Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Dari Ruang Kelas Menuju Generasi Sehat, Mahasiswa KKNT IPB Edukasi Siswa Sekolah Dasar di Desa Sokasari
APERO FUBLIC I TEGAL-SOKASARI.– Kebiasaan hidup bersih, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang belum memahami pentingnya gizi seimbang, memilih jajanan sehat, maupun memilah sampah sesuai jenisnya.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKNT Inovasi IPB University TEGALKAB018 menghadirkan program edukasi interaktif bagi siswa-siswi sekolah dasar di Desa Sokasari melalui kegiatan sosialisasi gizi seimbang, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengelolaan sampah.
Program yang dinamakan SOKA BERSERI ini dirancang untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas IV dan V MI Baiturrohim serta SDN Sokasari 02 yang diajak belajar melalui diskusi, permainan edukatif, dan praktik langsung sehingga materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar Gizi Seimbang dengan Cara yang Menyenangkan
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif. Selanjutnya, mahasiswa mengajak siswa berdiskusi mengenai pentingnya sarapan, konsumsi sayur dan buah, kebutuhan air putih, serta cara memilih jajanan yang lebih sehat.
Materi gizi seimbang juga diperkenalkan melalui konsep Isi Piringku yang dikemas dalam permainan edukatif agar siswa lebih mudah mengenali jenis makanan bergizi.
Pendekatan belajar sambil bermain membuat siswa aktif bertanya, menjawab pertanyaan, dan mengikuti setiap permainan yang diberikan. Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memahami pentingnya menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenalkan PHBS dan Budaya Pilah Sampah Sejak Dini
Selain edukasi gizi, mahasiswa KKNT IPB University juga memberikan pemahaman mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Siswa dikenalkan pada perbedaan sampah organik dan anorganik, kemudian diajak mempraktikkan secara langsung cara memilah sampah sesuai jenisnya melalui permainan interaktif.
Kegiatan praktik ini bertujuan membangun kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah. Dengan memahami cara mengelola sampah sejak dini, diharapkan siswa semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya.
Meningkatkan Pemahaman dan Kebiasaan Hidup Sehat
Pelaksanaan kegiatan menunjukkan hasil yang positif. Siswa semakin memahami pentingnya gizi seimbang, manfaat mengonsumsi sayur dan buah, pentingnya memilih jajanan sehat, serta mampu membedakan dan memilah sampah organik maupun anorganik. Antusiasme siswa selama diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif juga menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif mampu meningkatkan keterlibatan peserta.
Menanamkan Kebiasaan Baik yang Berkelanjutan
Program ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Guru diharapkan dapat melanjutkan penguatan materi gizi, PHBS, dan pengelolaan sampah dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, sementara media edukasi yang telah digunakan dapat dimanfaatkan kembali sebagai sarana belajar. Program ini juga berpotensi diperluas ke sekolah lain di Desa Sokasari agar semakin banyak siswa memperoleh manfaat yang sama.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT IPB University tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga berupaya membangun budaya hidup bersih, sehat, dan peduli lingkungan sejak usia dini. Dengan kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten, diharapkan lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di masa depan.
Penulis: Najwa P. Martanto
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment