Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Dari Manik-Manik Jadi Rupiah: KKN Kolaborasi UIN Walisongo-SAIZU Asah Kreativitas Santri Panti
APERO FUBLIC I SEMARANG.-- Wonorejo-Pringapus. Di balik tembok sederhana pondok pesantren yang merangkap panti asuhan, beberapa pasang mata berbinar-binar. Bukan karena mainan baru, melainkan karena tangan-tangan mereka sedang asyik memilin dan merangkai manik-manik warna-warni menjadi gelang dan strap handphone cantik.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi UIN Walisongo Semarang dan UIN SAIZU Purwokerto hadir membawa semangat kreativitas dan kemandirian melalui pelatihan pembuatan gelang manik-manik, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang digagas Divisi Ekonomi Kreatif ini tak sekadar mengajarkan keterampilan. Lebih dari itu, para mahasiswa ingin menanamkan keyakinan kepada setiap santri sekaligus anak panti asuhan Yayasan Yadayanu bahwa tangan mereka mampu menciptakan karya berharga bahkan mendatangkan rupiah.
Dari Manik-Manik Kecil, Lahir Karya Besar
Suasana pelatihan terasa hangat dan penuh tawa. Para mahasiswa KKN dengan sabar mendampingi anak-anak, mulai dari mengenalkan alat dan bahan, memilih kombinasi warna, menyusun pola, hingga merangkainya menjadi gelang yang rapi dan estetik.
Setiap anak diberikan kebebasan bereksperimen. Ada yang memilih warna-warna cerah penuh keceriaan, ada pula yang menyusun pola simetris dengan ketelitian tinggi. Sesekali terdengar gelak tawa saat manik-manik terlepas dan harus disusun ulang. Namun semangat mereka tak pernah padam.
"Aku senang banget, Mbak! Baru pertama kali ini aku bikin gelang sendiri. Ternyata nggak sulit, malah seru!" ujar Kiran, salah satu santri dengan mata berbinar.
Mahasiswa KKN pun tak kalah antusias. Mereka dengan penuh kesabaran mengajari, memberi pujian atas setiap karya, dan terus memotivasi anak-anak untuk percaya pada kemampuan diri sendiri.
Hasil Penjualan Utuh untuk Santri Panti
Yang membuat kegiatan ini terasa istimewa dan bermakna adalah komitmen tim KKN untuk menyerahkan seluruh hasil penjualan gelang kepada para santri dan anak panti. Bukan sekadar pelatihan biasa, mahasiswa juga membantu memasarkan hasil karya melalui pameran kecil dan media sosial.
Dalam waktu singkat, puluhan gelang buatan tangan anak-anak laku terjual. Dan yang lebih membanggakan: seluruh keuntungannya diberikan langsung kepada mereka sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja keras mereka.
"Kami tidak mengambil untung sedikit pun. Semua hasil penjualan kami berikan utuh kepada anak-anak. Ini adalah bentuk penghargaan kami atas karya mereka. Kami ingin mereka bangga dan tahu bahwa tangan mereka bisa mendatangkan berkah," tegas Alika, koordinator kegiatan KKN Kolaborasi UIN Walisongo-SAIZU, dengan penuh haru.
Beberapa anak tampak tak dapat menyembunyikan kebahagiaan. Bagi sebagian dari mereka, ini adalah pengalaman pertama menghasilkan uang dari hasil karyanya sendiri. Senyum lebar mengembang di wajah-wajah polos mereka saat menerima amplop berisi hasil penjualan.
"Aku mau buat gelang lebih banyak lagi, kak! Ternyata bisa dijual dan dapat uang!" seru Kiran dengan penuh semangat.
Lebih dari Sekadar Kerajinan Tangan
Pelatihan ini menjadi pengingat bahwa setiap anak, termasuk mereka yang tinggal di panti asuhan, memiliki potensi yang perlu ditemukan dan dikembangkan. Melalui kegiatan sederhana ini, mereka belajar tentang kreativitas, yaitu berani mengeksplorasi ide dan menuangkannya dalam karya nyata.
Mereka juga belajar kemandirian, mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat dari bahan sederhana. Tak hanya itu, rasa percaya diri pun tumbuh saat mereka bangga dengan hasil karya dan berani menampilkannya. Yang tak kalah penting, mereka mulai mengenal kewirausahaan, bahwa keterampilan sederhana bisa menjadi peluang ekonomi.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren dan panti asuhan. Mereka pun memberikan tips dan motivasi agar anak-anak terus mengembangkan keterampilan ini dan bahkan bisa mengajarkan teman-teman lainnya.
Sinergi Dua Kampus untuk Satu Senyuman
KKN Kolaborasi UIN Walisongo dan UIN SAIZU yang digelar pada 14 Agustus 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antarkampus dapat melahirkan program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
Dengan semangat kebersamaan, para mahasiswa tidak hanya datang untuk mengajar, tetapi juga untuk menginspirasi bahwa dari keterampilan kecil, bisa lahir mimpi-mimpi besar. Bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada, pantas mendapatkan kesempatan untuk berkarya dan dihargai.
Penulis: Tim KKN Kolaborasi UIN Walisongo & UIN SAIZU (Dokumentasi dan liputan oleh tim PDD KKN Aksara).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment