Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
PKM
KKM 37 UNIBA Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini Lewat Gerakan Menabung dan Celengan Daur Ulang di SDN Undar Andir 1 dan SDN Undar Andir 2
APERO FUBLIC I SERANG.– Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar kegiatan Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Gerakan Menabung dan Pembuatan Celengan Daur Ulangdi SDN Undar Andir 1 dan SDN Undar Andir 2, Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM di bidang pendidikan yang bertujuan menanamkan pemahaman mengenai pentingnya literasikeuangan sejak usia dini sekaligus membangun budaya menabung melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan.
Program tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter anak melalui pengelolaan keuangan sederhana. Selain mengenalkan pentingnya menabung, kegiatan ini juga mengajak siswa memanfaatkan barang bekas menjadi benda yang memiliki nilai guna sehingga mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan di dua sekolah dengan materi dan tujuan yang sama. Di SDN Undar Andir 1, penyampaian materi literasi keuangan dipandu oleh Ahmad Mustopa, sedangkan sesi praktik pembuatan celengan daur ulang dipandu oleh Amanda Salffa.
Sementara itu, di SDN Undar Andir 2, materi literasi keuangan disampaikan oleh Aprilia Lisbet, dengan sesi praktik pembuatan celengan tetap dipandu oleh Amanda Salffa.Dalam pemaparannya di SDN Undar Andir 1, Ahmad Mustopa menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan kemampuan dasar yang penting dimiliki setiap anak agar mampu memahami cara mengelola uang dengan baik.
Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan mudah dipahami, siswa diajak mengenal manfaat menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memahami bahwa menyisihkan sebagian uang saku secara rutin merupakan kebiasaan positif yang dapat memberikan manfaat di masa depan.
"Menabung bukan tentang seberapa besar uang yang disimpan, melainkan bagaimana kita membiasakan diri untuk disiplin dan bertanggung jawab dalam mengelola uang sejak dini. Kebiasaan sederhana ini akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat ketika anak-anak tumbuh dewasa," ujar Ahmad Mustopa.
Sementara itu, di SDN Undar Andir 2, Aprilia Lisbet menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun budaya menabung sejak usia sekolah dasar. Ia mengajak para siswa untuk memahami bahwa uang saku tidak selalu harus dihabiskan setiap hari, tetapi dapat disisihkan sedikit demi sedikit agar menjadi tabungan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan maupun meraih cita-cita di masa depan.
"Melalui kebiasaan menabung, anak-anak belajar menghargai nilai uang, belajar sabar, disiplin, dan bertanggung jawab. Kami berharap setelah kegiatan ini mereka semakin termotivasi untuk mulai menabung dari uang saku yang dimiliki setiap hari," kata Aprilia Lisbet.
Materi di kedua sekolah dikemas secara interaktif melalui permainan sederhana, sesi tanya jawab, serta contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga para siswa dapat memahami pentingnya mengelola keuangan dengan cara yang menyenangkan.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menabung, hingga menyampaikan cita-cita yang ingin diwujudkan melalui hasil tabungan mereka.
Setelah sesi edukasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan celengan daur ulang yang dipandu oleh Amanda Salffa di kedua sekolah. Dalam sesi ini, para siswa diajak memanfaatkan botol plastik bekas sebagai bahan utama pembuatan celengan yang kemudian dihias menggunakan kertas karton bergambar, stiker, dan berbagai ornamen berwarna sehingga menghasilkan celengan yang menarik dan unik.
Amanda Salffa menjelaskan setiap tahapan pembuatan secara perlahan agar mudah diikuti oleh seluruh peserta. Mulai dari menyiapkan botol plastik bekas, membuat lubang pada bagian atas sebagai tempat memasukkan uang, melapisi botol menggunakan kertas karton, hingga menghiasnya sesuai kreativitas masing-masing siswa.
Selain melatih keterampilan, praktik tersebut juga menjadi media edukasi mengenai pentingnya memanfaatkan kembali barang bekas sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah. Dengan sedikit kreativitas, botol plastik dapat diubah menjadi celengan yang menarik dan bermanfaat. Harapannya, anak-anak semakin semangat menabung karena menggunakan celengan hasil karya mereka sendiri," ujar Amanda Salffa.
Suasana kegiatan berlangsung meriah di SDN Undar Andir 1 maupun SDN Undar Andir 2. Seluruh siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka dengan penuh semangat menghias celengan menggunakan warna dan gambar favorit masing-masing.
Tidak sedikit siswa yang saling menunjukkan hasil karyanya kepada teman-teman sambil mengungkapkan keinginan untuk segera mengisi celengan tersebut dengan uang tabungan mereka.Interaksi yang hangat antara mahasiswa KKM dan para siswa membuat suasana pembelajaran menjadi lebih hidup.
Kegiatan tidak hanya memberikan pengalaman baru mengenai pentingnya literasi keuangan, tetapi juga melatih kreativitas, kerja sama, serta rasa percaya diri anak-anak dalam menghasilkan karya dari bahan sederhana.
Sebagai penutup kegiatan, KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa menghadirkan frame foto bertema Gerakan Menabung yang telah dirancang khusus sebagai media dokumentasi sekaligus kampanye edukasi literasi keuangan sejak dini.
Seluruh siswa tampak gembira mengabadikan momen bersama mahasiswa KKM sambil menunjukkan celengan hasil karya mereka. Sesi foto bersama berlangsung penuh keceriaan dan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh para siswa.
Ketua KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa, Ahmad Mustopa, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar selama satu hari, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan positif bagi anak-anak. Melalui gerakan menabung dan pemanfaatan barang bekas menjadi celengan, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan secara bersamaan," ungkap Ahmad Mustopa.
Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa berharap budaya menabung dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang terus diterapkan oleh para siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah bersama keluarga.
Selain meningkatkan literasi keuangan sejak dini, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas melalui pemanfaatan barang bekas serta membangun karakter generasi muda yang lebih hemat, mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkunganu.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen KKM Kelompok 37 Universitas Bina Bangsa dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang edukatif, inovatif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Desa Undar Andir.
Oleh: KKM Kelompok 37
Mahasiswa Universitas Bina Bangsa .
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment