Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Pelestarian Budaya Jawa di SMP Negeri 4 Prambanan Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Karawitan
APERO FUBLIC I SLEMAN.— SMP Negeri 4 Prambanan menghidupkan semangat pelestarian budaya Jawa melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Kamis sore, pukul 15.00–16.15 WIB di Pendopo Selorejo yang berada di sebelah barat sekolah dan diikuti oleh murid kelas VII dan VIII.
Kegiatan ini merupakan upaya sekolah dalam melestarikan sekaligus mengenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda, khususnya pelajar SMP. Program tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran yang mengasah keterampilan, seni, kreativitas, dan pengetahuan budaya lokal kepada murid. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung target 11.4 SDGs, yaitu memperkuat upaya perlindungan dan pelestarian warisan budaya dan alam dunia.
Ekstrakurikuler karawitan digelar dengan tujuan menumbuhkan rasa cinta murid terhadap kesenian tradisional. Para murid diperkenalkan dengan seperangkat alat musik gamelan lengkap beserta cara memainkannya, mulai dari teknik dasar menabuh hingga memainkan gendhing secara bersama-sama.
Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Giyat dan Watik selaku pelatih karawitan, serta didampingi Sindi Novitasari selaku guru pembina ekstrakurikuler karawitan. Sejumlah mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari Universitas Negeri Yogyakarta juga turut terlibat membantu melatih murid dalam belajar menabuh gamelan.
Dalam latihan tersebut, para murid mempelajari beberapa gendhing yang relatif sederhana dan mudah dipelajari untuk murid SMP, diantaranya yaitu Rena-Rena, Kuwi Apa Kuwi, Suwe Ora Jamu, dan Gugur Gunung. Antusiasme murid terlihat dari cara mereka mengikuti setiap instruksi pelatih dengan saksama sepanjang latihan berlangsung.
Latihan rutin mingguan ini memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan murid dalam memainkan alat musik tradisional. Melalui pengalaman langsung menabuh gamelan dan memainkan gendhing Jawa, murid tidak hanya mengasah kemampuan bermusik, tetapi juga semakin mengenal kekayaan budaya lokal bangsa.
Bukan hanya sekadar latihan musik, kegiatan yang dilakukan secara berkelompok ini juga melatih murid untuk bekerja sama, bertanggung jawab, dan saling menghargai satu sama lain.
Pendampingan dari pelatih, guru, dan mahasiswa PK turut membentuk kedisiplinan serta konsentrasi murid, sekaligus membuka ruang bagi mereka dalam mengembangkan bakat di bidang kesenian. Dengan berbagai manfaat tersebut, ekstrakurikuler karawitan dinilai memiliki kontribusi yang nyata dalam mewujudkan SDGs, khususnya pada poin ke-4 dan poin ke-11.
Ke depannya, kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SMP Negeri 4 Prambanan diharapkan dapat terus berjalan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya sekolah dalam menjaga kelestarian budaya lokal.
Kolaborasi antara pelatih, guru, dan mahasiswa PK diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi para murid, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang mencintai dan melestarikan budaya Jawa di tengah arus modernisasi.
Oleh: Ridwan Prasetya
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment