Ekonomi
Feature
JATIM
Kampus
KKN
Mahasiswa
Malang
Pendidikan
UKM-Bisnis
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang Luncurkan “Tangkil Delights “ Untuk Dorong Green Economy Desa Sumbertangkil
APERO FUBLIC I SUMBERTANGKIL.— Transformasi ekonomi pedesaan kini semakin nyata seiring dengan hadirnya inovasi-inovasi segar dari kaum intelektual muda. Dalam upaya mengoptimalkan potensi hasil pertanian lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat yang berbasis pelestarian lingkungan, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi meluncurkan sebuah terobosan program pangan berkelanjutan bertajuk “Tangkil Delights”.
Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi yang menjadi tonggak awal program ini diselenggarakan pada hari Kamis, 13 Agustus 2026. Berpusat di jantung Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, program ini secara khusus merangkul para agen perubahan di tingkat keluarga, yakni ibu-ibu warga RT 01.
Tantangan Komoditas Mentah dengan Ekonomi Hijau
Lahirnya inisiatif "Tangkil Delights" tidak terlepas dari pengamatan komprehensif mahasiswa KKN UMM terhadap kekayaan alam Desa Sumbertangkil. Desa ini dikenal memiliki kelimpahan komoditas buah-buahan lokal saat musim panen tiba. Sayangnya, melimpahnya hasil bumi ini seringkali berujung pada penjualan dalam bentuk mentah (raw material) kepada tengkulak dengan harga yang relatif sangat terjangkau.
Untuk memutus siklus tersebut, mahasiswa KKN UMM membawa gagasan Green Economy. Pendekatan ekonomi hijau dalam "Tangkil Delights" berfokus pada efisiensi pemanfaatan sumber daya alam tanpa merusak ekosistem.
Tujuannya adalah menciptakan nilai tambah pada komoditas lokal agar menjadi produk kuliner bernilai jual tinggi, sekaligus meminimalisasi limbah pangan (zero waste) dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan mengolah hasil panen secara mandiri di tingkat desa, rantai pasok distribusi yang panjang dapat dipangkas. Hal ini tidak hanya menjaga ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka keran pendapatan baru yang dapat mendongkrak kesejahteraan warga secara signifikan.
Tiga Pilar Inovasi Produk "Tangkil Delights"
Dalam sesi inti kegiatan, para mahasiswa tidak sekadar berteori. Mereka menggelar demonstrasi interaktif yang memperagakan langkah demi langkah pembuatan tiga lini produk unggulan dari potensi alam Sumbertangkil,yaitu pisang, salak, dan kopi.
1. Bolu Pisang Tangkil: Modernisasi Resep Klasik
Pisang lokal yang melimpah dan seringkali terbuang jika terlalu matang kini diadaptasi menjadi sajian kue bolu premium yang bertekstur sangat lembut dengan aroma karamelisasi alami yang khas.
Keunggulan: Inovasi ini memadukan resep yang sangat ekonomis dengan teknik pemanggangan presisi. Hasilnya adalah produk bakery yang memiliki umur simpan lebih lama secara alami, sama sekali tanpa menggunakan bahan pengawet sintetik.
2. Asinan Buah Segar Tropis
Musim panen raya buah seringkali membuat harga salak, kedondong, dan rambutan anjlok. "Tangkil Delights" menjawabnya dengan produk asinan buah segar.
Keunggulan: Mengombinasikan ketiga buah tersebut ke dalam satu kemasan olahan yang menghadirkan ledakan cita rasa asam, manis, dan pedas yang menyegarkan. Proses pengasinan ini merupakan teknik pengawetan alami yang sangat efektif untuk memperpanjang masa simpan buah, sekaligus meroketkan daya tarik dan harga jual komoditas tersebut di pasaran.
3. Banana Coffee Latte: Membidik Pasar Generasi Muda
Untuk membuktikan bahwa bahan lokal desa mampu bersaing dengan tren urban, mahasiswa KKN memperkenalkan Banana Coffee Latte.
Keunggulan: Ini adalah inovasi minuman kekinian yang secara brilian memadukan kelembutan perisa alami pisang lokal ekstrak dengan ketajaman rasa kopi modern. Produk ini dirancang khusus secara strategis untuk membidik segmen pasar generasi muda atau Gen Z, serta para penikmat kopi yang selalu mencari variasi rasa baru.
Alasan utama dipilihnya ibu-ibu RT 01 Desa Sumbertangkil sebagai sasaran utama adalah karena mereka memegang peranan yang sangat krusial dalam manajemen ekonomi dan gizi rumah tangga. Antusiasme warga terlihat sangat luar biasa selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya duduk menyimak materi, tetapi secara aktif terlibat langsung dalam:
Proses pengolahan bahan baku dasar.
Sesi pencicipan hasil produk (food tasting) untuk kalibrasi rasa.
Diskusi dua arah mengenai teknik pengemasan (packaging) yang tidak hanya estetis dan kekinian, tetapi juga menjamin standar kebersihan (higienis).
Edukasi Bisnis dan Pemasaran Digital
Mahasiswa KKN UMM menyadari bahwa produk yang baik harus diiringi dengan strategi pemasaran yang cerdas. Oleh karena itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pelatihan edukatif yang difokuskan pada Pemasaran Digital. Mahasiswa memberikan panduan dasar tentang cara memanfaatkan platform media sosial, terutama TikTok untuk memasarkan produk skala rumah tangga.
Pendekatan ini dinilai sangat penting agar produk hasil kreasi warga tidak hanya beredar di ruang lingkup desa, tetapi mampu menjangkau pangsa pasar konsumen yang lebih luas di luar batas desa.
Harapan Masa Depan, dari Rintisan Menuju Kemandirian
Peluncuran "Tangkil Delights" bukanlah garis akhir dari program KKN Universitas Muhammadiyah Malang, melainkan sebuah batu loncatan. Harapan terbesarnya adalah agar program ini tidak terhenti sebagai dokumentasi demonstrasi semata, melainkan terus berjalan dan berkembang menjadi UMKM kebanggaan Desa Sumbertangkil.
Melalui pemanfaatan komoditas lokal yang diolah dengan sentuhan kreativitas dan pengetahuan bisnis digital, warga RT 01 diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri, berdaya saing tinggi, sejahtera secara finansial, dan tentunya tetap selaras dengan pelestarian lingkungan.
Oleh: Ghefira Putri Prisilia
Informasi Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi

Post a Comment