Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Analisis Integrasi Proses Pengolahan Kelapa Sawit dan Keandalan Sistem Kelistrikan di PKS Pasir Mandoge
APERO FUBLIC I Pelaksanaan kegiatan praktik kerja lapangan (magang) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pasir Mandoge memberikan ruang pengalaman komprehensif bagi mahasiswa, khususnya pada disiplin ilmu Teknik Listrik.
Melalui interaksi langsung dengan ekosistem industri, mahasiswa dapat mengobservasi secara dekat alur transformasi Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) sekaligus menganalisis peran vital keandalan sistem kelistrikan dalam menjaga kontinuitas dan efisiensi rantai produksi.
1. Kompartemen dan Dinamika Proses Pengolahan Kelapa Sawit
Di PKS Pasir Mandoge, pengolahan TBS berlangsung secara kontinu melalui serangkaian stasiun kerja terpola:
Stasiun Penerimaan Buah: Tahap awal yang mencakup penimbangan untuk mengetahui jumlah tandan dan tonase TBS serta material yang masuk ke pabrik,sortasi, penyortiran serta pengelompokan kualitas TBS sebelum didistribusikan ke lini perebusan.
Stasiun Perebusan (Sterilizer): Proses termal bertekanan tinggi yang bertujuan menghentikan aktivitas enzim lipase, melunakkan struktur daging buah, serta mempermudah pemisahan brondolan dari janjangnya.
Stasiun Penebah (Thresher): Proses mekanis untuk memisahkan brondolan sawit dari tandan kosong (empty fruit bunch), di mana tandan kosong dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi terbarukan atau pupuk organik.
Stasiun Pengepresan (Digest & Press): Pengondisian fisik brondolan pada digester dilanjutkan dengan ekstraksi mekanis menggunakan screw press untuk menghasilkan minyak sawit mentah.
Stasiun Pemurnian (Klarifikasi): Pemisahan minyak mentah dari kandungan air, lumpur, dan kotoran melalui proses dekantasi serta sentrifugasi guna mencapai standar kualitas mutu CPO.
Stasiun Nut/Kernel ; stasiun ini berfungsi memisahkan nut dari fiber dan memisahkan cangkang dengan kernel yang di mana cangkang
Stasiun Penyimpanan (Storage Tank): Tahap akhir penampungan CPO murni pada temperatur terkontrol sebelum dilakukan proses distribusi komersial.
2.Keandalan Sistem Kelistrikan Industri
Sistem kelistrikan bertindak sebagai infrastruktur inti yang menggerakkan seluruh peralatan mekanis di pabrik yang di mana sangat berhubungan sangat erat dengan proses pengolahan kelapa sawit dan ini beberapa aspek krusial sistem kelistrikan industri:
Elektrifikasi Penggerak Utama (Electric Motors & Drives): Pengoperasian berbagai tipe elektromotor kapasitas sedang hingga besar yang menopang kerja conveyor, dan pompa-pompa fluida bertekanan.
Panel Distribusi/ Kamar Mesin : Pengaturan manajemen daya, disini pembagian system kelistrikan utama dan setelah itu di bagi ke setiap stasiun, di kamar mesin ini juga terdapat generator(genset) yang menjadi backup saat listrik dari pln mati (padam).
Proteksi dan Keselamatan Sistem (System Protection & Grounding): Penerapan perangkat pengaman seperti circuit breaker, overload relay, serta sistem pembumian terpadu untuk mengantisipasi potensi gangguan hubung singkat maupun lonjakan beban.
Pemeliharaan Prediktif & Preventif (Preventive Maintenance): Inspeksi rutin mencakup analisis termografi panel, pengecekan isolasi motor, serta perawatan berkala untuk meminimalkan potensi kegagalan sistem (unplanned downtime).
Pemanfaatan limbah: Pengolah limbah dari hasil pengolahan kelapa sawit kemudian dialirkan ke kolam tertutup (covered lagoon) atau tangki reaktor anaerobik. Bakteri menguraikan limbah cair ini dan menghasilkan gas metana (CH₄) tinggi. Gas metana ditangkap melalui teknologi methane capture dan dialirkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) sebagai bahan bakar genset pemutar generator listrik.
3. Internalisasi Budaya Industri dan Kompetensi Profesional
Di samping penguatan kapasitas teknis (hard skills), pengalaman di PKS Pasir Mandoge menempa kompetensi interpersonal (soft skills). menginternalisasi pentingnya penerapam standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), etika profesionalisme, kedisiplinan kerja, serta efektivitas komunikasi lintas divisi di lingkungan pabrik.
Penutup
Kegiatan magang ini menjadi jembatan strategis yang menyelaraskan landasan teori akademis perguruan tinggi dengan realitas kompleksitas dunia industri.
Melalui pemahaman mendalam mengenai integrasi sistem mekanis dan kelistrikan di PKS Pasir Mandoge, saya seorang mahasiswa Teknik Listrik Politeknik Negeri Medan terpacu untuk terus meningkatkan kapabilitas diri demi menjadi tenaga ahli yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi pada kemajuan sektor industri nasional.
Penulis: Rivaldo Sibarani
Mahasiswa program studi Teknik Listrik, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Medan.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment