Bantaeng
Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Dampingi UMKM Poteng Ubi di Kelurahan Onto, Berhasil Ciptakan Merek "Gambang Balap"
APERO FUBLIC I BANTAENG.-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 116 "Pemberdayaan Desa" Universitas Hasanuddin (Unhas) yang bertugas di Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, berhasil menjalankan program pendampingan pengembangan produk UMKM poteng ubi. Program ini bertujuan meningkatkan nilai jual produk fermentasi khas tersebut melalui perbaikan standar produksi, kemasan, dan strategi pemasaran digital.
Poteng ubi merupakan makanan olahan fermentasi berbahan dasar ubi yang telah lama digemari masyarakat Kelurahan Onto. Namun selama ini produksinya masih dilakukan secara rumahan tanpa Standar Operasional Prosedur (SOP) baku, kemasan standar, maupun strategi pemasaran yang jelas, sehingga nilai jual dan jangkauan pasarnya masih terbatas.
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN-T 116 yang diketuai oleh Atiqah Chandraningtyas bersama enam anggota tim, yaitu Andi Abdul Hadi Roozzaaq Anwar, Dinda Syifa Khairunnisa, Eka Apriandi, Kezya Angella Pasang, Muhammad Ibrahim Basri, dan Salsabila, di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Novy Nur Rahmillah Ayu Mokobombang, S.T., M.T., Ph.D., merancang serangkaian program pendampingan yang menyeluruh, mulai dari penyusunan SOP produksi, pembuatan identitas merek, hingga pemasaran digital.
Salah satu hasil nyata dari program ini adalah lahirnya identitas merek baru bernama "Gambang Balap", lengkap dengan logo dan kemasan standar pangan yang lebih higienis dan menarik. Produk kini dikemas dalam porsi yang seragam dan dilengkapi stiker label berisi informasi merek, kontak pemesanan, hingga petunjuk penyimpanan.
Atiqah Chandraningtyas selaku Ketua Tim menuturkan bahwa program ini lahir dari keinginan sederhana untuk membantu warga mengangkat potensi kuliner lokal yang sebenarnya sudah lama ada di tengah masyarakat.
"Poteng ubi ini sudah jadi bagian dari keseharian warga Onto, tapi belum banyak yang tahu di luar Bantaeng. Kami ingin bantu supaya produk ini punya identitas yang jelas, kemasan yang lebih layak jual, dan bisa dijangkau pembeli dari luar daerah lewat media sosial," ujarnya.
Selain aspek produksi dan kemasan, mahasiswa juga mendampingi pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Akun promosi resmi kini telah dibuat di Instagram dan WhatsApp Business, serta lokasi usaha telah didaftarkan pada Google Maps agar lebih mudah ditemukan konsumen dari luar wilayah Bantaeng.
Program ini juga dilengkapi dengan uji coba pemasaran pada skala kecil untuk melihat respons pasar sebelum produk dipasarkan secara lebih luas. Hasil evaluasi menunjukkan produk poteng ubi kemasan "Gambang Balap" mendapat sambutan positif dari warga sekitar.
Program pendampingan UMKM poteng ubi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN-T 116 "Pemberdayaan Desa" Unhas di Kelurahan Onto, yang diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi rumah tangga berbasis produk pangan lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Oleh: Atiqah Chandraningtyas
Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 116 "Pemberdayaan Desa" Universitas Hasanuddin (Unhas).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bantaeng

Post a Comment