Biologi
Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Satwa Liar Bukan untuk Dipelihara, Saatnya Mahasiswa Ikut Peduli
Penangkapan perdagangan satwa dilindungi di Sumatera Utara.
(Sumber foto: ANTARA)
APERO FUBLIC I Perdagangan satwa liar masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. banyak satwa ditangkap dari habitatnya untuk dijadikan hewan peliharaan atau diperjualbelikan. perdagangan secara ilegal dapat mengancam keberadaan satwa dan mengganggu keseimbangan ekosistem. pemerintah juga masih menemukan kasus perdagangan satwa dilindungi, termasuk melalui media sosial.
Menurut saya, permasalahan perdagangan satwa liar tidak hanya berkaitan dengan masalah konservasi, tetapi juga berkaitan dengan kewarganegaraan. sebagai warga negara, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia. satwa liar merupakan bagian dari kekayaan alam yang perlu dijaga bersama.
Jangan sampai kita hanya menganggap satwa sebagai sesuatu yang bisa dimiliki atau diperjualbelikan tanpa memikirkan dampaknya. kesadaran masyarakat menjadi penting karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Salah satu penyebab masih adanya perdagangan satwa liar adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai dampak dari memelihara atau membeli satwa liar. ada masyarakat yang membeli satwa karena terlihat unik atau menarik tanpa mengetahui bahwa satwa tersebut seharusnya hidup di habitat alaminya.
Selain itu, adanya permintaan terhadap satwa juga dapat mendorong terjadinya penangkapan dari alam. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang mudah dipahami mengenai pentingnya perlindungan satwa.
Sebagai mahasiswa Biologi, menurut saya kita memiliki kesempatan untuk ikut berperan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Pengetahuan yang diperoleh mengenai zoologi, ekologi, dan konservasi dapat digunakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Mahasiswa dapat menjelaskan pentingnya satwa bagi ekosistem serta dampak yang dapat terjadi jika satwa terus ditangkap dari alam. edukasi juga dapat dilakukan melalui media sosial agar informasi mengenai perlindungan satwa dapat menjangkau lebih banyak orang.
Peran mahasiswa tidak harus selalu melalui penelitian yang besar. mengajak teman untuk tidak membeli satwa liar, menyebarkan informasi mengenai perdagangan satwa, mengikuti kegiatan konservasi, dan bekerja sama dengan komunitas atau lembaga terkait juga merupakan bentuk kontribusi.
Mahasiswa juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dengan membuat konten edukasi yang sederhana dan mudah dipahami. dengan begitu, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak hanya menjadi teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. menjadi warga negara yang peduli juga berarti ikut menjaga kekayaan yang dimiliki Indonesia.
Kita dapat memulainya dari hal sederhana, seperti tidak membeli satwa liar yang diperoleh secara ilegal, tidak ikut menyebarkan perdagangan satwa, serta melaporkan jika menemukan kegiatan yang mencurigakan kepada pihak yang berwenang. sikap tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap satwa bukan hanya dilakukan oleh pemerintah atau aktivis konservasi, tetapi dapat dilakukan oleh masyarakat termasuk mahasiswa.
Pada akhirnya, melindungi satwa liar bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga konservasi. Semua warga negara memiliki peran dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia. Bagi mahasiswa Biologi, kepedulian terhadap satwa dapat menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu sekaligus tanggung jawab sebagai warga negara. Satwa liar bukan untuk dijadikan barang koleksi, tetapi merupakan bagian dari kehidupan yang perlu dijaga keberadaannya.
Oleh: Sania Dwi Rahayu
Mahasiswi Prodi Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Biologi

Post a Comment