Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Ibu-Ibu dan Warga Gading Kulon Ikuti Sosialisasi dan Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah
APERO FUBLIC I SLEMAN.— Dukuh Gading Kulon, Kalurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, menjadi lokasi penyelenggaraan sosialisasi dan workshop pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi. Kegiatan ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, yang selama ini kerap dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan. Melalui pelatihan ini, warga diajak untuk melihat limbah dapur tersebut bukan sekadar sampah, melainkan bahan baku yang bisa disulap menjadi produk bernilai ekonomis.
Kegiatan berupa sosialisasi dan workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah ini diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di kediaman Bapak Sugeng selaku Ketua RT 06, menyasar ibu-ibu rumah tangga dari RW 21 dengan sekitar 25 peserta.
Sesi kedua digelar pada Minggu, 13 September 2026, menyasar warga RW 19 dan RW 20 dengan jumlah peserta meningkat menjadi sekitar 40 orang. Kegiatan ini diinisiasi oleh Lisa Mawardah, mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Sebagai program kerja utama individu dalam Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKNM) Kelompok 29228 UNY Tahun 2026, di bawah bimbingan Dr. Eng. Sarwo Pranoto, S.T., M.Eng. selaku dosen pembimbing lapangan, serta dibantu oleh Arlinda Aisya M., Berliana Ata Rizky Safitri, Iqbal Mustafa, Fahriza Iffah Handayani, dan Caravella Zahra.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengedukasi warga mengenai pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Prosesnya diawali dengan penjernihan minyak menggunakan bleaching earth yang didiamkan satu hari hingga kotoran mengendap.
Kemudian dilanjutkan netralisasi bau menggunakan arang aktif selama satu hari, kemudian pemanasan minyak yang dicampur parafin wax dan stearin acid hingga larut, pemberian pewarna oil dan fragrance oil beraroma lavender, penuangan ke cetakan bersumbu, hingga tahap akhir berupa penaburan bunga lavender kering di permukaan lilin yang mulai mengeras.
Program ini sejalan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production), melalui upaya mengubah limbah minyak jelantah menjadi produk baru yang bernilai guna dan bernilai ekonomi, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah rumah tangga yang tidak tepat.
Dari sisi dampak, kegiatan ini membawa manfaat ganda: mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu di Gading Kulon. Ketua RW 21, Bapak Wawan Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bermanfaat sebagai solusi penerangan saat pemadaman listrik darurat sekaligus peluang usaha bagi masyarakat.
"Berterima kasih dengan adanya agenda workshop ini, sangat bermanfaat bagi masyarakat sebagai penerangan ketika darurat mati listrik. Selain itu, dari sisi ekonomi bisa menjadi peluang usaha dan menjadi bekal untuk masyarakat agar bisa berkreasi sendiri sehingga menjadi sumber ekonomi. Agenda ini sekaligus menjadi penambahan wawasan untuk masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, perwakilan ibu-ibu sekaligus tuan rumah pada sesi pertama, Ibu Murniningsih, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menjadi ide bisnis baru.
"Dari sisi kemanfaatan, acara ini sangat-sangat bermanfaat untuk mengurangi limbah rumah tangga dan bisa menjadi salah satu ide bisnis dengan memanfaatkan bahan-bahan di sekitar kita, salah satunya minyak jelantah," ujarnya.
Dengan terselenggaranya dua sesi di tiga wilayah RW berbeda, program ini juga menunjukkan keberlanjutan dan perluasan dampak yang sejalan dengan semangat SDGs poin ke-12.
Melalui program ini, Lisa Mawardah berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Gading Kulon, sejalan dengan bidang keilmuan pemasaran yang ditekuninya, yakni dengan mendorong terciptanya produk rumahan yang memiliki nilai jual dan berdaya saing.
Produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini berpotensi dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan rumahan yang dapat menambah pemasukan keluarga, sekaligus menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan di tingkat masyarakat akar rumput.
Oleh: Tim KKNM Kelompok 29228
Liputan kegiatan Lisa Mawardah, mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment