Feature
Kampus
Mahasiswi
Pendidikan
Yogyakarta
Mencerdaskan Bangsa Bermula dari Lantai Bermain
APERO FUBLIC I PAUD bukan sekadar tempat bermain atau bernyanyi, melainkan tempat dimana 80 persen perkembangan otak anak. Di rentang usia emas disinilah imajinasi, empati, dan cara berpikir kritis mulai terbentuk.
Investasi pada PAUD yang tepat bak menanam akar pohon yang kuat semakin kokoh stimulus yang diterima sejak dini, semakin siap anak-anak kita tumbuh menjadi generasi cerdas dan bermanfaat di masa depan.
Sayangnya, potensi emas ini kerap diabaikan dan masih banyak ketimpangan akses. Banyak orang tua masih keliru memaksakan PAUD menjadi tempat hafalan baca, tulis, hitung (calistung) yang kaku dan merenggut keceriaan anak.
Di saat yang sama, PAUD di berbagai pelosok masih berjuang dengan fasilitas seadanya dan kesejahteraan guru yang masih sangat minim. Ketimpangan ini membuat jutaan anak Indonesia harus memulai langkah pertama mereka dari garis start yang tidak adil.
Solusinya, pemerintah harus menaikkan kelas PAUD menjadi prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam menjamin kesejahteraan guru dan fasilitas yang merata.
Pendekatan belajar pun harus dikembalikan ke hakikatnya, belajar lewat bermain yang menyenangkan (play-based learning). Ketika pemerintah, pendidik, dan orang tua kompak pendidikan anak akan terealisasi, dari sanalah perubahan besar bangsa ini benar-benar dimulai.
Oleh: Amelia Putri Pertiwi
Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment