9/19/2019

Mitos Puyang Bumi Selebar Ayak

Apero Fublic.- Sewaktu aku masih kecil kakek dan nenekku sering menceritakan tentang seorang sakti yang sangat misterius. Legenda ini begitu populer sewaktu aku kecil. Hampir setiap anak-anak mengetahui cerita si Puyang Bumi Selebar Ayak. Konon, Puyang Bumi Selebar Ayak sering muncul di tengah masyarakat.

Dia menyamar menjadi orang tua, menjadi pengemis, menjadi orang yang sakit parah, atau orang yang terlunta-lunta. Terkadang dia muncul seperti orang gila. Tidak jarang juga dia muncul sebagai seorang pemuda yang gagah berani. Kadang berwujud laki-laki kadang bersalin rupa menjadi wanita tua yang buruk.

Di juluki Puyang Bumi Selebar Ayak karena dapat bergerak cepat ketempat-tempat jauh. Seakan-akan bumi ini hanya selebar ayak saja. Puyang ini tidak pernah mati. Dia hadir di sepanjang zaman. Banyak orang-orang tua berkata kalau Puyang Bumi Selebar Ayak adalah jelmaan dari Nabi Khidir.

Puyang Bumi Selebar Ayak datang membantu orang diwaktu genting sekali. Seakan-akan kepanjangan tangan Allah. Dia hadir tepat waktu untuk menyelamatkan manusia yang beruntung. Di antara cerita-cerita yang pernah aku dengar di tengah masyarakat sebagai berikut.

Mengobati orang sakit.
Pernah suatu ketika ada seorang lelaki yang menderita bertahun-tahun karena suatu penyakit. Tubunya kurus dan kuning. Sehingga orang mengira dia tidak akan hidup lama lagi. Akan segerah meninggal dunia. Namun si lelaki tetap sabar dan pasrah pada Allah. Menerimah ketentuannya dengan ikhalas.

Suatu hari datang seorang lelaki muda berumur 30-an tahun. Dia seperti seorang pengembara atau musafir. Orang itu juga mengaku sebagai penjelajah daerah-daerah. Orang tak dikenal itu mampir kerumah si orang sakit. Oleh keluarga lelaki yang sakit parah, orang asing itu diperlakukan dengan baik, layaknya tamu istimewa.

Si orang asing bertanya mengapa anak muda itu terbaring, apakah sakit, sudah berapa lama. Tubuhnya tinggal kulit dan tulang, berwarna kuning. Ayah pemuda yang sakit itu menceritakan semua. Termasuk lama sakit itu, sudah sekitar lima tahun. Kemudian setelah akan pamit pergi melanjutkan pengembaraan.

Si lelaki asing itu meminta segelas air putih. Air itu dia jampi-jampi dan dia usapkan kekepala dan rambut pemuda yang sakit parah itu. Kemudian si orang asing pamit pergi. Kalau dia lewat lagi mungkin akan mampir katanya. Kemudian pergi menghilang dan tidak tahu rimbanya lagi. Beberapa waktu kemudian si pemuda yang sakit parah perlahan membaik. Tubunya perlahan berisi dan sehat.

Hingga dua bulan dari hari itu si pemuda menjadi sehat seperti sediakalah. Bahkan bertambah sehat dari sebelum dia sakit. Orang tua dan keluarga si pemuda bersyukur pada Allah. Mereka juga menyadari kalau orang asing tersebut bukan orang sembarangan. Mereka bilang mungkin dia Puyang Bumi Selebar Ayah atau Nabi Khidir persi orang Melayu.

Membantu Orang Miskin.
Pernah suatu ketika ada seorang wanita balu,[1] hidup miskin dengan dua anaknya, satu laki-laki dan satu perempuan. Suaminya telah meninggal enam tahun lalu. Mereka hidup sederhana apa adanya. Anak lelakinya masih belum dewasa sehingga belum dapat membuka ladang baru. Suatu hari, beras mereka telah habis. Begitupun dengan makanan lain, seperti ubi, keladi, sagu, juga telah habis.

Wanita balu tersebut bersedih hati. Terkenang akan suaminya. Dia berkata seandainya suaminya tidak meninggal. Tidak mungkin mereka kehabisan makanan seperti ini. Dalam lamunan itu, tiba-tiba datang seorang wanita tua di halaman rumahnya. Wanita itu tampak lesu, baju bertambal-tambal, dan tubuhnya penuh koreng. Si wanita balu bertanya ada keperluan apa si nenek mampir.

Si nenek meminta makan dan minum dia kehausan dan kelaparan. Si wanita balu sedih sekali, mereka juga sedang bingung mau mencari kemana makanan. Tapi si wanita balu tetap baik hati. Dia memberi minum si nenek, dan memberi beberapa butir pisang rebus sisa sarapan mereka pagi tadi. Si nenek buruk rupa itu berterimah kasih dan makan pisang dan meminum air.

Setelah itu si nenek pamit, mengucap terimah kasih dan salam. Lalu menghilang di ujung jalan desa. Si wanita balu berusaha menghibur kesusahan hatinya. Dia berusaha melihat batang keladi yang baru dia tanam sebulan yang lalu di kebun belakang rumahnya. Mungkin sudah dapat di panen.

Saat dia melihat kebunya itu sudah berubah keadaannya. Ubi, pisang, keladi, sekarang tumbuh subur dan banyak umbi dan pisang bertandan siap masak. Betapa bahagia si ibu balu itu. Namun dia tidak habis pikir. Jelas-jelas kebun mereka masih baru ditanam semua. Tapi mengapa seolah-olah sudah lama. Karena bahagia dia bermaksud memberi tahu anaknya yang sedang tidur siang di kamar masing-masing.

Si wanita balu merasa belum yakin, apakah dia bermimpi. Saat dia masuk rumah, diatas meja sudah banyak makanan, begitupun di dalam bilik padinya sudah penuh dengan bulir padi dan siap di tumbuk. Maka selamatlah hidup si wanita balu itu sampai anaknya dapat berladang beberapa tahun kemudian.

Memberi Pelajaran Orang Kaya Yang Sombong
Pernah pada zaman dahulu ada orang kaya. Tapi dia sangat sombong dan takabur. Sehingga dia berlaku semena-mena dan merasa kekayaannya bukan dari keberkahan Allah tapi sebagai bentuk hasil kerja keras dan kepintarannya. Orang kaya tersebut sangat merendahkan orang-orang miskin.

Sehingga dia sering berbuat sewenang-wenang. Baginya tidak ada orang paling hebat selain dirinya. Pada suatu hari dia kedatangan orang tua yang berpakaian compang-camping, dan terlunta-lunta. Saat orang tua itu mampir di rumah si orang kaya. Maka orang kaya itu mengusir, memukul, dan mencaci maki orang tua tidak  dikenal itu. Maka si orang tua itu pergi, sambil menahan sakit.

Waktu berlalu,  dalam waktu sebulan kemudian si kaya mulai tertimpa musibah, dari kebakaran, kecurian, kerugian dan sakit parah. Sehingga tidak lama kemudian dia jadi orang paling miskin di desanya. Dua rumah panggung yang besar miliknya habis terbakar. Dia pun bersama keluarganya membuat gubuk bambu di tanah lapang bekar rumah terbakarnya.

Kesimpulan Dari Cerita
Kalau dicermati jalan cerita yang sepenggal-sepenggal itu memberikan cerminan pelajaran untuk semua orang. Seperti, hidup harus sabar menghadapi cobaan seperti cerita orang yang sakit. Kemudian hidup jangan berputus asa karena rahmat dan pertolongan tuhan itu dekat. Tercermin dalam cerita wanita balu dan si orang sakit. Kalau menjadi orang kaya, orang berkuasa jangan pernah berlaku sombong.

Dunia ini berputar, hari ini kaya besok lusa bisajadi orang paling miskin. Memperlakukan orang dengan baik. Menjamu tamu dengan baik. Menghormati orang tua kenal atau tidak. Menjadi manusia yang suka menolong. Berjiwa pahlawan dan suka membantu sesama. Jangan suka berbuat semena-mena. Apabila ditimpa musibah atau cobaan hendaklah jangan berputus asa. Menghargai orang jangan dilihat dari penampilannya. Jadilah orang sederhana.

Dampak Negatif Cerita Pada Paham Masyarakat
Cerita ini, membuat masyarakat selalu berhati-hati dengan orang-orang asing yang berlalu atau lewat. Terutama dengan orang yang berpenampilan tidak lazim. Seperti seorang wanita atau laki-laki tua yang bertamu kerumah seseorang dengan penampilan sederhana, misalnya berbaju compang camping. Ada kepercayaan kalau orang tua yang berlalu seperti musyafir adalah orang sakti.

Orang yang dia singgahi akan beruntung. Orang tua misterius yang sakti akan memberikan tua atau berkah pada rumah yang dia singgahi. Ada paham kalau pemilik rumah yang disinggahi berbuat tidak sopan dan berlaku sombong, maka Puyang Bumi Selebar Ayak akan memberikan hukuman. Seperti terkenah musibah, terkenah penyakit, terkenah kesialan yang berkepanjangan. Seandainya dia orang kaya akan menjadi miskin dalam beberapa waktu kemudian.

Dalam kepercayaan terhadap mitos ini, sangat rentan masyarakat terkena tipu di zaman sekarang. Karena tidak mustahil ada orang yang pura-pura menyamar menjadi pengemis dan kemudian pura-pura meramal atau berlagak sebagai orang memiliki kemampuan supranatural. Ada baiknya agar masyarakat jangan lagi mempercayai mitos Puyang Bumi Selebar Ayak. Tapi hanya menjadikan mitos atau legenda Puyang Bumi Selebar Ayak sebatas cerita rakyat atau sastra lisan biasa.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 19 September 2019.
Sketsa. Apero Fublic

Arti kata: Ayak sejenis saringan manual terbuat dari anyaman rotan. berbentu bulat hampir mirip tampa tapi anyaman jarang berlobang-lobang. Ayak di dalam cerita ini adalah ayak padi. Biasanya ayak ini berdiameter 50 cm.

[1]Balu berarti wanita yang ditinggal mati oleh suaminya.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment