-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Kampus Mahasiswi Opini Pendidikan CHILDFREE BUKAN SEKADAR GAYA HIDUP: Tapi Bom Waktu Demografi Indonesia
Kampus Mahasiswi Opini Pendidikan

CHILDFREE BUKAN SEKADAR GAYA HIDUP: Tapi Bom Waktu Demografi Indonesia

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
07 Oct, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC  I  Setiap kali kata “childfree” muncul di linimasa, reaksi yang datang hampir selalu personal: dianggap egois, melawan kodrat, atau durhaka pada orang tua. Padahal, di balik keputusan personal jutaan pasangan muda ini, ada angka yang jauh lebih besar dari sekadar urusan rumah tangga seseorang angka yang sedang diam-diam menggerogoti proyek besar bernama Indonesia Emas 2045.

Angka yang Terus Menurun, Separuh dari Lima Dekade Lalu

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total fertility rate (TFR) Indonesia angka rata-rata anak yang dilahirkan setiap perempuan sepanjang masa reproduksinya terus merosot dari sekitar 5,6 anak per perempuan pada awal 1970-an, menjadi hanya 2,13 anak per perempuan menurut Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.¹

Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengonfirmasi bahwa penurunan ini bukan cuma gara-gara program Keluarga Berencana (KB), melainkan juga perubahan pola hidup masyarakat, termasuk tren childfree: “Dan itu fenomena ini terbaca di angka-angka BPS. Iya, di data, sangat terbaca.”²

Yang membuat angka ini perlu diwaspadai adalah posisinya yang semakin mendekati replacement level, yaitu angka 2,1 anak per perempuan ambang minimal yang dibutuhkan agar jumlah penduduk tetap stabil dari generasi ke generasi.

Sonny bahkan menyebut lebih dari separuh penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa kini berada di provinsi-provinsi dengan TFR sudah di bawah angka replacement level itu. Ketika ditanya ke mana arah tren ini, jawabannya singkat: “Pasti turun.”³

Kenapa Ini Disebut “Bom Waktu”, Bukan Sekadar Tren Biasa

Istilah “bom waktu” bukan hiperbola kosong. Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, menyebutnya sebagai sinyal peringatan dini: “Penurunan angka kelahiran yang membawa TFR Indonesia mendekati level pengganti sebetulnya menjadi sinyal peringatan dini bagi agenda Indonesia Emas 2045.”⁴

Ia menjelaskan, selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia banyak ditopang oleh bonus demografi dan ketersediaan tenaga kerja murah dua hal yang sama sekali bergantung pada jumlah penduduk usia produktif yang terus bertambah.

Masalahnya, bonus demografi punya jendela waktu yang terbatas. Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memperkirakan Indonesia memasuki puncak bonus demografi pada periode 2030 hingga 2040, ketika proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) melampaui 60 persen dari total penduduk.⁵ 

Jika angka kelahiran terus menurun melewati jendela waktu ini, generasi produktif yang seharusnya menopang generasi lanjut usia di masa depan justru akan semakin menyusut sebuah kondisi yang oleh para demograf disebut aging population, atau penuaan penduduk sebelum sempat menjadi negara maju.

Dampaknya bukan cuma urusan jangka panjang di atas kertas. Rizal menjelaskan bahwa penurunan kelahiran dalam jangka panjang akan mengubah wajah daya beli domestik secara nyata: “Pertumbuhan rumah tangga muda melambat, sehingga sektor yang sangat bergantung pada kelahiran seperti ritel bayi, pendidikan dasar tertentu, dan properti keluarga besar, maka akan menghadapi tekanan struktural.”⁶

Dengan kata lain, efek domino dari rahim yang dipilih untuk tetap kosong pada akhirnya akan sampai ke meja makan, ke harga sewa rumah, bahkan ke lowongan kerja generasi mendatang.

Tapi Tunggu Dulu: Childfree Bukan Satu-Satunya Tersangka

Di sinilah letak jebakan logika yang perlu diluruskan. Menyalahkan childfree sebagai biang keladi tunggal krisis demografi ini adalah penyederhanaan yang keliru. Riset Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022 mencatat prevalensi perempuan yang memilih childfree di Indonesia hanya sekitar 8,2 persen, setara sekitar 71 ribu perempuan sebuah angka yang jauh terlalu kecil untuk menjelaskan sendirian penurunan TFR nasional secara nasional.⁷

Faktor dominan penurunan kelahiran, menurut BPS sendiri, tetap didominasi keberhasilan program KB sejak 1970, membaiknya layanan kesehatan yang menurunkan angka kematian bayi, dan meningkatnya usia pernikahan.

Lebih jauh lagi, menyamakan childfree dengan “keegoisan” mengabaikan konteks sosial yang melahirkannya. Riset-riset gender menunjukkan keputusan childfree pada perempuan Indonesia banyak didorong oleh akses pendidikan dan karier yang lebih terbuka, kekhawatiran terhadap stabilitas sosial-ekonomi, serta trauma dan pengalaman melihat beban ganda ibu dalam budaya patriarkis yang menuntut perempuan menanggung hampir seluruh pekerjaan domestik dan pengasuhan sendirian.⁸

Bagi banyak perempuan, memilih childfree bukan soal menolak anak, melainkan menolak sistem sosial yang tidak adil dalam membagi tanggung jawab pengasuhan.

Hak Individu Berhadapan dengan Kepentingan Kolektif

Konflik yang sesungguhnya terjadi di sini bukan antara “yang benar” dan “yang salah”, melainkan antara dua hak yang sama-sama sah namun saling bertabrakan. Di satu sisi, keputusan untuk memiliki anak atau tidak adalah hak reproduksi yang dilindungi sebagai bagian dari hak asasi manusia sesuatu yang berulang kali ditegaskan para peneliti gender: tubuh dan rahim perempuan bukan milik negara atau masyarakat untuk diatur semaunya.⁹

Di sisi lain, negara punya kepentingan kolektif yang sah untuk menjaga keberlanjutan struktur demografinya, karena krisis penuaan penduduk bukan risiko abstrak ia sudah lebih dulu dialami negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan, yang kini kewalahan mencari tenaga kerja muda dan menanggung beban fiskal lansia yang membengkak.

Pertanyaannya bukan “apakah childfree harus dilarang” karena jelas itu bukan ranah yang bisa dan boleh dipaksakan negara melainkan “mengapa negara belum serius membenahi faktor-faktor struktural yang membuat generasi muda ragu untuk punya anak”.

Biaya hidup yang tinggi, akses perumahan yang kian sulit dijangkau pasangan muda, minimnya cuti melahirkan dan dukungan pengasuhan anak di tempat kerja, dan stigma sosial berlapis yang dihadapi perempuan dengan atau tanpa anak adalah faktor-faktor yang jauh lebih layak dibenahi ketimbang menyalahkan individu yang memilih childfree.

Bukan Rahim yang Harus Disalahkan

Indonesia memang berpotensi menuju jendela bonus demografi yang sempit, dan fenomena childfree memang nyata berkontribusi pada tren penurunan angka kelahiran. Tetapi menuding individu sebagai penyebab tunggal krisis struktural adalah cara termudah sekaligus paling tidak adil untuk menyelesaikan masalah ini.

Para ahli menilai kondisi ini masih dapat dikelola bukan dengan memaksa setiap rahim untuk produktif, melainkan dengan kebijakan yang membuat memiliki anak terasa aman secara ekonomi dan adil secara sosial, bukan sekadar kewajiban moral yang dibebankan sepihak kepada perempuan.¹⁰

Bom waktu demografi ini memang nyata dan layak dikhawatirkan. Tapi sumbunya bukan ada di rahim perempuan yang memilih childfree melainkan di kebijakan negara yang sejauh ini masih sibuk menargetkan angka kelahiran, tanpa cukup serius membenahi alasan-alasan nyata di balik mengapa generasi muda hari ini merasa belum cukup aman untuk membesarkan generasi berikutnya.


Penulis:  Maratik Jeremia Kluifer Narmo
Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Pamulang.
Tangerang Selatan, September 2026.
Editor. Tim Redaksi

Catatan dan Sumber

1. Kompas.com, “BPS Ungkap Angka Kelahiran Indonesia Turun Tajam dalam 50 Tahun”, 27 Juli 2026.
2. Kompas.com, “BPS: Fenomena Child Free Ikut Tekan Angka Kelahiran di Indonesia”, 27 Juli 2026, kutipan Sonny Harry Budiutomo Harmadi.
3. Kompas.com, “BPS: Fenomena Child Free Ikut Tekan Angka Kelahiran di Indonesia”, 27 Juli 2026.
4. Disway.id, “Tren Childfree Meningkat, Isyarat Awal Tantangan Ekonomi”, 5 Desember 2026, kutipan M. Rizal Taufikurahman (INDEF).
5. Ketik.com, “Di balik Pilihan Childfree: Apa yang Dipertaruhkan Indonesia?”, mengutip data Kemenko PMK.
6. Disway.id, “Tren Childfree Meningkat, Isyarat Awal Tantangan Ekonomi”, 5 Desember 2026.
7. Penerbitadm.pubmedia.id, “Pembingkaian Realitas Sosial Childfree dalam Pemberitaan Media Alternatif Perempuan”, mengutip data SUSENAS 2022.
8. Jurnal UTA'45 Jakarta, “Keinginan untuk Childfree”; Repository UPN Jatim, kajian perspektif feminis atas fenomena childfree di Indonesia.
9. Repository UPN Jatim, “Childfree Perspektif Hak Reproduksi Perempuan”, mengutip UU Kependudukan tentang hak-hak reproduksi.
10. Harian Disway.id, “Fenomena Childfree dan Menurunnya Angka Kelahiran 2026”.

Sy. Apero Fublic
Via Kampus
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

FENOMENA IBU MUDA YANG TEGA BUANG ANAK: Salah Siapa? Hukum atau Moral Kita yang Runtuh?

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, October 07, 2026 0
FENOMENA IBU MUDA YANG TEGA BUANG ANAK: Salah Siapa? Hukum atau Moral Kita yang Runtuh?
APERO FUBLIC  I  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat Jawa Barat sebagai provinsi dengan kasus penelantaran anak terbanyak di Indone…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20262098
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Cirebon Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampu Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olahraga9 Olaraga Opini Opini Kampus Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara Sukoharjo SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Tegal Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN.--  Sebuah kegiatan outing kelas bertajuk "Pelestarian Budaya Lewat Permainan Tradisional" s...
  • Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa
    Sumber: pribadi/pedaljuara APERO FUBLIC   I  BEKASI.— Suasana di sekitar stan Bazaar Karya Juara perlahan berubah ketika siswa SMP Adisa mu...
  • Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017
    APERO FUBLIC  I  JAKARTA.—   Pemkab Musi Banyuasin menegaskan tetap mempedomani dan memberlakukan Permendagri Nomor 126 Tahun 2017 s...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang secara resmi mere...
  • WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?
    APERO FUBLIC  I  Ada satu angka yang cukup menjelaskan arah politik Indonesia hari ini: dari delapan partai politik yang lolos ...
  • Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia
    APERO FUBLIC  I  Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat membawa tantangan baru bagi kehidupan warga neg...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Prasasti Persumpahan Telaga Batu 1: Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Thursday, October 03, 2024
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Mengenal Piagam Leiden : Piagam Peninggalan Kedatuan Sriwijaya

Tuesday, October 08, 2024
Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Kisah Inspiratif : Mandiri Finansial di Usia 20-an

Monday, February 16, 2026

Popular Post

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo

KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo

Monday, September 07, 2026
WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

WACANA KOALISI PERMANEN: Demokrasi Tanpa Oposisi?

Saturday, September 26, 2026
Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Hukum Tata Negara sebagai Fondasi Mewujudkan Smart & Good Citizenship di Indonesia

Thursday, October 01, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 74 Berita 1946 Berita Daerah 1823 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1251 Brand 117 Budaya Daerah 42 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 70 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 129 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 6 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 15 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1355 Kesehatan 56 Kisah Legenda 10 Kuliner 34 Mitos 15 Opini 791 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 59 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 216 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 51 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us