Feature
Kampus
Mahasiswi
Pendidikan
Yogyakarta
APERO FUBLIC I Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan praktik kependidikan kepelatihan seni bela diri Shorinji Kempo bagi kenshi/atlet SMP Negeri 2 Piyungan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk membina fisik, melatih konsentrasi, serta membentuk karakter disiplin atlet melalui olahraga bela diri Shorinji Kempo.
Mahasiswa Praktik Kependidikan UNY Membentuk Karakter Melalui Olahraga "Shorinji Kempo" di SMP Negeri 2 Piyungan
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK UNY bertindak sebagai pelatih dan pendamping yang memberikan materi dasar gerakan Kempo. Pembelajaran diawali dengan pemanasan fisik, pengenalan filosofi Kempo, hingga pelatihan teknik-teknik dasar seperti kuda-kuda (kamae), pukulan (tsuki), tangkisan (uke), serta tendangan (geri).
Seni bela diri Kempo tidak hanya mengajarkan teknik pertahanan diri, tetapi juga menekankan prinsip “Kasatsu Jiyo” dan pertahanan diri tanpa kekerasan yang berlebihan. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, para atlet diajak untuk memahami pentingnya mengendalikan diri, menghormati sesama, serta membangun rasa percaya diri.
Shorinji Kempo memiliki keunikan tersendiri karena mengintegrasikan latihan fisik dengan pembinaan mental. Setiap gerakan yang dipelajari bukan sekadar teknik pertarungan, melainkan juga sarana untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, dan ketekunan. Filosofi “kekuatan sejati” yang ditekankan dalam Shorinji Kempo bermakna bahwa kemampuan fisik yang prima harus berjalan seiring dengan kebijaksanaan jiwa.
Tubuh yang kuat tanpa pengendalian jiwa akan melahirkan kesombongan, sedangkan jiwa yang teguh tanpa dukungan fisik yang terlatih akan sulit menghadapi tantangan kehidupan. Oleh sebab itu, keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa menjadi kunci dalam setiap latihan.
Motif individu dalam berlatih Shorinji Kempo beragam sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing. Ada yang memulainya karena alasan kesehatan dan kebugaran, ada pula yang terdorong oleh keinginan untuk menguasai keterampilan bela diri sebagai bentuk pertahanan diri.
Tidak sedikit pula yang menjadikannya sebagai sarana pencarian jati diri, pembentukan karakter, bahkan pencapaian spiritual. Walaupun berbeda dalam motif awal, perjalanan seorang kenshi dalam Shorinji Kempo pada akhirnya mengarahkan pada pemahaman yang sama, bahwa esensi latihan ini adalah pembentukan kekuatan sejati, yaitu perpaduan antara ketahanan fisik, keteguhan jiwa, dan kejernihan pikiran.
Kekuatan sejati yang dimaksud dalam Shorinji Kempo bukanlah sekadar kemampuan mengalahkan lawan atau bertahan dari serangan. Lebih dari itu, kekuatan sejati adalah kemampuan untuk mengendalikan diri, mengatasi ego, dan menjadikan setiap kegagalan sebagai pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Seorang kenshi dilatih agar mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan, menjadikan kesalahan sebagai titik balik untuk berkembang, serta menumbuhkan keberanian untuk bangkit setelah terjatuh. Para kenshi/atlet Dojo SMP Negeri 2 Piyungan tampak antusias mengikuti setiap sesi latihan.
Pembagian kelompok latihan disesuaikan untuk memastikan setiap atlet dapat mempraktikkan gerakan dengan aman dan benar di bawah pengawasan mahasiswa pendamping.Selain meningkatkan kebugaran jasmani, latihan Kempo ini juga bertujuan untuk membentuk mental pantang menyerah serta jiwa sportivitas di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Penggunaan media peraga dan peragaan langsung (demonstrasi) oleh mahasiswa memudahkan peserta didik dalam memahami alur serta manfaat dari setiap gerakan yang dipelajari.Dengan demikian, kekuatan sejati tidak hanya mencerminkan ketahanan fisik, tetapi juga ketangguhan mental dan kebijaksanaan hidup.
Membicarakan tentang motif dalam berlatih Shorinji Kempo berarti membicarakan tentang motivasi terdalam seorang individu dalam menapaki jalan beladiri ini. Setiap orang mungkin memiliki alasan berbeda saat memulainya, tetapi latihan yang berkesinambungan akan mengarahkan mereka pada tujuan yang lebih universal: membentuk manusia yang berkarakter, disiplin, dan bermanfaat bagi sesama.
Melalui kegiatan Praktik Kependidikan ini, diharapkan latihan bela diri Shorinji Kempo dapat menjadi wadah positif bagi kenshi/atlet dojo SMP Negeri 2 Piyungan dalam menyalurkan energi secara produktif, sekaligus mendukung pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas dan tangguh.
Oleh: Melfa Noormalia Faudi
Mahasiswi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Yogyakarta.
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment