Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Anti-Bullying untuk Siswa Kelas VI SD 014 Sialang Kayu Batu
APERO FUBLIC I PELALAWAN.-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universita Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan sosialisasi mengenai anti-bullying untuk siswa kelas VI di SD 014 Sialang Kayu Batu, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pada Selasa, 12 Agustus 2026. Aktivitas ini merupakan salah satu wujud perhatian mahasiswa KKN dalam membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan terhindar dari perilaku bullying.
Kegiatan ini merupakan salah satu wujud perhatian mahasiswa KKN dalam membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan terhindar dari perilaku bullying. Berdasarkan pengamatan, tindakan seperti mengejek, memberi julukan, mengisolasi teman, atau menjadikan kekurangan teman sebagai bahan lelucon masih dapat dianggap lumrah.
Meski demikian, tindakan itu bisa membuat seseorang mengalami rasa malu, ketakutan, luka, atau bahkan ketidaknyamanan.
Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang berbagai jenis pembullying yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pengamatan, beberapa tindakan seperti mencemooh, memberi panggilan, mengucilkan teman, atau menjadikan kelemahan teman sebagai bahan lelucon masih dianggap sebagai sesuatu yang umum. Melalui aktivitas ini, siswa diajarkan bahwa perilaku tersebut dapat berpengaruh buruk terhadap emosi dan keadaan sosial orang yang terkena.
Dalam kegiatan KKN, mahasiswa memaparkan materi tentang definisi bullying, variasi jenis bullying, efek yang ditimbulkan, serta metode untuk mencegah dan menangani perundungan. Materi disajikan secara interaktif melalui presentasi, gambar, video edukasi, studi kasus, diskusi, dan sesi tanya jawab. Metode ini memudahkan siswa untuk memahami bahan ajar dan mengaitkannya dengan pengalaman yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dilaksanakan dengan baik, teratur, dan semangat. Para siswa terlibat secara aktif dalam penyampaian materi, menjawab soal, berpartisipasi dalam diskusi, serta berbagi pendapat dan pengalaman mereka mengenai perundungan. Respon positif dari siswa tampak melalui partisipasi mereka sepanjang kegiatan. Usai mengikuti sosialisasi, siswa jadi lebih mengerti berbagai jenis bullying, seperti cemoohan, penghinaan, pengucilan, ancaman, sampai kekerasan fisik.
Tidak hanya mahasiswa KKN, tetapi guru serta pihak sekolah juga berperan secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan. Guru menemani siswa selama acara berlangsung dan memberikan bantuan terhadap materi yang disajikan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pengajar juga merupakan elemen krusial dalam usaha mencegah serta menangani perilaku bullying di area sekolah.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN bersama dengan guru berkomitmen untuk terus mendorong siswa agar mengembangkan sikap saling menghormati, empati, toleransi, dan perhatian terhadap teman. Siswa juga diharapkan untuk tidak melakukan atau mendukung tindakan perundungan, membantu teman yang menjadi korban, serta berani untuk mengungkapkan atau melaporkan tindakan bullying kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.
Kerja sama antara mahasiswa KKN dan sekolah diharapkan terus berlanjut setelah sosialisasi berakhir. Guru berperan penting dalam mengawasi interaksi siswa sehari-hari, memberi arahan saat muncul masalah, serta mendukung siswa yang mengalami atau melihat tindakan bullying. Sekolah diharapkan untuk meneruskan edukasi anti-bullying melalui program pembinaan karakter dan pengawasan terhadap lingkungan sekolah.
Kegiatan sosialisasi ini disambut dan diterima dengan baik oleh siswa serta pihak sekolah. Semangat siswa saat mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan tentang bullying dapat diterima dengan baik bila disampaikan melalui metode dan media yang sesuai dengan usia mereka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN bersama guru SD 014 Sialang Kayu Batu berharap dapat membentuk kesadaran bersama bahwa upaya mencegah bullying adalah tanggung jawab semua anggota sekolah. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, guru, pihak sekolah, siswa, dan orang tua, diharapkan dapat terbangun suasana belajar yang aman, nyaman, peduli, dan bebas dari perilaku perundungan.
Oleh: Tim KKN Sialang Kayu Batu
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universita Muhammadiyah Riau (UMRI).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment