Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mengurai Potensi Desa Pesantunan: Inovasi Agro-Ternak Terpadu Mahasiswa KKNTIPB University
Foto bersama dengan seluruh peserta kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Agro Ternak
Terpadu (dokumentasi pribadi).
APERO FUBLIC I BREBES.— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB
University menghadirkan inovasi dan pendampingan terpadu bagi warga Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melalui program kerja Agro-Ternak Terpadu. Program ini mengusung pendekatan pengelolaan sektor pertanian dan peternakan secara efisien dan ramah lingkungan.
Foto registrasi presensi peserta kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Agro Ternak Terpadu (dokumentasi pribadi).
Konsep Zero Waste dalam Agro-Ternak Terpadu
Agro-Ternak Terpadu merupakan sistem integrasi antara kegiatan pertanian (agro) dan
peternakan (ternak) untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya lokal. Dengan
menerapkan prinsip zero waste, limbah hasil pertanian diolah kembali menjadi pakan ternak berkadar nutrisi, sedangkan kotoran ternak diproses menjadi pupuk kompos berkualitas
yang dapat dijual maupun mengembalikan kesuburan tanah pertanian.
Melalui sistem sirkular ini, peternak dan petani di Desa Pesantunan didorong untuk
mengurangi biaya operasional pembelian pakan serta pupuk kimia, sekaligus meminimalkan dampak pencemaran lingkungan sekitar.
Foto peserta antusias dengan bertanya mengenai kendala di lapangan terkait peternakan (dokumentasi pribadi).
Empat Pilar Pendampingan KKNT IPB University
Dalam melaksanaan program kerja Agro-Ternak Terpadu, mahasiswa KKNT IPB University mendampingi Kelompok Tani Ternak Domba "Bantun Sejahtera" di Desa Pesantunan
dengan empat fokus materi utama:
1. Manajemen Pakan dan Inovasi Mineral Blok
Mahasiswa mengedukasi warga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi tepat sesuai umur dan fase produksi ternak. Selain pemanfaatan hijauan (rumput gajah, odot, indigofera, lamtoro, dan limbah pertanian) serta pakan konsentrat berbahan limbah lokal (dedak padi, ampas tahu, bungkil), mahasiswa memperkenalkan Mineral Blok.
Apa itu mineral blok?
Suplemen pakan berbentuk padat yang mengandung mineral makro, mikro, vitamin, dan molases. Ternak mengonsumsinya dengan cara dijilat untuk menjaga kesehatan rumen,
meningkatkan pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan performa reproduksi.
2. Manajemen Perkandangan yang Sehat
Sistem perkandangan diajarkan secara terstruktur untuk menjamin kenyamanan ternak:
● Arah Kandang: Direkomendasikan membujur dari barat ke timur untuk mengurangi
paparan sinar matahari langsung, kestabilan suhu, dan mengoptimalkan sirkulasi
udara.
● Model Kandang: Membandingkan keunggulan kandang panggung yang lebih bersih, kering, dan higienis.
● Penyekatan Teratur: Pengaturan tata ruang kandang yang dipisah secara sistematis,
mulai dari tempat jantan muda, jantan dewasa, betina dewasa, sapihan, hingga induk
menyusui.
3. Optimasi Reproduksi dan Efisiensi Beranak
Guna meningkatkan populasi ternak warga, disosialisasikan manajemen reproduksi tepat
waktu. Dengan mengenali tanda birahi betina (Abang, Abuh, Anget) serta pencatatan tanggal kawin yang disiplin, siklus beranak ideal (8–9 bulan) dapat dicapai. Lewat skema ini,
seekor induk kambing/domba mampu beranak hingga 3 kali dalam periode 2 tahun.
4. Penerapan Biosecurity dan Pengendalian Penyakit.
Kesehatan ternak dijaga melalui standar biosecurity ketat, yang meliputi:
● Sanitasi dan pembersihan kotoran secara berkala.
● Karantina ternak baru selama \pm 14 hari sebelum disatukan ke kandang utama.
● Isolasi ternak yang terindikasi sakit (seperti mata merah, kembung, mencret, atau
cacingan).
● Pengendalian hama lalat dan serangga penular penyakit.
5. Membangun Kemandirian Kelompok Tani Ternak.
Inisiatif Agro-Ternak Terpadu ini diharapkan dapat menumbuhkan iklim peternakan yang
mandiri, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pesantunan. Sinergi antara
wawasan akademis dari mahasiswa KKNT IPB University dan pengalaman para peternak
lokal menjadi langkah nyata dalam memajukan perekonomian desa di wilayah Kecamatan
Wanasari, Brebes.
"Peternakan yang maju lahir dari kemauan untuk terus belajar bersama. Melalui
pendampingan Agro-Ternak Terpadu, kami berharap semangat beternak secara cerdas dan sehat ini terus mengakar kuat di Desa Pesantunan."
Oleh: Perwakilan Mahasiswa KKNT IPB University Desa Pesantunan.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment