1/21/2021

The Power Of New Bank Sharia Bank Indonesia (Bank Syariah Indonesia) Hasil Merger Bank BUMN Syariah.

Apero Fublic.- Bicara tentang merger bank syariah indonesia adalah sesuatu topik yang masih hangat untuk dibicara kan khususnya di kaum ekonomi syariah. Yang mana baru-baru ini pemerintah telah melakukan merger bersama tiga Bank Syariah BUMN. bank-bank syariah yang dimaksud ialah PT. Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT. Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT. Bank BNI Syariah (BNIS) yang kemudian telah disahkan untuk berganti nama menjadi Bank Syariah Indonesia (BRIS).

Berdasarkan PP Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1988 bahwa merger ini merupakan suatu perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan perseroan lainnya yang telah ada. kemudian selanjutnya perseroan yang menggabungkan diri akan dibubarkan. Tentu dengan adanya merger ini akan menjadi kekuatan serta peluang besar bagi perseroan tersebut agar dapat berkembang lebih kuat dengan pertimbangan kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.

Namun menariknya menurut Menteri Erick Thohir yang menjadi sekaligus dalam penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2020 lalu menyatakan bahwa hal ini dilakukan agar dapat mengintegrasikan dan meningkatkan nilai dari ketiga Bank Syariah BUMN tersebut.

“Penandatanganan CMA merupakan awal dari proses bersejarah lahirnya Bank Umum Syariah Nasional berkaliber global. Saya optimistis, bank syariah hasil merger nanti akan menjadi energi baru perekonomian. Sebelum pandemi, kinerja bank-bank syariah di kuartal II lalu sangat positif. Penggabungan ini akan membuat posisi bank syariah nasional lebih besar dan lebih solid sehingga lebih banyak masyarakat Indonesia yang bisa merasakan manfaat kehadiran Bank Syariah Nasional itu”, ujar Erick Thohir.

Hingga saat ini, dari hasil laporan kinerja III/2020, bahwa hanya Bank  BNI Syariah yang tercatat terjadi penurunan laba yakni turun sebesar 16,05 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Sementara itu, laporan kinerja dua bank syariah lainnya yaitu Mandiri Syariah dan BRI Syariah mencetak pertumbuhan laba yang sangat positif yakni untuk Mandiri Syariah meraih laba sebesar Rp 1,07 triliun, naik secara signifikan 22,66 % (YoY) dan BRI Syariah sebesar 238% (YoY) menjadi Rp 190,5 miliar  Meskipun saat ini kita mengetahui bahwa pandemi masih terus menghantui sisi keuangan dan perbankan Indonesia, (www.ojk.go.id).

“Keinginan Indonesia memiliki Bank Umum Syariah Nasional terbesar di tahun 2021 merupakan bagian dari upaya dan komitmen pemerintah untuk mengembangkan dan menjadikan ekonomi keuangan syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi nasional”, lanjut Erick Thohir.

Jelas saja, kita tahu bahwa saat ini Indonesia sedang mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah lewat berbagai terobosan baru misalnya mengembangkan melalui Industri halal nya, mengingat juga bahwa Indonesia sebagai penduduk dengan muslim terbanyak. Tentu saja ini merupakan salah satu peluang yang besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat perekonomian syariah terbesar di dunia dimasa yang akan datang.

Menurut perhitungan dari OJK, merger tiga bank syariah ini akan menghasilkan satu entitas bank syariah baru dengan total aset sebesar Rp 207 triliun. Sebagai menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan.

“Karena nawaitu dan tujuan dari penggabungan ini baik, kami mengharapkan dukungan seluruh karyawan ketiga bank, nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia atas proses lahirnya bank syariah milik Indonesia yang akan menjadi bank syariah terbesar di tanah air, siap bersaing dengan bank konvensional dan masuk 10 besar TOP bank syariah di dunia. Insyaallah ini akan menjadi kebanggaan kita semua”.

Bank syariah Indonesia ini rencananya akan mulai beroperasi pada 1 Februari 2021 dan seperti biasanya akan melayani para pelaku UMKM, nasabah ritel, korporasi maupun investor global. Dengan berkembangnya dunia digital saat ini maka tidak dipungkiri bahwa nantinya akan dapat mengoptimalkan dan mengembangkan sistem digital agar dapat melayani nasabah dengan lebih baik lagi.

Terkait dengan karyawan  dari ketiga bank syariah yang telah melakukan merger tersebut, Erick Thohir berpendapat bahwa tidak akan ada PHK (pemutusan hubungan kerja) bagi karyawan dalam penggabungan tersebut.

“Ini menjadi komitmen kami semua, ketiga bank syariah, para pemegang sahamnya dan kementrian BUMN bahwa dalam proses ini tidak ada PHK. Kita akan menjadi satu keluarga besar. Keluarga besar bank syariah terbesar di Indonesia yang berkaliber global,” tutup  Erick Thohir, sehingga menjadi kelegaan bagi para karyawan yang bekerja di bank-bank tersebut tentunya.

Semoga dengan adanya Merger Bank Syariah ini dapat memberikan celah peluang untuk berkembang pesatnya sistem ekonomi syariah yang akan terus berkembang hingga menjadi pusat Ekonomi Syariah terbesar di dunia yang mana nantinya akan mencapai suatu tujuan untuk memberikan kemashlahatan untuk mensejahterakan ekonomi umat. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.

Oleh: Sintia Delvianti.
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Jambi, 22 Januari 2021.
Artikel Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Jurusan Perbankan Syariah.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment