-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Dongeng Hikayat: Alas Duduk Kulit Kerbau
Dongeng

Hikayat: Alas Duduk Kulit Kerbau

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
18 Jan, 2021 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Apero Fublic.- Ada cerita tetang sepasang alas duduk yang dibuat dari kulit kerbau. Alas duduk milik Datu, dan setiap hari alas duduk itu diduduki olehnya. Kalau sudah selesai diduduki dia letakkan di sempare. Sempare tempat meletakkan alat-alat rumah tangga yang terbuat dari bambu dan terletak diatas tungku api.

Karena di letakkan di atas sempare, tempat duduk ini tidak henti-hentinya diintip oleh tikus yang ingin sekali memakannya. Konon, berkat kekuasaan Tuhan, sepasang alas duduk itu dapat berkata-kata seperti manusia. Alas duduk itu satu laki-laki suaminya dan satu perempuan istrinya.

“Wahai istriku, bagaimana jadinya kita ini, kalau kita terus menerus menjadi alas duduk, pasti kita dimakan tikus, sebab siang malam kita diintip oleh tikus. Sekarang, bagaimana jika kita menjadi tikus?.” Kata alas duduk yang laki-laki pada alas duduk istrinya. “Aku setuju, suamiku.” Jawab sang istri. Keduanya berdoa pada Tuhan agar keduanya diizinkan menjadi tikus. Sebuah keajaiban pada sepasang alas duduk dari kulit kerbau itu. Keduanya pun menjadi tikus.

“Nah, sekarang kita sudah menjadi tikus. Tidak perlu takut lagi untuk dimakan tikus.” Kata suami alas duduk pada istrinya. Keduanya menjadi gembira dan bahagia karena sudah menjadi tikus. Akan tetapi kegembiraan mereka tidak bertahan lama. Mereka tidak bebas seperti dulu lagi bermain. Mereka harus bersembunyi dan tidak berani berisik saat ada kucing. Oleh karena itu, suami alas duduk dari kulit kerbau berkata pada istrinya.

“Menjadi tikus susah, kita merasa tidak aman juga. Diincar dan diintai oleh kucing, suatu hari kita akan menjadi makanan kucing. Sebaiknya kita memohon kembali pada tuhan, untuk menjadi kucing.” Kata suami alas duduk pada istrinya. Istrinya setuju, keduanya berdoa pada tuhan, untuk menjadi kucing. Doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan dan keduanya berubah menjadi kucing. Setelah berubah menjadi kucing, keduanya keluar dan jalan-jalan. Tapi, baru saja keduanya keluar bertemu seekor anjing. Keduanya pun dikejar oleh anjing.

“Rupa-rupanya menjadi kucing juga tidak enak dan susah. Lebih baik kita menjadi anjing saja.” Kata suami alas duduk pada istrinya. Istrinya menurut saja, lalu keduanya memohon pada Tuhan untuk berubah menjadi anjing. Doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan, dan berubahlah keduanya menjadi Anjing. Saat menjadi anjing keduanya lapar, dan mendekati manusia yang sedang menumbuk padi di lesung. Mereka mencari dedak untuk dimakan. Saat keduanya mendekat, kepala mereka dipukul manusia itu dengan alu.

“Menjadi anjing juga tidak enak, dan susah istriku. Oleh sebab itu, mari kita berdoa pada Tuhan untuk menjadi manusia.” Keduanya berdoa pada Tuhan, doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan. Keduanya akhirnya menjadi manusia. Setelah menjadi manusia keduanya dipaksa oleh Kliang bekerja memikul batu. Tiada henti-hentinya keduanya dipaksa memikul batu untuk membuat jalan. Kliang adalah orang yang selalu memerintahkan orang untuk kerja paksa.

Keduanya tidak tahan menjadi manusia. Kemudian berdoa pada Tuhan untuk menjadi Kliang yang selalu memerintahkan orang-orang kerja paksa memikul batu. Doa keduanya dikabulkan oleh Tuhan, keduanya pun akhirnya menjadi Kliang. Setelah menjadi Kliang, keduanya tidak henti-hentinya diperintahkan oleh Datu. Tidak pernah keduanya dapat tidur nyenyak siang atau malam. Baru saja tertidur, datang utusan raja membangunkan mereka mengantarkan surat perintah. Akhirnya keduanya juga tidak tahan menjadi Kliang.

Kepada istrinya dia berkata untuk berdoa pada Tuhan untuk menjadi Datu. Doa keduanya pun dikabulkan oleh Tuhan. Keesokan harinya keduanya menjadi Datu dan Datun. Memiliki kekuasaan dan pasukan, harta benda dan tidak ada lagi yang menyuruh-nyuruh atau memerintah mereka. Tapi di sisi kedatuan mereka terdapat sebuah kedatuan lain. Datu dari kedatuan itu sangat pemberani dan akan menyerang kedatuan mereka. Kedatuan itu kuat dan pasukannya sangat banyak, bersenjata lengkap. Maka keduanya yang sudah menjadi Datu dan Datun menjadi takut.

Dalam pertimbangan keduanya, kalau mereka berperang melawan Datu dari negeri tetangga yang kuat itu. Pastilah mereka akan kalah perang, lalu mereka akan dibunuh atau ditawan. Kalau ditawan pastilah mereka dijadikan budak. Diperintahkan mengurus kuda, menyabit rumput untuk makanan kuda Datu, atau memandikan kuda Datu negeri itu. Berkatalah dia pada istrinya dengan sedih. “Istriku, sebaiknya kita menjadi apa?. Agar tidak ada lagi yang berani melawan kita.” Kata suami alas duduk yang sudah menjadi raja. Istrinya menggeleng dan dia menurut saja. Lalu dia berkata lagi.

“Bagaimana, sebaiknya kita menjadi Tuhan juga. Bukankah tidak akan ada yang dapat melawan kita.” Ide yang bagus menurut suami dari alas duduk yang terbuat dari kulit kerbau itu. Istrinya setuju dan keduanya berdoa pada Tuhan, meminta untuk jadi tuhan juga. Namun, setelah keduanya berdoa meminta menjadi Tuhan. Tuhan pun menjadi murkah, sehingga keduanya yang sudah menjadi Datu dan Datun dikembalikan Tuhan ke wujud mereka semua, menjadi alas duduk raja.

Demikianlah cerita tentang mahluk yang tidak mau bersyukur dan selalu mengeluh tentang kehidupannya. Hidup dalam keadaan apa pun tentu ada kesulitan dan kemudahan. Jangan melampaui batas termasuk takabur dan menyalahi kodrat Tuhan sang maha pencipta. Cerita ini berasal dari masyarakat Melayu Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 18 Januari 2021.
Sumber: Shaleh Saidi, Dkk. Sastra Lisan Sasak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.

Sy. Apero Fublic

Via Dongeng
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Silaturahmi dan Prosesi Adat Antara Lembaga Adat Besar Tidung Kabupaten Malinau Bersama Kerukunan Keluarga Batak Malinau

PT. Media Apero Fublic- Sunday, July 05, 2026 0
Silaturahmi dan Prosesi Adat Antara Lembaga Adat Besar Tidung Kabupaten Malinau Bersama Kerukunan Keluarga Batak Malinau
APERO FUBLIC   I  MALINAU. -   Silahturahmi dan Prosesi Adat antara Lembaga Adat Besar Tidung Kabupaten Malinau bersama Kerukunan Keluarga Batak Ma…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261342
  • 20251140
  • 2024205
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 69 Berita 1684 Berita Daerah 1642 Berita Internasional 39 Berita Nasional 1212 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 60 Cerita Rakyat 12 Cerpen 30 Dongeng 67 Ekonomi 101 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 20 Kampus 873 Kesehatan 41 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 640 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 64 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 56 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 196 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us