7/12/2020

Budaya Baru Di Era Pandemi Covid 19 Dalam Kontek Komunikasi Lintas Budaya.

Apero Fublic.- Sejarah awal Kebijakan menutup wilayah (lockdown) untuk mengatasi penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia menuai pro-kontra yang cukup lama. Pemerintah terkesan ragu mengambil sikap karena konsekuensi ekonomi, ketersediaan anggaran dan problem sosial lain sebagai turunannya.

Namun demikian, pemberitaan media televisi, radio dan media sosial yang begitu intensif dan eksesif, terdengar kuat di dalam masyarakat sehingga menimbulkan kecemasan tersendiri. Dalam konteks itulah, warga masyarakat di kampung-kampung membuat keputusan secara mandiri, yakni membuat keputusan lockdown lokal. Di banyak daerah di Indonesia khususnya.

Keputusan lockdown diambil sesudah pemerintah menetapkan status bencana Covid-19, pada tanggal 17 Maret 2020. Keputusan itu pun karena desakan masyarakat begitu kuat, setelah korban-korban Covid-19 di beberapa negara sudah mulai banyak berjatuhan. Sedangkan di Indonesia sendiri sudah teridentifikasi warga yang tertular Covid-19, termasuk Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi.

Meski sudah menetapkan status bencana, pemerintah belum cepat membuat kebijakan yang jelas dan tegas terkait cara menangani wabah Covid-19 secara sistematis. Yang ada hanya berupa himbauan untuk melakukan pembatasan sosial (social distancing), anjuran rajin cuci tangan dengan sabun, dan kampaye edukatif lainnya.

Sementara pergolakan pencengahan wabah Covid-19 di masyarakat semakin membara, salah satunya adalah isu lockdown yang tak juga memunculkan kepastian. Dalam suasana itulah, masyarakat di kampung-kampung yang sangat sensitif dan responsif atas wabah ini membuat kebijakan lockdown kampung.

Lokcdown kampung dilakukan jauh hari sebelum pemerintah membuat kebijakan Pemberlakukan Sosial Berskala Besar (PSBB), pada tanggal 31 Maret 2020. Kebijakan PSBB ini sebagai bentuk menghindari kata lockdown yang dianggap lebih ekstrem, penuh beban tanggung jawab atas pemenuhan jatah hidup warga.

Kehidupan sosial di era tatanan ini tak pernah terbayangkan dalam benak kita bangsa kita yang selama ini kita terapakan dalam kehidupan sehari sangat jauh berubah baik di tingkat Kota maupun desa. Kehidupan sosial berubah ini sangat di pengaruhi oleh kejadian yang menerpa negara kita ini.

Banyak masyarakat yang mengalami dampak yang luar biasa akibsat pandemi covid 19 ini. Budaya bangsa yang selama kehidupan normal ini penuh dengan kekeluargaan, gotong royong, yang selama ini banyak dilakukan masyarakat berubah drastis demi kesehatan bersama baik keluarga maupun masyarakat umumya dengan aturan protocol kesehatan.

Semua kebiasaan yang selama ini membuat kita merasa santai menjadi sebuah kecemesan tersendiri dalam masyarakat karena rasa takut tertular oleh covid 19 yang sangat mengancam negeri ini. Penyakit ini belum tahu sampai kapan akan hilang bahkan para peneliti menyebutkan belum menemukan vaksin yang mampu mengatasi wabah ini.

Wabah ini di anggap sangat mematikan meskipun orang tanpa kejala banyak yang tertular oleh penyakit ini. Bayangkan orang tanpa kejala aja bisa kena apalagi yang sudah ada kejala meskipun kita tidak tahu kebenarannya karena dalam kasus ini masih ada masyarakat kita yang pro dan kontra karena merasa tidak kena bahkan mengatakan bahwa penyakit yang di derita keluarga pasien penyakit lama.

Kehidupan sosial bermasyarakat mengalami pergeseran yang signifikan dalam kehidupan bermasyarakat umumnya yang selama ini wabah ini semua aktivitas kegiatan yang tujuannya mengumpulkan orang banyak, bersalam-salaman dan lainnya mulai tidak bisa dilakukan kembali oleh masyarakat demi menjaga tertularnya penyakit covid 19 dengan menerapkan protocol kesehatan yang di terapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam komunikasi lintas budaya pasti banyak hal-hal baru yang mangalami perubahan besar di mana selama ini budaya kerja sama menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi kita, kegiatan bersalaman di hilangkan terutama pada kaum hawa yang selam ini menjadi suatu yang biasa dan banyak lagi hal lainnya yang mempengaruhi tatanan sosial masyarakat kita Indonesia.

Prilaku manusia menjadi orang sehat sangat di terapkan dalam kehidupan ini, banyak yang mengunakan masker, selalu cuci tangan sebelum melakukan aktivitas, dan menghindari keramaian yang sifatnya tidak penting bahkan banyak masyarakat yang mengurung diri di rumah dengan memanfaatkan herbal-herbal sekitar yang dimana selam ini di percaya oleh nenek moyang kita demi menjaga kesehatan keluarga.

Sebuah budaya baru yang luar biasa yang membuat kita berubah drastis, bahkan untuk menghadiri acara keluarga hanya di bolehkan sebentar saja dengan mematuhi protocol kesehatan yang ada. Hal ini merupakan hal yang tabuh bagi bangsa kita khususnya Indonesia karena selama ini kehidupan seperti ini menjadi hal yang lumrah untuk lama-lama bisa berkumpul dengan keluarga besar.

Tapi pada saat ini ada yang sampai di larang untuk mudik ke kampung halaman karena di kuatirkan akan membawa penyakit dan kalaupun itu di paksakan maka kita akan di karantina selama empat belas hari baik di rumah pribadi maupun di tempat khusus yang telah di sedikan oleh pemerintah setempat. Banyak seluruh ativitas kegiatan di batasi oleh pemerintah demi mengurangi penyebaran virus corona ini.

Kita berfikir positif terhadap kejadian yang melanda negeri ini baik Indonesia maupun negara lainnya yang mengalami hal yang sama bahkan sudah ribuan nyawa yang meninggal di sebabkan oleh virus ini.

Mungkin ini sebuah ujian dari Allah terhadap mahluknya sebagaimana musibah yang biasanya di sebabkan oleh manusia itu sendiri. Kejadian ini banyak mengajarkan kita tentang barbagai hal dalam kehidupan baik segi kesehatan, sosial, politik dan lainnya yang membuat kita lebih berhati-hati dalam bertindak demi mengurangi dampak negatifnya.

Budaya baru yang berkembang mampu memberikan stimulasi bagi masyarakat untuk menjadi lebih baik lagi dan mampu menerima dengan hati yang iklas dengan menjalaini aturan yang ada seperti memakai masker, cuci tangan, menjauhi dari keramaian dan lainnya. Kita memahami semua ini sebagai sebuah keajaiban yang bisa merubah semua manusia dan membuat iya merasa takut dengah mahluk yang tidak kasat mata ini.

Kita menyadari bahwa mau tidak mau, suka atau tidak suka budaya itu telah masuk dalam tatanan sosial kita yang di konstrusikan sedemikian rupa demi berlangsung kehidupan masyarakat dalam era baru. Belum ada yang tahu pasti kapan era ini akan hilang bahkan apakah mungkin akan terus bertahan dalam kehidupan kita untuk selama-lamanya.

Semoga dengan budaya baru ini kita tidak lupa jati diri bangsa kita Indonesia sebagai masyarakat yang patuh terhadap aturan yang ada kita mematuhi aturan yang ada demi menjaga kesehatan serta keselamatan kita meskipun masih banyak yang tidak mematuhi aturan yang ada karena merasa aman dari penyakit.

Kesadaran diri sangat di perlukan dalam hal ini karena semua berbeda dengan sebelumnya. Kesehatan merupakan harta yang sangat berharga bagi kita karena tanpa kesehatan hartapun tidak ada gunanya.

Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan diri, baik keluarga maupun masyarakat sekitarnya demi mangatasi mata rantai penyebaran virus ini dan semoga tatanan sosial kita kembali normal seperti biasanya .

Oleh. Ade Irawan
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang. 12 Juli 2020.
Fotografer. Dadang Saputra.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment