-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Opini Penciptaan Lingkungan Positif pada Lingkungan Dunia Anak-anak
Opini

Penciptaan Lingkungan Positif pada Lingkungan Dunia Anak-anak

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
04 Jul, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Apero Fublic.- Manusia adalah mahkluk sosial yang tidak dapat lepas dari lingkungan masyarakatnya. Kehidupan manusia tidak dapat berkembang apabila tidak memiliki lingkungan sosial. Baik itu perkembangan dari segi biologis atau kebudayaan.

Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Ditinjau dari bentuk fisik atau dari kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Begitupun dari pola perilaku, nalar, dan pemikirannnya. Kebutuhan kehidupan tersebut didapati dari interaksi dengan sesama manusia lainnya.

Baik manusia di dalam lingkungannya  (ingroup) atau dengan manusia di luar lingkungannya (outgroup). Lingkungan-lingkungan tersebut dinamakan dengan lingkungan sosial. Dari lingkungan sosial tersebut terjadilah proses belajar kebudayaan. Baik secara langsung dan tidak langsung.

Pembelajaran tersebut dimulai saat manusia tumbuh seiring waktu kehidupannya. Maka pengaruh lingkungan dimana anak tinggal akan menjadi bentuk dirinya dikemudian hari. Oleh karena itu, anak manusia memerlukan lingkungan yang baik untuk berkembang. Maka rekayasa lingkungan sosial dan lingkungan jiwa perlu dipelajari dan diterapkan.


Penciptaan lingkungan pada anak adalah, kita menghadirkan dunia yang menjadi interaksi anak tumbuh dan beraktifitas sesuai dengan norma kebaikan-kebaikan. Baik itu norma kebaikan dalam jangka pendek atau norma kebaikan jangka panjang.

Lingkungan yang dimaksud ada dua. Pertama, lingkungan sosial. Kedua lingkungan alam jiwanya. Lingkungan sosial adalah tempat dimana anak tersebut beraktifitas, seperti bermain, belajar, interaksi keadaan sekeliling tempat tinggal, orang-orang yang dia temui disetiap hari, dan tempat-tempat yang dia kunjungi.

Sedangkan lingkungan alam jiwa adalah hal-hal yang menjadi acuan dia berpikir dan bertindak. Baik jangka pendek dan jangka panjang. Seperti peniruannya terhadap perilaku orang terdekat. Dari sikap dan aktivitas ayah, ibu, kakak, keluarga dan kerabat, tetangga, guru, teman dan manusia lain.

Lingkungan jiwa bersifat ide atau cara pandang. Sehingga nantinya ide-ide tersebut tertanam dengan baik dalam pikiran anak. Karena lingkungan alam jiwa anak-anak, diibarat lahan subur yang tidak ada tanamannya. Sehingga benih apa saja yang jatuh akan tumbuh dengan baik.


Benih-benih yang dimaksud tersebut terdapat pada lingkungannya (sosial dan jiwa). Sedangkan para penanam benih tersebut adalah orang-orang terdekat, sekitar dan orang-orang dimana anak berinteraksi. Sebagai contoh, ketika seorang anak melihat ayahnya, kakaknya, pamannya, tetangganya merokok. Maka akan tertanam pemikiran merokok itu adalah hal biasa.

Seorang lelaki akan dianggap laki-laki ketika dia merekok. Maka merokok menjadi benih yang ditanam orang-orang tersebut didalam lingkungan jiwa anak-anak. Semakin besar dia tumbuh, akan bertemu dengan orang-orang baru dan semuanya juga merokok. Semakin kuatlah pandangannya bahwa laki-laki memang merokok.

Jiwa anak tadi membenarkan kebiasaan merokok dan rokok itu bukan hal buruk. Dengan demikian si anak tadi akhirnya juga merekok dikemudian hari. Oleh karena itulah, hampir semua laki-laki menjadi perokok. Maka buatlah lingkungan sosial yang rama pada anak-anak.


Mari kita belajar dari filsuf Cina, Kong Hu Cu. Menurut Kong Hu Cu belajar adalah sebagai cara untuk perbaikan diri sendiri dan sebagai syarat untuk mencapai perbaikan orang lain. Karena objek pendidikan yang mendasar adalah latihan moral untuk orang muda. Yang secara jelas itu adalah peranan orang-orang tua.

Belajar adalah bagian dari hidup kita yang sama banyaknya dengan kita bernafas. Bahkan belajar dapat terjadi secara tidak disadari melalui peniruan begitu saja pada tetangga kita (Raymond Dauson: 1999:26). Dari kutipan tersebut dapat kita pahami bahwa belajar adalah bagian yang terpenting dalam kehidupan.

Belajar bukan hanya di sekolah atau di tempat-tempat tertentu. Tetapi belajar itu terjadi sepanjang hari. Perbuatan kita tanpa sadar akan menjadi mata pelajaran bagi yang melihat. Kita juga harus belajar dari kesalahan kita, apakah itu berdampak baik bagi orang sekeliling kita. Kalau kita perokok, menyadari itu salah. Maka kita berusaha agar orang yang kita sayangi jangan sampai seperti kita.

Keluarga adalah penentu pertama dalam penentuan moral dan kehidupan anak pada masa depan. Karena akan ada peniruan-peniruan yang berkelanjutan selama dia tumbuh (regenerasi). Kita semua bertanggung jawab pada lingkungan anak-anak. Keluarga bertanggung jawab di dalam rumah tangga. Tetangga bertanggung jawab dengan anak-anak tetangganya. Masyarakat bertanggung jawab di tempat-tempat umum.


Penciptaan Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial adalah lingkungan di mana anak berinteraksi dan berkativitas. Di mulai dari rumah, tempat pendidikan, tempat bermain dan seterusnya. Untuk menentukan lingkungan sosial anak dapat kita pelajari dari sejarah.

Sebagai contoh lingkungan sosial dapat dipelajari dari kehidupan filsuf Cina bernama Mengzi. Ibu Mengzi memiliki reputasi legendaris sebagai seorang ibu yang bijaksana dalam memilih lingkungan yang benar tempat dia membesarkan anaknya. Ibu Mengzi pindah dari area sekeliling pasar. Karena Mengzi selalu bermain dan menjajakan jualan.

Kemudian ibu mengzi pindah ke lingkungan sekitar sekolah. Perlahan Mengzi kecil melupakan lingkungan pasar tempat dia dahulu. Kemudian dia mulai memperhatikan anak-anak yang belajar dan sering mengikuti upacara keagamaan (Raymond Dauson: 1999:26).


Kalau di zaman sekarang mungkin akan sulit pindah kelingkungan yang kita inginkan. Maka dari itu kita akan menciptakan secara pribadi lingkungan tersebut.  Dimulai dari mengajak anak ke perpustakaan anak-anak. Kemudian membantu membaca buku-buku anak-anak, seperti dongeng, cerpen atau komik yang sesuai untuk anak-anak.

Lalu banyak berkunjung ke toko-toko buku, bazar buku. Di hari-hari keagamaan ajak ketempat-tempat ibadah agama kita masing-masing. Berikan pengalaman-pengalaman positif lainnya. Dekatkan dengan dunia pendidikan. Dekatkan anak dengan buku-buku. Kalau anda perokok jangan terlalu sering merokok di dekat anak-anak anda.


Ajarkan hidup bersih, seperti membiasakan menyikat gigi, mencuci kaki sebelum tidur. Aku ingat masa kecil dulu ketika ayah dan ibu tidak mengajarkan menjaga kesehatan gigi. Bukan salah mereka tetapi memang kesadaran itu belum tumbuh di tengah masyarakat, karena saya lahir di pedesaan.

Dari sini dapat diambil hikmah. Kalau anak-anak tidak akan tahu kalau mereka tidak diberi tahu atau dibimbing. Maka kebiasan menyikat gigi sebelum tidur, mencuci kaki dan wajah diajarkan pada mereka. Sebelum gigi mereka berlobang. Kalau sudah berlobang ajaklah ke dokter gigi dan cabut gigi geraham berlobangnya. Aku ingat waktu aku sekolah dasar. Datang dokter pencabut gigi dari kota. Mereka ditugaskan oleh negara untuk membantu kesehatan gigi anak-anak.

Tapi saat mereka masuk ruangan kelas kami yang masih kelas dua sekolah dasar jadi takut. Sebab si dokter hanya bertanya siapa yang mau dicabut gigi berlobang. Kami anak-anak takut sebab tidak mengerti. Tidak satupun kami maju, dan tidak ada guru-guru yang mendampingi. Para dokter dan para guru kami waktu itu tidak menciptakan lingkungan sosial yang baik walau mereka sudah memiliki pendidikan cukup.

Untuk hiburan arahkan dengan tontonan yang mendidik. Kalu setiap sore tontonannya sinetron maka kehidupannya tidak jauh dari cerita sinetron-sinetron tersebut. Apalagi sinetron di negara kita yang bertema tahayul dan berebut harta. Ditambah kadang ada perkataan yang mengarah perbuatan tidak senono dan adegan tidak pantas.


Kemudian ajarkan kesederhanaan dan tanggung jawab. Kadang orang salah membedakan antara kasih sayang dengan memanjakan. Orang tua menuruti semua keinginan anak-anak mereka dengan alasan sayang. Sehingga mereka lupa bagaimana mendidik.

Bentuk kasih sayang pada anak adalah mendidik, bukan memanjakan. Maka, ajarkan tanggung jawab. seumpama mainannya yang berantakan setelah dia selesai bermain. Agar memintanya merapikan kembali. Awalnya dibantu dan lama-lama dia pandai sendiri. Setelah dia agak besar, sudah berumur sepuluh tahunan, ajarkan cara mencuci kaos kakinya sendiri.

Agar melatih mereka bertanggung jawab dan mandiri. Nanti, apabila mereka kulia atau bersekolah tinggal di asrama sudah mandiri. Contoh memanjahkan anak. Misalnya diumurnya yang masih dibawah sepuluh tahun sudah diberikan smartphone. Membuka aplikasi youtub berjam-jam.

Kemudian matanya menjadi rusak. Pada saat menginjak usia remaja sudah memakai kacamata minus. Inilah yang dimaksud memanjakan bukan menyayangi. Sayang dan cinta itu melindungi dan sekaligus mendidik. Orang tua harus mampu melihat dampak dikemudian hari dari apa-apa yang mereka perbuat saat anak-anak.

Penciptaan Lingkungan Batin.
Lingkungan batin adalah lingkungan yang paling menentukan watak dan pemikiran anak dikemudian hari. Lingkungan batin ibarat ideologi dalam kehidupan berbangsa. Sehingga akan menjadi landasan dirinya berbuat, bertindak, dan berpikir. Hal yang perlu kita tanamkan adalah nilai-nilai moral.

Baik dari ajaran agama yang dianut dan etika sosial dari kebiasaan masyarakat sendiri (adat-istiadat). Ketika aku waktu kecil, ayah mengajarkan bahwa tidak boleh menyebut nama orang yang lebih tua dari kita, adat peraturan. Adat peraturan adalah apabila orang tersebut lebih tua dari kedua orang tua kita, misalnya kakak dari ibu kita (Uwa), bernama Mahmud. Dia memiliki anak tertua bernama Azzam.

Maka ayah mengajarkan saya memanggilnya Uwa Azzam. Jangan Uwa Mahmud, karena menyebut nama orang tua tidak sopan. Apa yang ayah ajarkan tersebut sampai sekarang saya gunakan. Ketika ada orang yang lebih tua dari ayah atau ibu, maka aku akan memanggil dengan nama anak tetua mereka atau yang sesuai.


Memberitahu yang boleh dan tidak bole. Kalau anak perempuan ajarkan norma kewanitaan, harga diri sebagai wanita. Cara berpakaian dan cara bergaul yang benar. Memberikan nasihat-nasihat baik.

Anak-anak walau dia belum mampu mencernah nasihat dan  kata-kata. Tetapi dia akan mengingat dan merekam semuanya. Nanti perkataan dan nasihat tersebut akan terjawab sepanjang perjalanan hidupnya. Seperti catatan yang terurai yang dapat dibaca otaknya sepanjang waktu.

Lingkungan batin anak juga harus terhidar dari komplik. Hindari pertengkaran di depan anak-anak dengan bentakan antara suami istri. Jangan suka memaki dan berghibah didekat anak-anak. Karena nanti saat dia sedang marah juga akan memaki sebagaimana ucapan yang dia dengar.

Lingkungan jiwa anak membutuhkan ketentraman dan asupan-asupan positif. Perhatian yang cukup, dan kasih sayang yang ditunjukkan akan memberikan kebahagiaan pada anak. Agar dia tumbuh menjadi bangga dengan kehidupannya. Tidak melahirkan sikap rendah diri yang membuat dia terpuruk. Atau sebaliknya dia akan menjadi pembenci kehidupan.


Kesimpulan.
Lingkungan sosial dan lingkungan jiwa akan menentukan siapa dia dikemudian hari. Keluarga, tetangga, masyarakat sekitar bertanggung jawab dalam penciptaan lingkungan yang positif tersebut. Di zaman yang kompleks sekarang kita harus menciptakan lingkungan tersebut.

Karena sangat sulit menghindari secara alami pengaruh-pengaruh lingkungan sosial kita. Maka kita harus menciptakan sendiri lingkungan tersebut. Agar anak tidak mencari lingkungannya sendiri. Membuat dunianya sendiri yang sesuai kesukaannya. Sedangkan dia belum memiliki akal dan pengetahuan yang cukup.

Kalau anda memiliki anak yang menyukai kekerasan, berkelakukan kurang baik. Mungkin anak itu sewaktu kecilnya menciptakan lingkungannya sendiri. Kalau anak membuat lingkungan sendiri dalam menemukan siapa dirinya. Dia akan tumbuh menjadi manusia yang keras dengan sesuatu yang dia yakini. Beruntung kalau dia mendapat jalan kebaikan.


Maka jangan salahkan mereka, sebab anda tidak cukup cerdas dalam menciptakan lingkungan anak-anakmu sendiri. Langkah awal adalah dengan mengjarkan batinnya dengan hal-hal positif. Cara mengajarkan anak terbaik adalah dengan cerita. Baik cerita dongeng, cerpen, bacaan-bacaan.

Atau komentar positif pada kejadian nyata di sekeliling lingkungan kita. Lalu beri ulasan pengajaran dari cerita dongeng, cerpen, bacaan-bacaan tersebut dengan dipadu moral keseharian kita. Ceritakan tokoh-tokoh yang jujur dan baik. Dengan demikian, anak tidak merasa kalau dia sedang digurui. Karena mengajar yang paling baik tidak menggurui. Perlahan-lahan pemikirannya akan sama dengan yang anda katakan dan ceritakan.

Maka dari itu, ibu yang berpendidikan tinggi sangat diperlukan dalam menciptakan generasi moderen. Sehingga orang tua dapat mengendalikan lingkungan sosial dan lingkungan jiwa anak. Satu hal, kebanyakan orang tua di negara kita hanya memberi makan dan uang jajan tanpa memberikan ajaran moral didalam jiwa anak-anak. Sehingga anak-anak mendapatkan lingkungan jiwanya dari luar, seperti dari televisi, hanpone, orang lain, teman dan sebagainya.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 21 April 2019.
Sumber foto. Julia Anggraini.

Daftar Bacaan:
Bakker SJ. Filsafat Kebudayaan Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius, 1984.
Raymond Dawson. Kong Hu Cu: Penutu Budaya Kerajaan Langit. Ter. Y. Joko  Suyono. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1999.
Yulia Budiwati. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka, 2007.
Sumber foto: Mahasiswa PIAUD Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Sy. Apero Fublic
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

Wednesday, May 13, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Friday, May 22, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Darurat Kompetensi Guru: Akar Krisis Pendidikan Dasar yang Terus Kita Abaikan

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, May 27, 2026 0
Darurat Kompetensi Guru:  Akar Krisis Pendidikan Dasar yang Terus Kita Abaikan
APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Angka tidak pernah bohong. Hasil PISA 2022 menempatkan Indonesia di posisi 70 dari 81 negara dalam literasi membaca, da…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

BPD Lumpatan II Serahkan langsung proposal usulan ke anggota DPRD MUBA pada reses II.

Thursday, April 23, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2026958
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.
    APERO FUBLIC.- Raden Kamandaka sebuah cerita rakyat dari dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Cerita Rakyat ini bercerita tentang Keraja...
  • FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Generasi Z Indonesia tumbuh di tengah derasnya arus digitalisasi. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Dalam beberapa tahun terakhir, budaya Korea Selatan semakin populer di Indonesia. Tidak hanya melalu...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Antrean Panjang, Informasi Pendek Pemerintah : Krisis Komunikasi di Balik Kelangkaan BBM
    source : kontrasx.com APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa waktu terakhir telah menjadi...
  • Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .-  Antropologi kampus merupakan kajian yang membahas tentang kehidupan manusia di lingkungan pergurua...
  • Pengaruh Lingkungan Teman Sebaya terhadap Pembentukan Perilaku Belajar Siswa
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Dalam dunia pendidikan, proses belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal seperti motivasi...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Menimbang Prioritas Negara antara Gizi dan Pendidikan
    Gizi dan Tantangan Generasi Muda APERO FUBLIC   I  OPINI .-   Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi salah satu kebijakan pemerint...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025

Popular Post

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

FOMO dalam Kehidupan Gen Z: Analisis terhadap Krisis Kemandirian dan Jati Diri Bangsa

Wednesday, May 13, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Friday, May 22, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Antrean Panjang, Informasi Pendek Pemerintah : Krisis Komunikasi di Balik Kelangkaan BBM

Antrean Panjang, Informasi Pendek Pemerintah : Krisis Komunikasi di Balik Kelangkaan BBM

Thursday, May 21, 2026
Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS

Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS

Friday, May 22, 2026
Pengaruh Lingkungan Teman Sebaya terhadap Pembentukan Perilaku Belajar Siswa

Pengaruh Lingkungan Teman Sebaya terhadap Pembentukan Perilaku Belajar Siswa

Tuesday, May 05, 2026
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Menimbang Prioritas Negara antara Gizi dan Pendidikan

Menimbang Prioritas Negara antara Gizi dan Pendidikan

Tuesday, May 12, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 62 Berita 1588 Berita Daerah 1579 Berita Internasional 34 Berita Nasional 1192 Brand 117 Budaya Daerah 34 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 53 Cerita Rakyat 12 Cerpen 23 Dongeng 67 Ekonomi 54 Elektronik 21 FASHION 13 Fauna 4 Flora 64 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 10 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 605 Kesehatan 34 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 511 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 44 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 57 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 42 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 14 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 177 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 31 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us