Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Beragam Perguruan, Satu Semangat: IPSI Kota Yogyakarta Jadi Wadah Pembinaan Anak
APERO FUBLIC I YOGYAKARTA.— Pencak silat menjadi sarana penting untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keberanian, sportivitas, dan rasa percaya diri sejak usia dini. Melalui latihan yang terarah dan berkelanjutan, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan fisik, keterampilan gerak, serta belajar menerapkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam pencak silat.
Upaya pembinaan tersebut turut dilakukan oleh Akda Dwi Puspasari sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melalui kegiatan Praktik Kependidikan.
Kegiatan ini dilaksanakan di IPSI Kota Yogyakarta sejak Senin, 20 Juli 2026 hingga Jumat, 25 September 2026 sebagai bagian dari pengalaman mahasiswa dalam menerapkan ilmu kepelatihan olahraga secara langsung di lapangan dan memastikan Pendidikan inklusif secara merata.
Dalam kegiatan tersebut, Akda Dwi Puspasari mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam proses pembinaan dan pendampingan latihan pencak silat, khususnya pada atlet usia anak. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Drs. Agung Nugroho A. M., M.Si. selaku pembina dan Agil Yudhono, S.Pd.Kor. selaku pelatih.
Praktik Kependidikan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan kepelatihan yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memahami karakteristik atlet usia anak, menyusun dan melaksanakan proses latihan sesuai kebutuhan atlet, serta mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam memberikan pendampingan latihan yang aman, terarah, dan menyenangkan.
Lingkungan latihan di IPSI Kota Yogyakarta juga memberikan pengalaman yang menarik karena mempertemukan anak-anak dari berbagai perguruan pencak silat. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus memberikan ruang bagi para atlet muda untuk berlatih dan berkembang bersama.
Perbedaan perguruan tidak menjadi penghalang dalam proses latihan. Namun Sebaliknya, keberagaman ini dapat menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengenal, menghargai, dan berinteraksi dengan pesilat dari latar belakang yang berbeda.
Setiap perguruan memiliki karakteristik, tradisi, dan metode latihan masing-masing, namun tetap memiliki tujuan yang sama dalam mengembangkan pencak silat dan membina generasi muda.
Dalam proses latihan, pembinaan tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik pencak silat seperti tendangan, pukulan, tangkisan, elakan, dan teknik jatuhan. Berbagai kemampuan fisik dan gerak juga menjadi bagian penting dalam proses kepelatihan, seperti kelincahan, keseimbangan, koordinasi, kecepatan, serta kemampuan anak dalam memahami dan mengikuti instruksi.
Materi latihan diberikan dengan mempertimbangkan usia dan kemampuan masing-masing atlet. Pendekatan tersebut diperlukan agar latihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi, tetapi juga memberikan pengalaman olahraga yang aman dan menyenangkan bagi anak. Adanya suasana latihan yang positif, anak diharapkan dapat lebih termotivasi untuk mengikuti proses latihan dan mengembangkan kemampuan secara bertahap.
Selain kemampuan teknik dan fisik, pencak silat juga menjadi media untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Anak-anak dibiasakan untuk hadir tepat waktu, mengikuti arahan pelatih, menggunakan perlengkapan latihan dengan baik, menghormati pelatih dan teman latihan, serta menjaga sikap selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi kepelatihan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap proses pembinaan atlet pencak silat usia anak. Melalui pendampingan yang terarah, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan kemampuan teknik dan fisik sekaligus memperoleh pengalaman positif dalam berolahraga.
Keberadaan IPSI Kota Yogyakarta sebagai lingkungan latihan bersama menunjukkan bahwa pembinaan pencak silat dapat dilakukan dengan semangat kebersamaan. Anak-anak dari berbagai perguruan memiliki ruang untuk berkembang, sementara mahasiswa kepelatihan mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata.
Pada akhirnya, pembinaan pencak silat sejak usia dini bukan hanya tentang mencetak atlet yang mampu meraih prestasi di arena pertandingan. Lebih dari itu, proses pembinaan diharapkan dapat membentuk generasi muda yang sehat, aktif, disiplin, percaya diri, sportif, dan memiliki karakter yang kuat.
Oleh:
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment