Feature
JATIM
Kampus
Keislaman
KKN
Mahasiswa
Malang
Pendidikan
Tradisi Tahlil Bergilir di Desa Kidal Perkuat Silaturahmi Warga, Mahasiswa KKN Unira Kelompok 6 Tumpang Turut Berpartisipasi
APERO FUBLIC I MALANG.– Tradisi tahlil bergilir yang rutin dilaksanakan masyarakat Desa Kidal kembali digelar di rumah Santi, RT 47, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada Rabu (12/8/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 ibu-ibu tersebut juga diikuti oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Tumpang Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Tahlil bergilir merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu malam dengan lokasi yang berpindah dari satu rumah warga ke rumah warga lainnya berdasarkan jadwal yang telah disepakati. Selain menjadi sarana doa bersama, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan antarwarga.
Menurut Santi selaku tuan rumah, kegiatan tahlil bergilir telah berlangsung sejak lama dan menjadi tradisi yang terus dipertahankan oleh masyarakat Desa Kidal.
"Kegiatan ini sudah lama berjalan dan dilaksanakan secara bergilir di rumah warga setiap hari Rabu. Selain untuk berdoa bersama, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga," ujar Santi.
Kegiatan dimulai setelah salat Isya dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelah rangkaian doa selesai, para peserta melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah dan berbincang mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat.
Mahasiswa KKN Kelompok 6 Tumpang turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari upaya mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Kidal selama pelaksanaan program KKN.
Ketua Kelompok KKN 6 Tumpang, Muhammad Arif Habibi, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari proses pengabdian selama menjalankan KKN.
"Melalui kegiatan seperti ini kami dapat mengenal tradisi masyarakat secara langsung sekaligus mempererat hubungan dengan warga. Pengalaman ini menjadi bagian penting dari proses pengabdian kami di Desa Kidal," kata Muhammad Arif Habibi.
Selain menjadi kegiatan keagamaan, tahlil bergilir juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga komunikasi dan memperkuat hubungan sosial antartetangga. Tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai salah satu bentuk kebersamaan yang masih hidup di tengah masyarakat Desa Kidal.
Sesuai jadwal yang telah disepakati warga, kegiatan tahlil bergilir akan kembali dilaksanakan pada pekan berikutnya di rumah warga lain sebagai bagian dari tradisi keagamaan yang berlangsung secara berkesinambungan.
Penulis: Elza Dhea Salsabila
Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Tumpang, Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment