Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Pertanian
Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Sosialisasikan Pestisida Nabati dari Ekstrak Daun Pepaya
APERO FUBLIC I BANTAENG. - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati dari ekstrak daun pepaya sebagai alternatif alami pengendalian hama tanaman di Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu (1/8/2026).
Program kerja tersebut dilaksanakan oleh Khetrin Rara Engko, mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penerapan teknologi tepat guna di bidang pertanian melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal. Sosialisasi dilaksanakan dengan penyampaian materi mengenai pengertian pestisida nabati, manfaat, kandungan senyawa aktif daun pepaya, keunggulan dibandingkan pestisida sintetis, serta prinsip penggunaannya dalam pengendalian hama tanaman.
Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan pestisida nabati yang meliputi tahap persiapan bahan, proses pencampuran, penyaringan, hingga penjelasan mengenai dosis dan teknik aplikasi yang tepat pada tanaman.
Daun pepaya dipilih sebagai bahan utama karena mengandung senyawa bioaktif, seperti papain, alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, yang berpotensi menghambat aktivitas makan serta perkembangan berbagai jenis hama tanaman.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sekaligus mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan.
"Pemanfaatan daun pepaya sebagai pestisida nabati merupakan salah satu bentuk inovasi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat karena bahan bakunya mudah diperoleh, biaya pembuatannya relatif rendah, serta lebih ramah terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu mempraktikkan pembuatannya secara mandiri dalam kegiatan budidaya tanaman," ujar Khetrin Rara Engko, penanggung jawab program kerja.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan demonstrasi. Peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pestisida nabati sekaligus berdiskusi mengenai berbagai permasalahan hama yang sering dijumpai pada tanaman budidaya.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap penerapan teknologi pengendalian hama yang lebih aman, ekonomis, dan mudah diaplikasikan.
"Program kerja ini sangat relevan dengan kebutuhan petani karena memberikan solusi pengendalian hama yang memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Selain mudah diterapkan, metode ini juga lebih ekonomis dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia," ujar salah seorang peserta kegiatan.
Melalui pelaksanaan program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam menerapkan teknologi pengendalian hama yang ramah lingkungan.
Pemanfaatan pestisida nabati diharapkan menjadi salah satu alternatif yang mendukung pengurangan penggunaan pestisida sintetis secara bertahap, sehingga mampu mewujudkan sistem budidaya tanaman yang lebih berkelanjutan, menjaga kualitas lingkungan, serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat.
Oleh:
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment