Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Yogyakarta
Edukasi Detoks Digital bagi Warga Belajar Paket B dan C di PKBM Ngudi Kapinteran
APERO FUBLIC I YOGYAKARTA.– Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Nonformal, Universitas Negeri Yogyakarta, telah melaksanakan program kegiatan pembelajaran mengenai Detoks Digital atau Pengelolaan dalam Penggunaan Media Digital. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di PKBM Ngudi Kapinteran, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini ditujukan kepada warga belajar pendidikan kesetaraan PKBM khususnya paket B dan paket C yang dihadiri oleh 13 peserta.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada warga belajar mengenai pentingnya menggunakan media digital secara bijak dan seimbang. Perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat penggunaan perangkat digital menjadi bagian dari berbagai aktivitas, termasuk kegiatan belajar.
Oleh karena itu, warga belajar perlu memiliki pemahaman mengenai cara mengatur penggunaan media digital agar tidak mengganggu waktu belajar maupun aktivitas produktif lainnya. Materi detoks digital juga dikatikan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Keterkaitan tersebut terlihat dari upaya memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan perkembangan kehidupan di era digital. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penambahan pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan warga belajar untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, warga belajar diberikan pemahaman mengenai pengertian dan manfaat detoks digital, tanda-tanda penggunaan media digitak secara berlebihan, serta dampak yang dapat diimbulkan. Selain itu, warga belajar juga diajak untuk menyusun rencana detoks digita sederhana sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Warga belajar diarahkan untuk mempertimbangkan cara mengurangi penggunaan media digital sekaligus mencari kegiatan lain yang dapat dilakukan secara lebih produktif Ketika memiliki waktu luang.
Pelaksanaan kegiatan dilaukan secara interaktif.
Mahasiswa berperan sebagai pendamping dan penyampai materi, sedangkan warga belajar paket B dan C terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, menjawab pertanyaan, menganalisis permasalahan, serta mengikuti diskusi. Melalui proses tersebut, warga belajar dapat menghubungkan materi yang diberikan dengan kebiasaan mereka dalam menggunakan media digital.
Diskusi yang dilakukan memberikan kesempatan kepada warga belajar untuk mengenali dampak penggunaan media digital secara berlebihan dan memikirkan Langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Dari kegiatan tersebut, warga belajar mampu menyusun rencana detoks digital sederhana sebagai Langkah awal dalam mengatur penggunaan media digital dengan lebih terarah.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhentu pada pemahaman selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Rencana detoks digital yang telah disusun diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga warga belajar mampu membangun kebiasaan menggunakan media digital secara lebih teratur, sehat, dan produktif. Dengan demikian, teknologi tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar dan kebuthan lainnya tanpa mengurangi waktu untuk melakukan ativitas lainnya.
Ke depannya, pembelajaran mengenai keterampilan hidup dan pemanfaatan teknologi secara bijak dapat terus dikembangkan di PKBM Ngudi Kapinteran sesuai dengan kebutuhan warga belajar. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang praktis, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Melalui pembelajaran yang revelan dengan perkembangan teknologi, warga belajar tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didorong untuk memiliki kemampuan dalam mengelola penggunaan media digital secara bertanggung jawab.
Dengan demikian, kegiatan edukasi detoks digital dapat menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang turut mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berkelanjutan.
Oleh: Elin Yuliana Pertiwi
Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Nonformal, Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment