Bisnis
Ekonomi
Kampus
Mahasiswa
Teknologi
Pendigitalisasian Dalam sektor produksi “Sepatu Adidas”: Optimalisasi Produksi Sepatu Adidas Dengan Bantuan Sistem Informasi
APERO FUBLIC I Kami mahasiswa semester 3 Universitas Pamulang telah melakukan wawancara dengan salah satu pihak yang berperan dalam kegiatan produksi di PT Adidas, yaitu Kak Rixa Izza Assistant Manager sebagai narasumber kami. Di era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar dalam dunia industri, khususnya pada sektor manufaktur.
Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan tenaga kerja, tetapi juga memanfaatkan sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta kualitas produksi. Sistem Informasi Manufaktur berperan penting dalam mengelola data, memperlancar komunikasi, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Melalui wawancara ini, kami bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem informasi dalam proses produksi sepatu Adidas, serta memahami berbagai kendala dan upaya yang dilakukan perusahaan dalam mengoptimalkan sistem tersebut.
Profil Perusahaan
Nama Perusahaan: Pabrik Sepatu Adidas
Narasumber: Rixa Izza (Assistant Manager)
Jenis Usaha: Manufaktur
Bidang: Produksi Sepatu
Hasil Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, diperoleh beberapa informasi terkait penerapan sistem informasi dalam proses produksi di PT Adidas.
Dalam kegiatan produksi, perusahaan menggunakan beberapa bentuk sistem informasi, yaitu sistem tertulis, sistem langsung, dan sistem internal perusahaan.
Sistem Tertulis
Sistem tertulis biasanya menggunakan media seperti WhatsApp dan email untuk menyampaikan informasi penting, laporan, maupun instruksi kerja. Keunggulannya, info bisa disimpan dan dicek lagi kapan aja. Tapi kekurangannya, kadang bisa disalahartikan kalau nggak jelas.
Sistem Langsung
sistem langsung dilakukan melalui komunikasi tatap muka seperti meeting atau briefing harian guna menyamakan pemahaman antar karyawan. Biasanya dipakai buat nyamain pemahaman biar semua tim ngerti tugasnya. Lebih efektif, tapi makan waktu produksi.
Sistem Internal Perusahaan
Sistem digital khusus (kayak software perusahaan) buat mantau data produksi, performa kerja, dll. Jadi semua data lebih terstruktur dan bisa dipakai buat analisis. Namun, dalam pelaksanaan nya terdapat beberapa tantangan dalam komunikasi di lingkungan kerja. Salah satu kendala utama adalah perbedaan pemahaman antar karyawan dalam menerima informasi.
Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perbedaan usia, karakter, serta kemampuan dalam menggunakan teknologi. Akibatnya, informasi yang disampaikan tidak selalu diterima dengan pemahaman yang sama oleh setiap karyawan, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan.
Dari segi produktivitas, Sistem informasi yang diterapkan dalam proses produksi memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap produktivitas kerja. Berdasarkan hasil wawancara, sistem ini mampu meningkatkan koordinasi antar tim sehingga pekerjaan menjadi lebih terarah.
Namun demikian, terdapat juga beberapa dampak negatif yang dirasakan. Komunikasi langsung seperti meeting atau briefing terkadang memakan waktu sehingga dapat mengurangi waktu produksi.
Selain itu, komunikasi tertulis juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman jika informasi yang disampaikan tidak jelas.Sistem informasi dapat meningkatkan koordinasi, namun juga dapat mengurangi waktu produksi jika tidak dikelola dengan baik.
Dalam implementasinya, perusahaan menggunakan sistem seperti SAP maupun sistem internal perusahaan. Sistem ini berperan dalam menyimpan data produksi, memantau performa kerja, serta mendukung proses pengambilan keputusan.
Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam penggunaannya. Sistem yang digunakan dinilai kurang fleksibel karena tidak dapat diakses melalui perangkat handphone. Selain itu, terkadang terdapat perbedaan antara data yang tercatat dalam sistem dengan kondisi aktual di lapangan, yang dapat mempengaruhi keakuratan informasi.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Perusahaan melakukan beberapa upaya dalam mengoptimalkan sistem informasi. Salah satunya adalah melalui kegiatan stok opname, yaitu mencocokkan data stok dalam sistem dengan kondisi nyata di lapangan.
Selain itu, perusahaan juga menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk mengatur alur produksi agar lebih terstruktur. Tidak hanya itu, dilakukan pula pra-production check untuk memastikan kesiapan sebelum proses produksi dimulai, sehingga dapat meminimalisir kesalahan.
Secara keseluruhan, Meskipun memberikan banyak manfaat, penerapan sistem informasi juga menghadapi berbagai tantangan. Berdasarkan hasil wawancara, salah satu tantangan utama adalah proses adaptasi teknologi oleh karyawan.
Selain itu, adanya ketergantungan terhadap perangkat juga menjadi kendala, karena jika terjadi gangguan pada sistem, maka proses kerja dapat ikut terhambat. Permasalahan lain yang masih sering terjadi adalah ketidaksesuaian antara data dalam sistem dengan kondisi nyata di lapangan.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses produksi di PT Adidas.
Penggunaan berbagai bentuk sistem informasi, baik secara tertulis, langsung, maupun melalui sistem internal, terbukti mampu membantu memperlancar komunikasi, meningkatkan koordinasi antar tim, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih terarah dan berbasis data.
Namun, dalam pelaksanaannya, sistem informasi yang digunakan belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi, seperti perbedaan pemahaman antar karyawan akibat faktor usia, karakter, dan kemampuan teknologi.
Selain itu, keterbatasan sistem yang tidak fleksibel serta tidak dapat diakses melalui perangkat mobile juga menjadi hambatan dalam mendukung efisiensi kerja. Permasalahan lain yang cukup krusial adalah adanya ketidaksesuaian antara data yang terdapat dalam sistem dengan kondisi nyata di lapangan.
Hal ini tentu dapat berdampak pada kurang akuratnya informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Oleh karena itu, meskipun sistem informasi sudah memberikan banyak manfaat, masih diperlukan perbaikan dan penyesuaian agar dapat berfungsi secara maksimal.
Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut, terdapat beberapa saran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan sistem informasi dalam proses produksi.
Pertama, perusahaan disarankan untuk mengembangkan sistem informasi yang lebih fleksibel dan dapat diakses melalui perangkat mobile. Hal ini penting agar karyawan dapat mengakses data secara real-time tanpa terbatas oleh perangkat tertentu, sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.
Kedua, perlu adanya pelatihan dan pembinaan secara berkala kepada karyawan terkait penggunaan sistem informasi. Dengan adanya pelatihan, diharapkan seluruh karyawan memiliki pemahaman yang sama serta mampu menggunakan teknologi dengan baik, sehingga dapat meminimalisir kesalahan dalam komunikasi dan pelaksanaan kerja.
Ketiga, perusahaan perlu meningkatkan pengawasan terhadap alur komunikasi, baik secara tertulis maupun langsung. Hal ini bertujuan agar informasi yang disampaikan lebih jelas, tidak menimbulkan kesalahpahaman, serta dapat diterima dengan baik oleh seluruh karyawan.
Keempat, penting untuk melakukan sinkronisasi data secara rutin antara sistem dan kondisi nyata di lapangan, misalnya melalui kegiatan stok opname atau pengecekan berkala. Dengan demikian, data yang digunakan dalam sistem akan lebih akurat dan dapat dipercaya sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
Dengan adanya perbaikan dan pengembangan tersebut, diharapkan sistem informasi yang digunakan dapat berjalan lebih optimal serta mampu meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Penulis:
- Rayel Naldy Hartino Melvino
- Dede Nurisma
- Wulan Septiani.
Kelompok 4 (Sistem Informasi Manufaktur)
Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Manajemen.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bisnis

Post a Comment