Feature
Kampus
Mahasiswi
Pendidikan
Kampanye “Generasi Sehat Tanpa Rokok dan Minuman Keras” Digelar di SMP Negeri 4 Sleman
APERO FUBLIC I SLEMAN.-- Sebuah kegiatan edukasi bertajuk "Generasi Sehat Tanpa Rokok dan Minuman Keras" berhasil dilaksanakan di Laboratorium Ipa SMP Negeri 4 Sleman pada hari Selasa lalu. Kegiatan ini digagas oleh mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta yang berjumlah 10 orang, mulai dari kelas tujuh hingga kelas sembilan, menjadi sasaran utama acara yang berlangsung di halaman sekolah tersebut (18/09/2026).
Tema besar yang diusung sejalan dengan tujuan ketiga Sustainable Development Goals (SGDs), yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya pada target pencegahan penyalahgunaan zat adiktif serta pengendalian konsumsi rokok di kalangan usia dini.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa akan bahaya rokok dan minuman keras sejak usia remaja, sekaligus membekali mereka pengetahuan praktis untuk menolak ajakan lingkungan yang kurang sehat.
Prosesnya diawali dengan melaksanakan kegiatan kokurikuler kebersihan kelas, dan lingkungan sekolah, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu pemaparan video edukatif dan pemaparan materi poster dengan tema Generasi Sehat Tanpa Rokok dan Minuman Keras.
Materi disampaikan dengan cara berkelompok dan, pemutaran video edukatif, serta sesi tanya jawab yang dipandu langsung mahasiswa Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta, dan terutama mahasiswa Praktik Kependidikan dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi.
Hasil dari kegiatan ini terlihat cukup menggembirakan. Sebagian besar siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi tanya jawab, ditandai banyaknya pertanyaan seputar dampak jangka panjang rokok terhadap prestasi olahraga mereka sendiri.
Dampak jangka pendek yang tampak adalah meningkatnya pemahaman siswa mengenai bahaya zat adiktif, sementara manfaat jangka panjangnya diharapkan berupa penurunan angka coba-coba merokok pada usia sekolah menengah pertama.
Kontribusi kegiatan ini terhadap pencapaian SDGs cukup nyata, sebab langsung menyentuh indikator penguatan pencegahan penyalahgunaan zat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah bebas asap rokok sesuai kebijakan Kawasan Tanpa Rokok.
Ke depan, pihak sekolah dan tim pelaksana berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai acara seremonial semata, melainkan berlanjut dalam bentuk program rutin, misalnya pembentukan duta anti-rokok dari kalangan siswa sendiri.
Harapan besar juga disematkan agar nilai-nilai yang ditanamkan hari itu benar-benar melekat dalam keseharian siswa, bukan sekadar pengetahuan yang menguap begitu acara usai.
Oleh: Zidane Akbar Noor Rachman
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment