersaing dengan bank konvensional dan masuk 10 besar TOP bank syariah di dunia. Insyaallah ini akan menjadi kebanggaan kita semua”.

Bank syariah Indonesia ini rencananya akan mulai beroperasi pada 1 Februari 2021 dan seperti biasanya akan melayani para pelaku UMKM, nasabah ritel, korporasi maupun investor global. Dengan berkembangnya dunia digital saat ini maka tidak dipungkiri bahwa nantinya akan dapat mengoptimalkan dan mengembangkan sistem digital agar dapat melayani nasabah dengan lebih baik lagi.

Terkait dengan karyawan  dari ketiga bank syariah yang telah melakukan merger tersebut, Erick Thohir berpendapat bahwa tidak akan ada PHK (pemutusan hubungan kerja) bagi karyawan dalam penggabungan tersebut.

“Ini menjadi komitmen kami semua, ketiga bank syariah, para pemegang sahamnya dan kementrian BUMN bahwa dalam proses ini tidak ada PHK. Kita akan menjadi satu keluarga besar. Keluarga besar bank syariah terbesar di Indonesia yang berkaliber global,” tutup  Erick Thohir, sehingga menjadi kelegaan bagi para karyawan yang bekerja di bank-bank tersebut tentunya.

Semoga dengan adanya Merger Bank Syariah ini dapat memberikan celah peluang untuk berkembang pesatnya sistem ekonomi syariah yang akan terus berkembang hingga menjadi pusat Ekonomi Syariah terbesar di dunia yang mana nantinya akan mencapai suatu tujuan untuk memberikan kemashlahatan untuk mensejahterakan ekonomi umat. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.

Oleh: Sintia Delvianti.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Jambi, 22 Januari 2021.
Artikel Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Jurusan Perbankan Syariah.

Sy. Apero Fublic.

1/18/2021

Mengenal Kuliner Tradisional: Pede

Apero Fublic.- Pede adalah nama sebuah kuliner tradisional masyarakat Melayu di Sumatera Selatan. Penyebutan nama Pede dibeberapa daerah mengalami perubahan dialeg. Sumatera Selatan, yang wilayahnya memiliki banyak sumber air, sungai, lebung, danau, dan lautan. Tentu ikan berlimpa, sehinggang muncul kebiasaan cara pengawetan  ikan agar tahan lama. Pede bahan dasar pembuatannya dari ikan segar, sebuk (beras dendang), dan garam.

Cara pembuatan pede, pertama ikan segar dibersihkan dari kotorannya. Kalau ikan yang berpantak atau bersengat harus dibersihan juga. Pantak atau sengat ikan adalah tulang sirip sisi badan yang keras dan tajam. Guna pembersihan agar pantak atau sengat supaya tidak menusuk tangan saat pengadukan ikan dengan garam dan beras dendang sewaktu proses pembuatan. 

Sebuk atau beras dendang dalam bahasa Melayu Sekayu adalah beras yang dimasak dengan cara dimasukkan kedalam kuali panas. Lalu diaduk-aduk sampai warna beras kuning tua dan berbau harum beras tercium. Dalam pembuatan beras dendang jangan sampai hangus atau berwarna hitam.

Untuk lima kilogram ikan, membutuhkan sekitar setengah kilogram beras dendang (sebuk). Ikan yang sudah dibersihkan, kemudian diberi garam dengan kadar asin. Lalu sebuk dicampurkan, diaduk sampai merata. Saat mengaduk butiran beras (sebuk) biasanya ada yang dimasukkan kedalam perut ikan. Setelah merata, tempatkan pada wadah yang dapat ditutup dengan rapat. Seperti toples atau guci.

Hal yang perlu diperhatikan saat membuat pede. Yaitu, wadah yang tidak boleh berlobang sedikit pun. Kemudian tutupnya harus rapat dan kuat. Biasanya tutup wadah agar rapat warga menambahkan lembaran plastik atau kain. Sehingga udara benar-benar tidak tembus. Hal demikian untuk mencegah pede berulat. Saat mengambil untuk memasak usahakan juga menutup wadah tetap seperti semulah. Karena akan membuat pede berulat. Simpan di tempat yang sejuk dan kering.

Pede biasanya sudah siap setelah tujuh hari dari pembuatan. Kadang juga tergantung dari jumlah beras dan nominal ikan. Pede adalah cara pengawetan ikan supaya tahan bertahun-tahun. Ada juga kuliner sejenis pede, yaitu bakasam. Bakasam jenis pede yang rasanya asam. Pembuatan bakasam, cara membuatnya tidak menggunakan beras di dendang atau sebuk. Tapi menggunakan nasi sebagai campurannya atau permentasinya. Rasanya agak asam, maka masyarakat menamakannya bakasam.

Cara memasak pede mudah, cukup dimasak dengan cara seperti di tumis. Masukkan sedikit minyak sayur, lalu masukkan pede kedalam kuali. Setelah daging pede agak matan, masukkan air secukupnya.

Kemudian bumbu seperti cabai, serai, bawang, penyedap rasa, kemangi dan bumbu lain sesuai selerah. Setelah masak pede diangkat, siap dikonsumsi. Pede akan sangat lezat apabila disajikan dengan ulam atau lalapan. Seperti daun singkong rebus, umbut atau pucuk rotan rebus, daun putat, dan sebagainya. Jangan meremehkan kuliner tradisional pede. Sebab, itu warisan nenek moyang kita dalam ketahanan pangan masyarakat.

Oleh. Ahmad Reni Efita
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
Sekayu, 18 Januari 2021.
 
Sy. Apero Fublic.

1/17/2021

Hikayat: Alas Duduk Kulit Kerbau

Apero Fublic.- Ada cerita tetang sepasang alas duduk yang dibuat dari kulit kerbau. Alas duduk milik Datu, dan setiap hari alas duduk itu diduduki olehnya. Kalau sudah selesai diduduki dia letakkan di sempare. Sempare tempat meletakkan alat-alat rumah tangga yang terbuat dari bambu dan terletak diatas tungku api.

Karena di letakkan di atas sempare, tempat duduk ini tidak henti-hentinya diintip oleh tikus yang ingin sekali memakannya. Konon, berkat kekuasaan Tuhan, sepasang alas duduk itu dapat berkata-kata seperti manusia. Alas duduk itu satu laki-laki suaminya dan satu perempuan istrinya.

“Wahai istriku, bagaimana jadinya kita ini, kalau kita terus menerus menjadi alas duduk, pasti kita dimakan tikus, sebab siang malam kita diintip oleh tikus. Sekarang, bagaimana jika kita menjadi tikus?.” Kata alas duduk yang laki-laki pada alas duduk istrinya. “Aku setuju, suamiku.” Jawab sang istri. Keduanya berdoa pada Tuhan agar keduanya diizinkan menjadi tikus. Sebuah keajaiban pada sepasang alas duduk dari kulit kerbau itu. Keduanya pun menjadi tikus.

“Nah, sekarang kita sudah menjadi tikus. Tidak perlu takut lagi untuk dimakan tikus.” Kata suami alas duduk pada istrinya. Keduanya menjadi gembira dan bahagia karena sudah menjadi tikus. Akan tetapi kegembiraan mereka tidak bertahan lama. Mereka tidak bebas seperti dulu lagi bermain. Mereka harus bersembunyi dan tidak berani berisik saat ada kucing. Oleh karena itu, suami alas duduk dari kulit kerbau berkata pada istrinya.

“Menjadi tikus susah, kita merasa tidak aman juga. Diincar dan diintai oleh kucing, suatu hari kita akan menjadi makanan kucing. Sebaiknya kita memohon kembali pada tuhan, untuk menjadi kucing.” Kata suami alas duduk pada istrinya. Istrinya setuju, keduanya berdoa pada tuhan, untuk menjadi kucing. Doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan dan keduanya berubah menjadi kucing. Setelah berubah menjadi kucing, keduanya keluar dan jalan-jalan. Tapi, baru saja keduanya keluar bertemu seekor anjing. Keduanya pun dikejar oleh anjing.

“Rupa-rupanya menjadi kucing juga tidak enak dan susah. Lebih baik kita menjadi anjing saja.” Kata suami alas duduk pada istrinya. Istrinya menurut saja, lalu keduanya memohon pada Tuhan untuk berubah menjadi anjing. Doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan, dan berubahlah keduanya menjadi Anjing. Saat menjadi anjing keduanya lapar, dan mendekati manusia yang sedang menumbuk padi di lesung. Mereka mencari dedak untuk dimakan. Saat keduanya mendekat, kepala mereka dipukul manusia itu dengan alu.

“Menjadi anjing juga tidak enak, dan susah istriku. Oleh sebab itu, mari kita berdoa pada Tuhan untuk menjadi manusia.” Keduanya berdoa pada Tuhan, doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan. Keduanya akhirnya menjadi manusia. Setelah menjadi manusia keduanya dipaksa oleh Kliang bekerja memikul batu. Tiada henti-hentinya keduanya dipaksa memikul batu untuk membuat jalan. Kliang adalah orang yang selalu memerintahkan orang untuk kerja paksa.

Keduanya tidak tahan menjadi manusia. Kemudian berdoa pada Tuhan untuk menjadi Kliang yang selalu memerintahkan orang-orang kerja paksa memikul batu. Doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan, keduanya pun akhirnya menjadi Kliang. Setelah menjadi Kliang, keduanya tidak henti-hentinya diperintahkan oleh Datu. Tidak pernah keduanya dapat tidur nyenyak siang atau malam. Baru saja tertidur, datang utusan raja membangunkan mereka mengantarkan surat perintah. Akhirnya keduanya juga tidak tahan menjadi Kliang.

Kepada istrinya dia berkata untuk berdoa pada Tuhan untuk menjadi Datu. Doa keduanya pun dikabulkan oleh Tuhan. Keesokan harinya keduanya menjadi Datu dan Datun. Memiliki kekuasaan dan pasukan, harta benda dan tidak ada lagi yang menyuruh-nyuruh atau memerintah mereka. Tapi di sisi kedatuan mereka terdapat sebuah kedatuan lain. Datu dari kedatuan itu sangat pemberani dan akan menyerang kedatuan mereka. Kedatuan itu kuat dan pasukannya sangat banyak, bersenjata lengkap. Maka keduanya yang sudah menjadi Datu dan Datun menjadi takut.

Dalam pertimbangan keduanya, kalau mereka berperang melawan Datu dari negeri tetangga yang kuat itu. Pastilah mereka akan kalah perang, lalu mereka akan dibunuh atau ditawan. Kalau ditawan pastilah mereka dijadikan budak. Diperintahkan mengurus kuda, menyabit rumput untuk makanan kuda Datu, atau memandikan kuda Datu negeri itu. Berkatalah dia pada istrinya dengan sedih. “Istriku, sebaiknya kita menjadi apa?. Agar tidak ada lagi yang berani melawan kita.” Kata suami alas duduk yang sudah menjadi raja. Istrinya menggeleng dan dia menurut saja. Lalu dia berkata lagi.

“Bagaimana, sebaiknya kita menjadi Tuhan juga. Bukankah tidak akan ada yang dapat melawan kita.” Ide yang bagus menurut suami dari alas duduk yang terbuat dari kulit kerbau itu. Istrinya setuju dan keduanya berdoa pada Tuhan, meminta untuk jadi tuhan juga. Namun, setelah keduanya berdoa meminta menjadi Tuhan. Tuhan pun menjadi murkah, sehingga keduanya yang sudah menjadi Datu dan Datun dikembalikan Tuhan ke wujud mereka semua, menjadi alas duduk raja.

Demikianlah cerita tentang mahluk yang tidak mau bersyukur dan selalu mengeluh tentang kehidupannya. Hidup dalam keadaan apa pun tentu ada kesulitan dan kemudahan. Jangan melampaui batas termasuk takabur dan menyalahi kodrat Tuhan sang maha pencipta. Cerita ini berasal dari masyarakat Melayu Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 18 Januari 2021.
Sumber: Shaleh Saidi, Dkk. Sastra Lisan Sasak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.

Sy. Apero Fublic

Mengenal Sastra Masyarakat Melayu Sasak.

Apero Fublic.- Melayu Sasak adalah identitas mayoritas penduduk yang mendiami Pulau Lombok, di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melayu Sasak mayoritas beragama Islam, dan ada sedikit yang masih menganut kepercayaan pra-Islam yaitu Sasak Boda. Sasak Boda bentuk kepercayaan asli yang mungkin sudah ada sebelum masuknya pengaruh asing.

Masyarakat Melayu Sasak pandai menenun kain. Konon dari aktivitas menenun tersebut muncul istilah sak sak yang akhirnya menjadi nama identitas mereka. Namun, kata Sasak juga ditemukan pada prasasti pujungan yang ditemukan di Kabupaten Tabanan, Bali. Bahasa Melayu Sasak sangat dekat dengan bahasa Melayu Bima, Sulawesi Tenggara dan bahasa Melayu Samawa.

Selain dari itu, masyarakat Melayu Sasak juga memiliki kesastraan sendiri. Hasil karya nenek moyang mereka yang diwariskan pada generasinya. Seperti sastra lisan, kisah mitos, mantera dan lainnya. Berikut ini, contoh sastra mantra dari masyarakat Melayu Sasak. Berikut mantera puji . Mantra ini untuk menjadi kebal senjata tajam.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Allah menjadi payungku.
Nabi Muhammad tongkatku.
Allah kunciku.
Nabi Muhammad kunciku.
Supaya aku mengunci badanku.
Berkat lailahailallah, Muhammadarrosulullah.

Kemudian jenis cerita lisan legenda seperti cerita asal ulus nama Desa Montong Betok. Cerita Jenaka dimana banyak tersebar cerita-cerita lucu, seperti cerita Loq Godek dait Loq Tontel atau Si Kera dan Si Kodok. Cerita fabel atau cerita dengan tokoh para hewan, seperti cerita tikus dan kera. Cerita raksasa dan cerita hantu. Seperti cerita tentang hantu atau berhala.

Cerita hantu berkeliaran di setiap sore menjelang magrib. Maka dari itu agar anak-anak jangan bermain di luar rumah. Cerita berhala atau cerita hantu adalah untuk menakuti anak-anak yang suka bermain di luar rumah pada sore hari. Sebagai contoh cerita Denawa Kerbar Datun Raksasa yang berarti Denawa Kembar Raja Raksasa. Cerita Inaq Rai Selaq berarti cerita Ibu Rai Hantu Manusia.

Sastra masyarakat Melayu Sasak juga terdapat cerita tentang Datu dan Datun. Datu berarti raja dan Datun berarti ratu atau raja perempuan. Datu adalah gelar pemimpin asli Nusantara sebelum masuk pengaru India (Raja), dan Islam (sultan). Seperti cerita Datu Untal, Datu Aca dait Datun Began yang berarti Raja Aca dan Ratu Tikus.

Ada juga sastra lisan yang menceritakan mitos pada masyarakat Melayu Sasak. Cerita-cerita yang membawakan keajiban-keajaiban. Seperti cerita Lelampak Lendong Kaoq atau Alas Tempat Duduk Dari Kulit Kerau. Putri Nyale, Anak Iwok berarti Anak Yatim, Amaq Walu Kanca Anakna berarti Bapak Walu dan Anaknya.

Sastra lisan masyarakat Melayu Sasak juga ada berbentuk seni. Seperti sastra lisan lelakak atau pantun. Sama halnya masyarakat Melayu pada umumnya, kaum muda mudi yang gemar berpantun. Begitu juga dengan muda-mudi masyarakat Melayu Sasak. Lelakaq atau pantun juga berfungsi sebagai hiburan, nasihat, ungkapan perasaan, dan lainnya.

Lelakaq Penyelemor adalah lelakaq atau pantun penghibur. Fungsi untuk menghibur dan bergembira ria.

Lamun kencili lantong tali.
Kelaq kelor sintung tumpah.
Ndaq sili inaq rari.
Nyelemorang atu susah.
Terjemahan:
Kalau burung kencili membawa tali.
Rebus kelor hanya untuk tumpah.
Jangan marah bibi.
Menghibur hati susah.

Lelakaq nyoake adalah lelakaq atau pantun pengabdian yaitu pantun menyatakan tekad seseorang untuk mengabdi pada raja.

Emben paoq emben gule.
Paoq amplem manis mateng.
Embe taoq kaji ngaule.
Mule tulen tgedeng raden.
Terjemahan:
Dimana mangga dimana gula.
Mangga mempelam manis matang.
Di mana tempat hamba mengabdi.
Sudah pasti di istana.

Untuk kata paoq sama dengan kata pada masyarakat Melayu di Sumatera Selatan. Paoh juga nama buah sejenis mangga. Lelakaq Kasmaran adalah lelakaq atau pantun muda mudi atau pantun percintaan. Tentu isinya penuh dengan curahan isi hati.

Jejojoq daan Beleka.
Sabuk Bali bekantong dua.
Benciq lomboq langanku seda.
Sanggup kaji ngantong sida.
Terjemahan:
Jelojok barat Baleka.
Ikat pinggang Bali bersaku dua.
Tinggi ramping menawan saya.
Sanggup saya mengantar Anda.

Kemudian ada lelakaq pepija atau pantun teka-teki. Cara berpantun ini seperti pantun bersambut di kawasan Melayu pada umumnya. Biasanya dibentuk satu kelompok pemuda dan satu kelompok gadis. Mereka berpantun dengan saling melengkapi sampiran yang diberikan lawan berpantung. Berikut lelakaq teka-teki.

Selebung Batu Baleq.
Uah kedung gin ta kumbeq.
Buaq ara-ara.
Selek bewena.
Dedara-dedara.
Lowek telena.
Tongko Labuan.
Dentok nakaruan.
Terjemahan:
Selebuk Batu Beleq.
Sudah terlanjur akan kita apakan.
Buah ara-ara.
Patah cabangnya.
Gadis-gadis.
Becek kelaminnya.
Bangau di Labuan.
Kelak baru jelas.
Lelakak Tuduh atau pantun nasib yang berisi ratapan seorang yang kecewa karena keinginannya tidak tercapai. Contoh sebagai berikut:
Selebuk Batu Beleq.
Penggorong baku bawi.
Uah kedung gin te kumbeq.
Tesorong isiq janji.
Ijuk malaq daun kere.
Ndeq araq bangket taoq ngaro.
Terjemahan:
Selebung Batu Beleq.
Pinggir kali tempat babi.
Sudah terlanjur akan diapakan.
Didorong oleh janji.
Ijuk bambu daun lontar.
Ketan kukus sebakul.
Saya tidak heran adik tidak mau.
Tidak ada sawah tempat menanam padi.

Selanjutnya ada lelakaq sindirian atau pantun sindirian dimana mereka berpantun sindir menyindir dan cela mencela. Kemudian ada juga lelakaq agama atau pantun bertema keagamaan.

Daun waru jari lelayang.
Bau paku sedin erat.
Pacu-pacu gaweq sembahyang.
Jari sango leq aherat.
Terjemahan:
Daun waru jadi layang-layang.
Petik paku pinggir parit.
Rajin-rajin mengerjakan sembahyang.
Jadi bekal di akhirat.

Nama tumbuhan paku (pakis), dan kata ara untuk nama pohon bua ara. Kedua kata tersebut  juga terdapat di dalam kosa kata bahasa Melayu Sumatera Selatan. Kemudian sastra lisan masyarakat Melayu Sasak juga ada jenis Basa Becik atau kerante kodeq.

Sastra ini adalah mantra seperti di daerah lainnya. Basa becik dibagi kedalam empat bagian, yaitu jejampi, puji, senggeger, dan begik. Fungsi sastra basa becik untuk pengobatan, kekebalan tubuh, pembuat cinta (pelet), dan pembuat penyakit pada orang lain atau sihir (santet).

Buku dokumentasi sastra lisan Melayu Sasak berjudul Sastra Lisan Sasak. Di terbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1987. Buku disusun oleh Shaleh Saidi, Nazir Thoir, I Gusti Nugraha Bagus, I Ketut Asa Kartika, Maria Gorethy Nie Nie. Kalau Anda ingin lebih mendalam mempelajari sastra lisan Sasak dapat menemukan buku di perpustakaan Daerah atau Perpustakaan Pusat.

Oleh. Tim Apero Fublic.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 17 Januari 2021.

Sy. Apero Fublic.