Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Kolaborasi Mahasiswa PK dan Siswa KIR SMPN 4 Prambanan dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs)
APERO FUBLIC I SLEMAN.– Kegiatan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dilaksanakan pada hari Jum’at, 4 September 2026 di SMPN 4 Prambanan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa PK dan siswa yang tergabung dalam KIR SMPN 4 Prambanan. Kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk edukasi dan praktik pengelolaan limbah melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Pemilihan kegiatan tersebut juga berkaitan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui kegiatan ini, siswa dikenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan limbah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, keterampilan praktik, dan kepedulian lingkungan siswa melalui kegiatan berbasis pemanfaatan limbah. Pelaksanaan diawali dengan penyampaian materi mengenai minyak jelantah, dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan, serta alternatif pemanfaatannya.
Mahasiswa PK kemudian memberikan demonstrasi mengenai tahapan pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari penyaringan minyak jelantah, pengolahan dan pencampuran bahan, proses pemanasan, hingga pencetakan lilin dengan sumbu dan penambahan aroma.
Setelah demonstrasi, siswa KIR melakukan praktik secara langsung dengan didampingi oleh mahasiswa PK. Kegiatan berlangsung secara interaktif sehingga siswa dapat mengamati sekaligus mempraktikkan proses pengolahan minyak jelantah menjadi produk baru.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa KIR dapat mengikuti proses pembuatan lilin aromaterapi dan memperoleh pengalaman dalam mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan ini memberikan manfaat berupa bertambahnya wawasan siswa mengenai pengelolaan minyak jelantah, meningkatnya keterampilan praktik dan kreativitas, serta tumbuhnya kesadaran untuk tidak membuang limbah secara sembarangan.
Pemanfaatan minyak jelantah juga memperkenalkan konsep penggunaan kembali bahan yang sudah tidak digunakan untuk fungsi awalnya. Dari sisi SDGs, kegiatan berkontribusi terhadap SDG 4 melalui pembelajaran yang bersifat kontekstual dan berbasis pengalaman, serta SDG 12 melalui pengenalan praktik pemanfaatan kembali limbah secara bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa KIR SMPN 4 Prambanan dapat menerapkan pengetahuan mengenai pengelolaan limbah dalam kehidupan sehari-hari serta mengembangkan kegiatan serupa secara berkelanjutan.
Kegiatan pemanfaatan minyak jelantah juga diharapkan tidak berhenti pada pembuatan lilin aromaterapi, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan penelitian dan kreativitas siswa KIR dengan memanfaatkan berbagai limbah yang terdapat di lingkungan sekitar.
Kolaborasi antara mahasiswa PK dan pihak sekolah diharapkan dapat terus dilakukan untuk mendukung pembelajaran yang inovatif, meningkatkan kepedulian lingkungan, dan mewujudkan penerapan SDGs di lingkungan sekolah.
Oleh: Yelfi Riyantirin
Mahasiswi PK Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment