Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Dari Limbah Menjadi Peta: Pemanfaatan Kertas Bekas untuk Mendukung SDGs 12
APERO FUBLIC I Kegiatan Praktik Kependidikan (PK) dilaksanakan di SMA Labschool UNY pada 26 Agustus 2026 melalui kegiatan pembelajaran Geografi berupa pembuatan Peta Administrasi Wilayah Indonesia dengan memanfaatkan kertas bekas sebagai bahan utama media pembelajaran.
Kegiatan ini melibatkan peserta didik kelas X sebagai sasaran utama, dengan tujuan mengenalkan konsep peta administrasi wilayah Indonesia sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah kertas secara bertanggung jawab.
Kegiatan ini relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production), karena mengubah limbah kertas yang semula tidak terpakai menjadi bahan bernilai edukatif melalui proses daur ulang sederhana.
Proses pembelajaran diawali dengan penjelasan materi mengenai peta administrasi Indonesia serta pengenalan konsep daur ulang limbah kertas. Peserta didik kemudian dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan wilayah kajian, yaitu Kelompok 1 (Sumatra dan Jawa), Kelompok 2 (Maluku dan Papua), serta Kelompok 3 (Kalimantan dan Sulawesi).
Setiap kelompok mengolah kertas bekas menjadi bubur kertas yang dicampur lem kayu, kemudian membentuknya di atas sterofoam sesuai sketsa peta wilayah masing-masing. Setelah dikeringkan, peta diwarnai menggunakan cat akrilik untuk memperjelas bentuk wilayah.
Selama proses berlangsung, peserta didik saling berdiskusi, berbagi tugas, dan bekerja sama dalam menyelesaikan proyek, sehingga tidak hanya kemampuan kognitif mengenai geografi wilayah yang terasah, tetapi juga keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah, sekaligus pengalaman langsung dalam memanfaatkan kembali bahan bekas menjadi media belajar yang bermanfaat.
Kegiatan ini memberikan dampak positif baik bagi peserta didik maupun proses pembelajaran secara keseluruhan. Melalui kegiatan pembuatan peta berbahan kertas bekas ini, peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih konkret mengenai letak dan batas wilayah administrasi Indonesia dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.
Selain itu, peserta didik juga belajar secara langsung bagaimana limbah kertas yang semula tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai edukatif, sehingga menumbuhkan sikap peduli lingkungan sejak dini.
Bagi sekolah, kegiatan ini turut memperkaya variasi media pembelajaran berbasis bahan daur ulang yang mudah direplikasi pada materi lain, sekaligus menjadi contoh nyata penerapan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran peserta didik terhadap pengelolaan limbah dan pemanfaatan bahan daur ulang dapat terus tumbuh dan deiterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dikembangkan dengan variasi tema dan bahan daur ulang lain, sehingga pembelajaran berbasis proyek tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik peserta didik, tetapi juga secara berkelanjutan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di lingkungan sekolah.
Oleh: Ajriya Nasywa Husna
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment