Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
PKM
Praktik Demokrasi Inklusif di SMPN 2 Piyungan: Pemilos Wujudkan Nilai SDGs 16
APERO FUBLIC I Pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) pada hari Rabu, 2 September 2026 di SMP Negeri 2 Piyungan menjadi ajang pembelajaran politik yang nyata bagi para siswa sekaligus wujud penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 16, yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions).
Bersamaan dengan kegiatan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta, sekolah tidak hanya mengajarkan tata cara pemungutan suara secara teknis, tetapi juga menanamkan pentingnya sistem pengambilan keputusan yang inklusif, transparan, dan representatif bagi seluruh warga sekolah.
Proses ini dirancang untuk melatih siswa memahami bahwa kelembagaan yang sehat dimulai dari tata kelola pemilihan yang adil, jujur, serta mampu mengakomodasi seluruh aspirasi tanpa ada pihak yang terpinggirkan.
Lokasi pemilos diadakan di ruang aula sekolah dengan penuh semangat dan berlangsung dari pagi hingga siang hari. Empat pasang kandidat berdiri tegap dan percaya diri untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja unggulan mereka di hadapan ratusan pasang mata warga sekolah. Kontestasi tahun ini mencuri perhatian banyak pihak karena dominasi kepemimpinan siswa perempuan yang sangat signifikan.
Paslon 1 terdiri dari ketua laki-laki dan wakil perempuan, sementara Paslon 2, 3, dan 4 secara keseluruhan diisi oleh kombinasi ketua dan wakil perempuan. Dengan total 7 dari 8 kandidat (87,5%) merupakan siswa perempuan, panggung politik sekolah ini membuktikan bahwa iklim demokrasi di SMPN 2 Piyungan berjalan sangat terbuka, memberikan kesempatan yang adil, serta meruntuhkan batas-batas gender bagi siapa saja yang memiliki kapasitas untuk tampil memimpin.
Keterlibatan aktif para siswa dalam Pemilos ini sangat selaras dengan Target SDG 16.7, yaitu memastikan pengambilan keputusan yang responsif, inklusif, partisipatif, dan representatif di semua tingkatan.
Seluruh tahapan pemilihan disimulasikan menyerupai sistem pemilu nasional, mulai dari pendaftaran calon, kampanye dialogis, pencoblosan langsung di bilik suara yang tertutup, hingga penghitungan suara secara terbuka yang disaksikan oleh para saksi kelas.
Melalui momentum ini, SMPN 2 Piyungan tidak sekadar memilih pengurus OSIS baru untuk periode mendatang, melainkan sedang menanamkan fondasi karakter bagi generasi muda agar tumbuh menjadi warga negara yang menghargai perbedaan pendapat, menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, serta siap berkontribusi aktif dalam merawat kelembagaan demokrasi yang sehat di masyarakat.
Penulis: Syifa Aulia
Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment