Jurnalistik
Opini
PWI
ENISMIYANA: Jurnalis Bukan Kaki Tangan Siapa Pun
APERO FUBLIC I Jurnalis/Wartawan bukan alat kekuasaan, bukan corong kepentingan, bukan kaki tangan siapa pun. Jurnalis berdiri di atas fakta, bukan di atas pesanan.
- Tidak tunduk kepada uang.
- Tidak gentar oleh jabatan.
- Tidak silau oleh kekuasaan.
- Tidak menjual berita demi kepentingan tertentu.
Berita bukan barang dagangan. Kebenaran bukan komoditas. Dan pena jurnalistik bukan senjata untuk disewakan kepada siapa pun.
- Setiap informasi harus diperiksa.
- Setiap fakta harus diverifikasi.
- Setiap pihak yang diberitakan berhak mendapatkan ruang untuk memberikan klarifikasi.
- Setiap berita harus dijaga keberimbangannya.
Karena satu berita yang tidak terverifikasi dapat merusak nama baik seseorang, sementara satu berita yang benar dapat menyelamatkan kepentingan publik.
- Jurnalis boleh tajam, tetapi harus berdasarkan fakta.
- Jurnalis boleh kritis, tetapi bukan fitnah.
- Jurnalis boleh membongkar, *tetapi bukan mengarang.
- Jurnalis boleh bersuara keras, tetapi tetap tunduk pada etika dan hukum.
Jangan jadikan kartu pers sebagai tiket mencari keuntungan. Jangan jadikan profesi sebagai alat menekan. Dan jangan menjual independensi hanya demi kedekatan dengan kekuasaan.
Sebab ketika independensi sudah dibeli, yang mati bukan hanya integritas wartawan—tetapi kepercayaan publik terhadap pers.
Jaga independensi.
Jaga integritas.
Jaga profesionalisme.
Jaga marwah pers.
Menjadi jurnalis adalah amanah, bukan sekadar pekerjaan.
Kebebasan pers harus berjalan bersama kompetensi, profesionalisme, kode etik, keberanian, dan tanggung jawab kepada publik.
Pers yang merdeka bukan pers yang bebas berkata apa saja. Pers yang merdeka adalah pers yang berani mengatakan kebenaran—meski tidak disukai oleh mereka yang memiliki kekuasaan.
Oleh: ENISMIYANA
Source: Jurnalis Krimsus86.com. via diskominfo Muba.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Jurnalistik

Post a Comment