Artikel
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Pembinaan Olahraga Taekwondo Sebagai Sarana Peningkatan Kebugaran dan Kesejahteraan Atlet di Glory Taekwondo Academi
Pembinaan Olahraga Taekwondo Sebagai Sarana Peningkatan Kebugaran dan Kesejahteraan Atlet di Glory Taekwondo Academi
Disusun untuk memenuhi tugas Praktik Kependidikan (PK)
Adhitya Bagus Pratama
Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta
Abstrak
Hidup sehat dan sejahtera merupakan sasaran yang ditegaskan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, dan olahraga menjadi salah satu jalan untuk mencapainya. Artikel ini menggambarkan pelaksanaan pembinaan Taekwondo di Glory Taekwondo Academy yang diamati selama Praktik Kependidikan (PK).
Data dikumpulkan dengan metode deskriptif melalui pengamatan langsung terhadap sesi latihan dan dokumentasi kegiatan. Program latihan yang diamati terdiri dari latihan kondisi fisik (kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan), latihan teknik (tendangan, pukulan dasar, latihan target, dan langkah kaki), latihan taktik (serangan, tangkisan, serangan balik, dan pengaturan jarak), serta sparring dan try out.
Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa peserta mengikuti latihan dengan antusias dan mengalami peningkatan secara bertahap, meskipun tingkat kebugaran, kualitas teknik, dan keberanian bertanding masing-masing peserta belum sama.
Pembinaan Taekwondo di akademi ini selaras dengan SDGs Tujuan 3 karena membiasakan peserta beraktivitas fisik secara rutin, menjaga kebugaran tubuh, serta menumbuhkan disiplin dan kepercayaan diri.Kata kunci: Taekwondo, SDGs Tujuan 3, kebugaran, latihan fisik, pembinaan olahraga.
Pendahuluan
Sustainable Development Goals (SDGs) adalah rencana aksi global yang disepakati banyak negara untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, terdiri atas 17 tujuan. Tujuan ke-3 berfokus pada Kehidupan Sehat dan Sejahtera bagi semua orang di segala usia. Upaya mencapai tujuan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab layanan kesehatan, tetapi juga dapat didukung lewat kebiasaan sehari-hari, termasuk berolahraga secara rutin.
Taekwondo merupakan olahraga bela diri asal Korea yang menonjolkan teknik tendangan. Untuk menguasainya, seseorang memerlukan tubuh yang bugar, koordinasi yang baik, strategi yang matang, serta mental yang stabil. Kebutuhan yang beragam tersebut membuat latihan Taekwondo bersifat menyeluruh dan cocok dijadikan sarana untuk membangun kebugaran.
Glory Taekwondo Academy adalah tempat pembinaan Taekwondo yang menjadi lokasi pelaksanaan Praktik Kependidikan penulis. Di tempat ini, penulis mengamati bagaimana pelatih menyusun sesi latihan, mulai dari pemanasan dan penguatan fisik, pengajaran teknik, latihan strategi, hingga uji coba pertandingan.
Setiap sesi latihan tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi. Kondisi fisik yang baik memudahkan peserta melakukan teknik dengan benar, teknik yang benar menjadi bekal untuk menyusun taktik, dan taktik tersebut diuji dalam sparring maupun try out.
Oleh karena itu, artikel ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan latihan Taekwondo di Glory Taekwondo Academy dan menjelaskan kaitannya dengan upaya mendukung SDGs Tujuan 3, yaitu kehidupan yang sehat dan sejahtera.
Metode
Penulisan artikel ini memakai metode deskriptif dengan pengamatan (observasi) langsung. Kegiatan pengamatan berlangsung selama penulis melaksanakan Praktik Kependidikan di Glory Taekwondo Academy. Yang menjadi subjek pengamatan adalah para atlet dan peserta latihan yang mengikuti program pembinaan di akademi tersebut.
Informasi diperoleh dari pengamatan selama sesi latihan berlangsung dan dari dokumentasi berupa foto serta catatan kegiatan. Komponen kegiatan yang diamati adalah sebagai berikut:
1. Latihan fisik, meliputi push-up, sit-up, squat jump, plank, lari, skipping, latihan peregangan, dan latihan kelincahan.
2. Latihan teknik, meliputi tendangan dasar, latihan memakai target (paddle dan kick shield), rangkaian kombinasi, serta pola langkah kaki.
3. Latihan taktik, meliputi penentuan jarak, pemilihan waktu menyerang, tangkisan, dan serangan balik.
4. Sparring, yaitu latihan bertanding terkontrol untuk mempraktikkan teknik dan taktik.5. Try out, yaitu uji coba pertandingan untuk menilai sejauh mana kemampuan peserta.
Perkembangan kebugaran peserta sebenarnya dapat dinilai lebih objektif melalui pre-test dan post-test. Meskipun demikian, karena data pengukuran berupa angka belum tersedia, hasil kegiatan pada artikel ini dipaparkan berdasarkan pengamatan di lapangan.
Hasil dan Pembahasan
Latihan Fisik
Setiap sesi di Glory Taekwondo Academy dibuka dengan latihan fisik. Bagian ini penting karena gerakan Taekwondo menuntut otot yang kuat, napas yang panjang, sendi yang lentur, dan kaki yang gesit. Untuk melatih kekuatan, peserta melakukan push-up, sit-up, squat jump, dan plank. Untuk daya tahan, peserta berlari dan melompat tali (skipping) dalam durasi tertentu, lalu dilanjutkan dengan tendangan berulang tanpa jeda panjang.
Peregangan dinamis dan statis diberikan untuk fleksibilitas, terutama pada paha belakang, pangkal paha, dan pinggul. Adapun kelincahan dilatih lewat gerak menghindar, perpindahan cepat ke berbagai arah, dan latihan langkah kaki.
Pengamatan menunjukkan bahwa peserta yang lebih berpengalaman terlihat lebih stabil dan tidak cepat lelah, sedangkan peserta pemula lebih sering beristirahat dan membutuhkan bimbingan agar gerakannya benar. Perbedaan ini wajar dan menjadi dasar bagi pelatih dalam mengatur beban latihan.
Latihan Teknik
Pengajaran teknik dilakukan mulai dari gerakan dasar sebelum berlanjut ke gerakan yang lebih rumit. Peserta mempelajari kuda-kuda, tendangan lurus depan (Ap Chagi), tendangan belakang (Dwit Chagi), tendangan turun (Naeryeo Chagi), serta pukulan dasar. Pelatih memakai alat bantu berupa paddle dan kick shield agar peserta dapat merasakan benturan dan belajar mengarahkan tendangan ke sasaran.
Latihan diselingi dengan rangkaian dua sampai tiga gerakan, misalnya kombinasi tendangan depan yang disusul tendangan putar, supaya peserta terbiasa berpindah dari satu teknik ke teknik berikutnya. Dalam proses ini pelatih aktif berkeliling untuk mengoreksi.
Kesalahan yang sering muncul antara lain tumpuan kaki yang kurang stabil, tubuh yang condong ke belakang saat menendang, dan kaki tendang yang tidak ditarik kembali dengan cepat. Latihan TaktikLatihan taktik di akademi ini diberikan dengan sistem berpasangan dan drill yang skenarionya sudah ditentukan.
Satu peserta menyerang dengan pola tertentu, sementara pasangannya berlatih menangkis, menghindar, lalu membalas.Peserta juga diajarkan mengenali jarak aman dan jarak serang, memanfaatkan gerak tipuan (fake), serta menentukan saat yang tepat untuk maju atau mundur.
Melalui latihan ini, peserta belajar bahwa memenangkan pertandingan tidak hanya soal kuat atau cepat, tetapi juga soal membaca lawan dan mengambil keputusan yang tepat. Sparring dan Try Out Sparring dilaksanakan dengan perlengkapan pelindung dan pengawasan pelatih.
Dalam sparring, peserta menerapkan teknik dan taktik yang sudah dilatih dalam suasana yang mendekati pertandingan sesungguhnya, sekaligus belajar tetap tenang ketika ditekan lawan.Try out dipakai sebagai tolok ukur perkembangan peserta.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman bertanding, belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan lapang dada, dan membiasakan diri bersikap sportif. Hasil try out juga menjadi bahan evaluasi bagi pelatih untuk menentukan materi yang perlu diperkuat.
Kendala dan Solusi
Beberapa kendala yang muncul selama pengamatan adalah tingkat kebugaran peserta yang berbeda, peserta yang cepat kehabisan tenaga, keterbatasan kelenturan, teknik yang belum benar, dan rasa takut atau ragu saat menghadapi lawan dalam sparring.
Untuk mengatasinya, pelatih membagi beban latihan sesuai kemampuan, memberi waktu istirahat yang cukup, mencontohkan kembali gerakan yang salah, mengoreksi secara langsung, dan memperbanyak drill berulang. Bagi peserta yang kurang percaya diri, sparring diawali dengan intensitas ringan sebelum ditingkatkan secara perlahan.
Keterkaitan Dengan SDGs Tujuan 3
Pembinaan Taekwondo di Glory Taekwondo Academy sejalan dengan SDGs Tujuan 3 karena membuat peserta terbiasa bergerak aktif melalui jadwal latihan yang teratur. Kebiasaan ini penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah gaya hidup kurang gerak.
Latihan kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan berperan dalam menjaga kebugaran jasmani, sedangkan latihan teknik dan taktik meningkatkan koordinasi serta kemampuan berpikir dalam bergerak. Di samping manfaat fisik, kegiatan sparring dan try out turut menumbuhkan disiplin, rasa hormat kepada lawan dan pelatih, kemampuan mengendalikan emosi, serta kepercayaan diri yang berkontribusi pada kesejahteraan peserta.
Dengan begitu, Taekwondo dapat dipandang sebagai olahraga yang bukan hanya mengembangkan prestasi, tetapi juga mendukung terwujudnya kehidupan yang sehat dan sejahtera.
Kesimpulan
Pembinaan Taekwondo di Glory Taekwondo Academy dilaksanakan melalui latihan fisik, teknik, taktik, sparring, dan try out yang tersusun secara bertahap. Latihan fisik mencakup kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan, sedangkan latihan teknik mencakup tendangan, pukulan dasar, latihan target, dan langkah kaki.
Program tersebut memberi peserta kesempatan untuk beraktivitas fisik secara teratur sekaligus mengembangkan kemampuan fisik, teknik, taktik, dan karakter dalam berolahraga. Perbedaan kemampuan dan rasa percaya diri antarpeserta dapat diatasi melalui penyesuaian latihan, koreksi langsung, dan pengulangan gerakan.
Berdasarkan hasil pengamatan, pembinaan Taekwondo di Glory Taekwondo Academy mendukung SDGs Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan aktivitas fisik dan kebugaran jasmani peserta.
DAFTAR PUSTAKA
Bridge, C. A., Ferreira da Silva Santos, J., Chaabène, H., Pieter, W., & Franchini, E. (2014). Physical and physiological profiles of taekwondo athletes. Sports Medicine, 44(6), 713–733.Bull, F. C., Al-Ansari, S. S., Biddle, S., Borodulin, K., Buman, M. P., Cardon, G., … Willumsen, J. F. (2020). World Health Organization 2020 guidelines on physical activity and sedentary behaviour. British Journal of Sports Medicine, 54(24), 1451–1462.Harsono. (2015). Kepelatihan olahraga: Teori dan metodologi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Kazemi, M., Waalen, J., Morgan, C., & White, A. R. (2006). A profile of Olympic taekwondo competitors. Journal of Sports Science and Medicine, 5(CSSI), 114–121.Sukadiyanto, & Muluk, D. (2011). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Bandung: Lubuk Agung.United Nations. (n.d.). Goal 3: Ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages. Department of Economic and Social Affairs, Sustainable Development.
Sy. Apero Fublic
Via
Artikel

Post a Comment