-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Artikel Kampus Mahasiswi Pendidikan Mengapa Kecerdasan Emosional Menjadi Kunci di Era Digital?
Artikel Kampus Mahasiswi Pendidikan

Mengapa Kecerdasan Emosional Menjadi Kunci di Era Digital?

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
12 Aug, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Mengapa Kecerdasan Emosional Menjadi Kunci di Era Digital?

Oleh: Rifda Arsy Aulia
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Siber Asia. 
email: rifdaarsyaulia04@gmail.com 

ABSTRAK

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat melalui media sosial, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan seperti komentar negatif, cyberbullying, dan rendahnya etika komunikasi. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi belum selalu diimbangi dengan kemampuan mengelola emosi secara bijaksana.

Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya kecerdasan emosional sebagai kunci dalam membangun komunikasi digital yang humanis di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (literature review) yang mengacu pada teori kecerdasan emosional Daniel Goleman serta didukung kajian mengenai literasi digital, etika komunikasi, humanisme, dan cyberbullying. 

Data diperoleh melalui analisis delapan artikel ilmiah yang relevan, buku, serta pengamatan terhadap fenomena komentar negatif pada unggahan media sosial Reizuka Ari sebagai ilustrasi kasus. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui proses identifikasi, perbandingan, dan interpretasi temuan dari berbagai penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan penting dalam mengendalikan emosi, membangun empati, dan mendorong komunikasi yang lebih santun di ruang digital.

Selain itu, literasi digital, etika komunikasi, dan nilai-nilai humanisme menjadi faktor pendukung dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan saling menghargai. Dengan demikian, pengembangan kecerdasan emosional perlu menjadi perhatian bersama sebagai upaya membangun komunikasi digital yang bertanggung jawab dan humanis.

Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Komunikasi Digital, Humanisme, Literasi Digital, Cyberbullying.

PENDAHULUAN 

Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perkembangan besar yang mengubah hidup masyarakat, khususnya terkait metode berinteraksi dan berkomunikasi. Media sosial merupakan salah satu media utama yang digunakan oleh masyarakat dalam berbagi informasi, menyampaikan pendapat, serta membangun relasi tanpa batasan ruang dan waktu.

Hal ini tentu memberikan beberapa keuntungan, salah satunya adalah akses informasi dan proses komunikasi yang lebih cepat. Namun, media sosial juga menghadirkan tantangan baru, salah satunya yaitu semakin meningkatnya budaya komentar negatif, ujaran kebencian (hate speech), dan cyberbullying yang dapat  mempengaruhi kualitas interaksi sosial di media digital (Wulandah, 2023).

Fenomena seperti itu masih sering terjadi hingga saat ini. Salah satu contoh fenomena tersebut tampak pada unggahan kreator konten Reizuka Ari di media sosial, yang penuh dengan komentar-komentar yang membawa nada negatif.

Perbedaan pendapat yang seharusnya dibicarakan secara santun justru berkembang menjadi komentar-komentar yang menghina, menjelekan, hingga menghakimi orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang digital masih menjadi tempat munculnya komunikasi yang kurang beretika dan minim empati.

Fenomena komentar-komentar negatif terhadap Reizuka Ari  tidak menjadi fokus untuk menilai pribadi tokoh tersebut, tetapi menjadi contoh nyata mengapa perilaku pengguna media sosial sangat terpengaruh oleh emosi yang tidak dapat dikontrol.

Contoh ini menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi di media digital harus disertai dengan kecerdasan emosional agar setiap pengguna bisa menyampaikan pendapatnya dengan cara yang bertanggung jawab, menghormati martabat orang lain, dan menjaga kualitas komunikasi di ruang publik digital.

Berbagai fenomena dalam bentuk komentar negatif di media sosial bisa dilihat dengan mudah di banyak platform digital. Banyak pengguna yang dengan cepat membuat komentar yang meremehkan, menghina, dan menilai hal-hal tanpa memikirkan efeknya terhadap orang lain.

Menurut Wulandah (2023), tindakan cyberbullying di media sosial bukan hanya berupa  penghinaan secara langsung, tetapi juga dalam bentuk flaming, harassment, denigration, hingga impersonation. Ini berarti bahwa kemajuan teknologi belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menjaga etika komunikasi dan mengendalikan emosi saat berinteraksi di ruang digital.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, kecerdasan emosional merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki. Menurut Daniel Goleman (1996), kecerdasan emosional mencakup kemampuan untuk mengenali emosi diri, mengontrol emosi, motivasi diri, berempati, dan membangun hubungan sosial yang positif.

Penelitian Dewi dan Yusri (2023) menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik cenderung lebih mudah mengelola emosi mereka secara positif saat menghadapi berbagai situasi.

Penelitian Maharani dan Pratisti (2025) juga mendukung bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif terhadap kesejahteraan psikologis Generasi Z, sehingga kemampuan ini menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan di era digital.

Selain kecerdasan emosional, literasi digital, etika komunikasi, dan nilai-nilai humanisme memiliki peran penting untuk menciptakan ruang digital yang sehat. Wanda (2023)  menjelaskan bahwa literasi digital akan membantu pengguna paham bagaimana menggunakan media sosial dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, Hamama (2024) menekankan bahwa komunikasi digital harus didasari oleh etika, kejujuran, dan saling menghargai agar tidak menimbulkan konflik sosial. Berdasarkan kondisi tersebut, artikel ini bertujuan menganalisis mengapa kecerdasan emosional menjadi kunci di era digital serta bagaimana perannya dalam membangun komunikasi yang humanis di tengah budaya komentar negatif di media sosial melalui kajian literatur dari berbagai penelitian yang relevan.

METODOLOGI PENELITIAN

Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan atau literature review. Teknik ini dipilih karena  bertujuan untuk menganalisis fenomena budaya komentar negatif di media sosial serta kecerdasan emosional di era digital berdasarkan sumber-sumber ilmiah yang relevan.

Dengan memanfaatkan teknik studi kepustakaan, penulis dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif melalui hasil penelitian terdahulu tanpa harus melakukan pengumpulan data secara langsung di lapangan.

Data sekunder merupakan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini dan data-data tersebut berbentuk delapan artikel ilmiah tentang kecerdasan emosional, cyberbullying, etika komunikasi digital, literasi digital, dan juga humanisme.

Artikel-artikel tersebut diperoleh melalui Google Scholar dengan mempertimbangkan faktor kesesuaian topik, kredibilitas jurnal, serta relevansi dengan tujuan penelitian. Selain jurnal ilmiah, penulis juga menggunakan beberapa sumber pendukung berbentuk buku yang berkaitan dengan konsep kecerdasan emosional dan komunikasi digital.

Sebagai gambaran atas fenomena yang sedang berkembang dalam masyarakat, penelitian ini juga memanfaatkan kasus komentar negatif yang ditinggalkan pada unggahan media sosial Reizuka Ari sebagai salah satu contoh yang nyata.

Studi kasus tersebut tidak digunakan sebagai sumber data penelitian, melainkan sebagai gambaran yang akan merujuk pada hasil penelaahan literatur terhadap realitas yang terjadi. Dengan begitu, penelitian ini tetap berfokus pada analisis terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu, sedangkan fenomena aktual digunakan untuk memperkuat relevansi pembahasan.

Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, menyaring, membaca, serta mengeksplorasi informasi dari tiap artikel berdasarkan tema yang dibahas. Kemudian, data dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara membandingkan hasil penelitian terdahulu, mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya,  kemudian menghubungkannya dengan fenomena budaya komentar negatif di media sosial.

Hasil analisis tersebut digunakan untuk menjelaskan bagaimana kecerdasan emosional, literasi digital, etika komunikasi, dan nilai-nilai humanisme berperan dalam membangun komunikasi digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab di era digital.

Hasil analisis ini selanjutnya digunakan untuk menjelaskan bagaimana rendahnya pengendalian emosi mempengaruhi tindakan pengguna media sosial dalam memberikan komentarnya, seperti yang terlihat pada fenomena komentar negatif yang ditujukan kepada Reizuka Ari.

Selain itu, hasil ini dijelaskan dengan menggunakan konsep kecerdasan emosional milik Daniel Goleman  (1996) beserta hasil delapan artikel ilmiah sebagai sumber utama penelitian.

PEMBAHASAN

A. Era Digital Dan Perubahan Pola Komunikasi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam cara masyarakat berkomunikasi dan berinteraksi. Adanya berbagai platform media sosial mulai dari TikTok, Instagram, Facebook hingga X memudahkan setiap individu dalam menyampaikan informasi, berdiskusi, hingga menciptakan interaksi sosial tanpa mengenal ruang dan waktu.

Perubahan tersebut telah membawa banyak manfaat, di antaranya adalah penyebaran informasi yang lebih cepat dan jaringan komunikasi yang lebih luas. Akan tetapi, pemudahan ini juga membawa berbagai tantangan, khususnya tumbuhnya perilaku komunikasi yang kurang beretika di ruang digital.

Setiap pengguna media sosial diberi kebebasan untuk menyampaikan tanggapan terhadap suatu informasi maupun postingan tersebut. Kemudahan tersebut seringkali disalahgunakan tanpa memikirkan dampak psikologis yang diterima oleh pihak lainnya. 

Menurut Hamama (2024) tidak hanya teknologi yang digunakan pada komunikasi digital, tetapi etika komunikasi, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai menjadi prasyarat penting agar interaksi tetap berjalan dengan baik.

Perubahan pola komunikasi tersebut membuktikan bahwa keahlian menggunakan teknologi juga perlu disertai dengan keahlian dalam mengontrol emosi. Tanpa adanya kontrol diri, media sosial bisa menjadi wadah munculnya konflik, penyebaran ujaran kebencian, sampai cyberbullying. Oleh karena itu, kecerdasan emosional adalah salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki oleh setiap orang yang menggunakan media sosial.

B. Fenomena Budaya Komentar Negatif di Media Sosial

Budaya komentar negatif adalah salah satu fenomena yang saat ini seringkali terlihat di media sosial. Komentar yang semula kritik sering berubah menjadi hinaan, ejekan, dan bahkan menjadi serangan terhadap kehidupan pribadi seseorang.

Hal tersebut menunjukkan bahwa masih ada pengguna media sosial yang belum mampu mengendalikan emosinya ketika mengeluarkan pendapatnya. Wulandah (2023) menyebutkan beberapa bentuk dari cyberbullying, yaitu penghinaan (flaming), pelecehan (harassment), penyebaran informasi merugikan (denigration), dan bentuk intimidasi lainnya.

Fenomena tersebut dapat dilihat dari salah satu postingan  Reizuka Ari pada media sosial yang diliputi berbagai komentar dengan nada negatif. Pengguna media sosial banyak memberikan komentar yang bersifat menghakimi, menghina, ataupun serangan personal tanpa tahu kondisi yang sebenarnya. 

Dalam penelitian ini, peristiwa tersebut menjadi contoh nyata dalam menggambarkan betapa rendahnya kontrol emosi masih menjadi masalah dalam komunikasi digital. Fokus diskusi bukanlah pada diri Reizuka Ari, namun perilaku komunikasi yang disajikan oleh sebagian pengguna media sosial.

Sumber: Dokumentasi dari akun TikTok dan Instagram Reizuka Ari

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi sering kali dipahami sebagai kebebasan untuk menyampaikan apa saja tanpa memikirkan etika komunikasi. Pasalnya, semua bentuk komunikasi pasti akan memiliki dampak pada kondisi psikologis orang lain. Jadi, perlu disadari bahwa media sosial bukan hanya tempat untuk menyuarakan pendapat, namun tempat  yang menuntut tanggung jawab moral dalam setiap interaksi.

C. Kecerdasan Emosional sebagai Kunci Komunikasi yang Humanis

Menurut Daniel Goleman (1996), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengontrol emosi, memotivasi diri, memiliki empati, dan membuat hubungan sosial yang baik. Kecerdasan emosional tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi situasi-situasi komunikasi, termasuk saat berkomunikasi melalui media sosial. Orang yang memiliki kecerdasan emosional akan lebih mampu untuk berpikir sebelum bertindak dan memperhitungkan dampak dari setiap kata yang dikatakan.

Hasil penelitian Dewi dan Yusri (2023) mengungkapkan bahwa orang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik cenderung bisa mengontrol emosinya ketika menghadapi perbedaan atau konflik. Temuan tersebut dikonfirmasi oleh penelitian Maharani dan Pratisti (2025) yang menyebutkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap kesejahteraan psikologis Generasi Z. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan mengontrol emosi bukan hanya akan menguntungkan diri sendiri, namun juga memengaruhi kualitas interaksi sosial dengan orang lain.

Fenomena adanya komentar negatif terhadap postingan Reizuka Ari menunjukkan bahwa ada beberapa pengguna media sosial yang masih bersikap impulsif dan tidak mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya tersebut. Jika pengguna mampu memiliki kemampuan mengenali emosi, kendali diri, dan empati seperti yang dikemukakan oleh Daniel Goleman (1996), maka komentar yang dia berikan pasti bersifat lembut dan menghormati orang lain. Oleh karena itu, kecerdasan emosional merupakan pondasi penting dalam pembentukan komunikasi digital yang humanis.

D. Literasi Digital, Humanisme, dan Temuan Penelitian

Selain kecerdasan emosional, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dan etika komunikasi sangat penting dalam membentuk perilaku pengguna media sosial. Menurut Wanda (2023), literasi digital membantu masyarakat untuk mengetahui bagaimana cara memanfaatkan media sosial dengan tepat, mampu memilih informasi, serta berpikir kritis sebelum merespon.

Sedangkan, Rafi dan Putri (2026) menyatakan bahwa komunikasi digital harus didasari oleh rasa tanggung jawab, kejujuran, dan saling menghargai terhadap sesama.

Perspektif humanisme juga menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki martabat dan layak diperlakukan dengan hormat. Berbagai nilai tersebut menjadi fondasi dari sebuah komunikasi yang bukan saja bersifat bebas, tapi juga beretika dan empati. Maka dari itu, penerapan nilai-nilai humanisme dalam penggunaan media sosial dapat membantu mengurangi perilaku komentar negatif dan menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat.

Berdasarkan hasil analisis dari delapan artikel penelitian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor yang paling penting dalam pembentukan komunikasi digital yang sehat dan humanis. Tingkat rendah kontrol emosional menjadi salah satu penyebab berkomentar negatif di media sosial, seperti halnya yang dapat diamati dalam kasus komentar tentang Reizuka Ari.

Di sisi lain, literasi digital, etika komunikasi, dan prinsip-prinsip humanisme menjadi faktor yang membantu dalam pembangunan kompetensi penggunaan media sosial yang tepat. Maka, perkembangan kecerdasan emosional harus menjadi prioritas bersama sehingga  ruang digital dapat menjadi tempat berinteraksi yang lebih aman, santun, dan saling menghargai.

Kesimpulan

Dengan adanya kajian  terhadap delapan artikel ilmiah, dapat dipahami bahwa kecerdasan emosional  (emosional intelligence) berperan penting dalam pembentukan komunikasi yang sehat, etis dan humanis dalam era digital.

Kemampuan mengenal terhadap emosi diri, mengendalikan emosi, empati, dan kemampuan membuat hubungan sosial yang baik membuat orang menjadi lebih pintar dalam memanfaatkan media sosial dan mengurangi kecenderungan memberikan komentar negatif yang dapat merugikan orang lain.

Fenomena berupa komentar negatif yang diberikan oleh netizen terhadap unggahan Reizuka Ari merupakan salah satu contoh perilaku komunikasi yang kurang mencerminkan empati dan tanggung jawab.

Walaupun media sosial memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk mengeluarkan pendapat, kebebasan ini seharusnya disertai dengan rasa moral, pengendalian emosi, dan juga penghormatan terhadap martabat manusia. Dalam fenomena ini, rendahnya kecerdasan emosional dapat mempengaruhi komunikasi pada media sosial.

Selain itu, hasil dari kajian tersebut juga menunjukkan bahwa literasi digital, etika komunikasi, dan nilai-nilai humanismej berfungsi sebagai faktor pendukung untuk menguatkan praktik penggunaan  kecerdasan emosional dalam kehidupan digital.

Ketiga aspek tersebut membantu para pengguna media sosial untuk menjadi lebih bertanggung jawab ketika mengemukakan opini, menghargai perbedaan, dan menciptakan lingkungan digital yang aman dan saling menghormati.

Oleh karena itu, pengembangan kecerdasan emosional bukan lagi tugas dari individu, namun juga membutuhkan dukungan dari keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan peyedia platform digital. Dengan penerapan kecerdasan emosional, literasi digital, dan nilai-nilai humanisme, media sosial diharapkan bisa menjadi sebuah ruang komunikasi yang lebih positif, etis, dan bermanfaat bagi semua penggunanya.

Saran

1. Kepada masyarakat, diharapkan bisa lebih membangun kemampuan dalam mengelola emosi, berpikir kritis, dan berempati sebelum mengomentari sesuatu di media sosial untuk mendapatkan komunikasi yang lebih santun dan bertanggung jawab.

2. Kepada institusi pendidikan, diharapkan bisa memasukkan pendidikan karakter, kecerdasan emosional, literasi digital, serta etika komunikasi pada proses pembelajaran sehingga peserta didik bisa menggunakan media digital secara bijaksana.

3. Kepada pengguna media sosial, diharapkan bisa memanfaatkan fenomena komentar negatif tersebut sebagai pembelajaran untuk menghargai perbedaan pendapat dan menghindari cyberbullying atau ujaran kebencian.

REFERENSI

Andriani, V., Firmansyah, I. H., Fadhilah, N. N. N., Ratna, S., Puspita, F. F. F. A., Augustiya, T., & Sari, N. (2025). Alat ukur kecerdasan emosional mahasiswa berbasis teori Goleman: Bukti validitas dan reliabilitas. Jurnal Psikologi Insight, 10(1), 23–36.
Dewi, S. R., & Yusri, F. (2023). Kecerdasan emosi pada remaja. Educativo: Jurnal Pendidikan, 2(1), 65–71.
Goleman, D. (1996). Kecerdasan emosional: Mengapa EI lebih penting daripada IQ. PT Gramedia Pustaka Utama.
Hamama, S. (2024). Etika komunikasi dalam media sosial: Tantangan dan solusinya. Jurnal Selasar KPI: Referensi Media Komunikasi dan Dakwah, 4(2), 182–197.
Maharani, A. F., & Pratisti, W. D. (2025). Relasi kecerdasan emosional, self-worth, dan kesejahteraan psikologis: Studi Gen Z di Surakarta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Rafi, M. D., & Putri, T. P. A. (2026). Etika komunikasi digital di era media sosial: Prinsip, tantangan, dan implikasinya bagi interaksi akademik. JINTACT: Journal of Interactive Communication, Public Relations and Broadcasting, 2(1), 52–62.
Simanjuntak, N. M., & Pd, S. (2025). Building character and social-emotional intelligence of students in the digital era: A review from the perspective of humanist philosophy and Goleman's emotional intelligence theory. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru, 17, 200–208.
Wanda, E. M. (2023). Pengaruh literasi digital pada Generasi Z terhadap pergaulan sosial di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal Sosial Teknologi, 3(12), 1035–1042.
Wulandah, S. (2023). Fenomena cyberbullying: Krisis etika komunikasi netizen pada media sosial Instagram. Jurnal Analisa Sosiologi, 12(2), 387–409.

Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic
Via Artikel
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Mahasiswa KKN Undip Gelar Sosialisasi Legalitas Usaha dan Perlindungan Konsumen di Desa Sribit, Klaten

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, August 12, 2026 0
Mahasiswa KKN Undip Gelar Sosialisasi Legalitas Usaha dan Perlindungan Konsumen di Desa Sribit, Klaten
APERO FUBLIC   I  KLATEN.—   Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, angkatan 2023…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261673
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021368
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik
    Apero Fublic.- Lembar pertama dari naskah Sayir Khadamuddin, diawali dengan basmalah. Syair Khadamuddin adalah bentuk sastra lama dari ...
  • Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja
    APERO FUBLIC  I  BATAM.–   Arus urbanisasi ke Kota Batam terus menunjukkan tren peningkatan seiring berkembangnya kawasan indust...
  • Pelita di Balik Doa Orang Tua
    APERO FUBLIC  I  Namaku Sintia, seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kini sedang menempuh s...
  • Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung
    APERO FUBLIC  I    BANDAR LAMPUNG.-  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda ya...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J
    APERO FUBLIC  I  SUKABUMI.– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti kembali melaksanak...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Ketika Mimpi Berubah Arah
    APERO FUBLIC I  Namaku Revalin. Ada satu hari yang tidak pernah benar-benar hilang dari ingatanku. Hari itu bukan hari kelulusa...
  • Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi
    APERO FUBLIC I  Ditengah upaya Pemerintah Kota Jambi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata menjadi salah...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Fresh Graduate Menganggur, Antara Gengsi Gaji dan Realita Lapangan Kerja

Tuesday, June 09, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026

Popular Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Urbanisasi Tinggi di Batam, Pemerintah Soroti Kesenjangan Tenaga Kerja

Saturday, July 25, 2026
Pelita di Balik Doa Orang Tua

Pelita di Balik Doa Orang Tua

Wednesday, July 15, 2026
Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Konser Gebyar Kewirausahaan Pemuda Semarakkan HUT ke 344 Kota Bandar Lampung

Saturday, July 25, 2026
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Tak Lagi Repot Bayar Tunai, KKN-T IPB University 2026 Dorong UMKM Desa Jayanti Go Digital melalui QRIS-J

Monday, July 27, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Ketika Mimpi Berubah Arah

Ketika Mimpi Berubah Arah

Thursday, July 16, 2026
Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Gentala Arasy dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Kota Jambi

Thursday, July 16, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 71 Berita 1855 Berita Daerah 1762 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1238 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 126 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 11 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1036 Kesehatan 42 Kisah Legenda 10 Kuliner 31 Mitos 15 Opini 683 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 57 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 206 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 40 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us