Bantaeng
Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Edukasi Warga Desa Baruga Kurangi Sampah Plastik
Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng — 6 Agustus 2026
APERO FUBLIC I BANTAENG.-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk "Edukasi Pengurangan Sampah Plastik dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Baruga". Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga yang selama ini belum tertangani dengan baik.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 5 hingga 6 Agustus 2026, dengan menyasar ibu rumah tangga di Desa Baruga, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng. Pemilihan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan. Kelompok mahasiswa menilai bahwa ibu rumah tangga merupakan pihak yang paling sering melakukan aktivitas belanja ke pasar, sehingga memiliki peran penting dan strategis dalam menentukan seberapa banyak plastik sekali pakai yang masuk ke lingkungan rumah tangga setiap harinya.
Dalam pelaksanaannya, program ini menggunakan metode kunjungan langsung dari rumah ke rumah (door to door). Metode ini dipilih agar edukasi yang diberikan dapat lebih personal, interaktif, dan memungkinkan warga untuk bertanya secara langsung mengenai persoalan sampah yang mereka hadapi sehari-hari.
Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa KKN-T mendatangi rumah-rumah warga satu per satu untuk memberikan penjelasan mengenai cara memilah dan mengelola sampah rumah tangga dengan baik, serta langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari, terutama saat berbelanja.
Sebagai bentuk dukungan nyata dan tindak lanjut dari edukasi yang diberikan, mahasiswa juga membagikan goodybag dan leaflet kepada warga yang dikunjungi. Goodybag dimaksudkan sebagai pengganti kantong kresek plastik saat berbelanja ke pasar, sehingga warga memiliki alternatif konkret untuk langsung mempraktikkan materi edukasi yang telah disampaikan.
Sementara itu, leaflet berisi ringkasan informasi mengenai bahaya sampah plastik serta panduan sederhana pengelolaan sampah rumah tangga, sehingga warga tetap dapat membaca dan mengingat kembali materi edukasi tersebut meskipun kunjungan mahasiswa telah selesai.
Program ini digagas berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa selama berada di lokasi KKN. Salah satu persoalan mendasar yang ditemukan adalah belum adanya layanan angkutan sampah di Desa Baruga. Akibat ketiadaan fasilitas tersebut, sampah rumah tangga yang dihasilkan warga tidak dapat terangkut dan menumpuk begitu saja. Untuk mengatasinya, sebagian besar masyarakat memilih membakar sampah atau membuangnya langsung ke laut, mengingat lokasi desa yang berada di kawasan pesisir.
Kedua cara tersebut, menurut mahasiswa KKN-T, sesungguhnya bukan merupakan solusi, melainkan menimbulkan persoalan baru yang tidak kalah serius. Pembakaran sampah menghasilkan asap yang mencemari udara dan berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan warga, sementara pembuangan sampah ke laut menyebabkan pencemaran ekosistem laut, termasuk keberadaan mikroplastik yang sulit terurai dan dapat berdampak jangka panjang terhadap biota laut serta kehidupan nelayan setempat.
Kedua cara tersebut, menurut mahasiswa KKN-T, sesungguhnya bukan merupakan solusi, melainkan menimbulkan persoalan baru yang tidak kalah serius. Pembakaran sampah menghasilkan asap yang mencemari udara dan berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan warga, sementara pembuangan sampah ke laut menyebabkan pencemaran ekosistem laut, termasuk keberadaan mikroplastik yang sulit terurai dan dapat berdampak jangka panjang terhadap biota laut serta kehidupan nelayan setempat.
Melalui program edukasi door to door yang dilengkapi dengan pembagian goodybag dan leaflet ini, mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Baruga dapat mulai membangun kesadaran dan kebiasaan baru dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.
Perubahan ini tidak diharapkan terjadi secara instan, melainkan secara bertahap dan berkelanjutan, seiring dengan semakin terbiasanya warga menggunakan goodybag, membaca panduan pada leaflet, dan menerapkan prinsip pengurangan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh: Tim KKN-T Baruga
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Gelombang 116 Universitas Hasanuddin
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bantaeng

Post a Comment