Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Dorong Transaksi Nontunai dan Literasi Digital: Mahasiswa KKNT IPB University Hadirkan Program GEDANG di Desa Sabarwangi
APERO FUBLIC I PEKALONGAN.– Mahasiswa KKNT IPB University di Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan menghadirkan program digitalisasi UMKM dan literasi keamanan digital melalui program GEDANG (Gegeman Dagang). Program ini dilaksanakan pada 20 Juli hingga 1 Agustus 2026 dengan menyasar dua kelompok utama, yaitu pelaku UMKM dan ibu-ibu di Desa Sabarwangi. Kegiatan berlangsung di tempat usaha maupun rumah warga guna menjangkau masyarakat secara lebih dekat dan personal.
GEDANG hadir sebagai respons atas masih rendahnya penerapan metode pembayaran nontunai di kalangan pelaku UMKM Desa Sabarwangi, sekaligus meningkatnya kerawanan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan online. Program ini dirancang dengan dua fokus utama, yaitu pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM dan sosialisasi pencegahan penipuan online bagi ibu-ibu, yang dikemas melalui pendampingan langsung, penyampaian materi menggunakan poster dan leaflet, diskusi, serta kuis interaktif.
Pada kegiatan pertama, mahasiswa KKN memberikan pendampingan langsung secara door-to-door kepada pelaku UMKM dalam pembuatan QRIS melalui aplikasi GoPay Merchant. Pendekatan personal ini dipilih agar pelaku usaha, yang sebagian besar belum terbiasa dengan transaksi digital, dapat lebih mudah memahami tahapan pendaftaran sekaligus manfaat QRIS sebagai metode pembayaran nontunai.
Setelah proses pendaftaran selesai, mahasiswa KKN menyerahkan hasil cetak QRIS kepada masing-masing pelaku usaha agar dapat langsung dipasang dan digunakan di tempat usaha mereka.
Sebagai pelengkap, mahasiswa juga membagikan flyer panduan registrasi QRIS yang dilengkapi tangkapan layar aplikasi asli, sehingga pelaku UMKM dapat mempelajari kembali langkah-langkah pendaftaran secara mandiri. Melalui pendampingan ini, program berhasil mencapai target lima UMKM yang mengaktifkan QRIS sebagai bagian dari upaya mendorong transaksi nontunai di Desa Sabarwangi.
Kegiatan kedua GEDANG berfokus pada peningkatan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat, khususnya ibu-ibu, terhadap modus penipuan online. Sosialisasi ini disisipkan dalam kegiatan pengajian rutin ibu-ibu sebagai upaya menjangkau audiens yang lebih luas tanpa perlu mengadakan pertemuan terpisah.
Materi disampaikan menggunakan kerangka akronim AWAS yang dirancang agar mudah diingat oleh peserta. AWAS merupakan singkatan dari Angka OTP jangan pernah diberikan ke siapa pun, Waspada bila diminta buru-buru dan dirahasiakan, Apa pun ceritanya cek dulu ke keluarga langsung, serta Segera lapor bila sudah terjadi penipuan.
Selain kerangka tersebut, materi juga memuat lima modus penipuan yang relevan dengan kondisi dan kerentanan ibu-ibu di Desa Sabarwangi. Penyampaian materi didukung oleh poster dan leaflet bertema anti-penipuan yang dibagikan kepada peserta sebagai bahan bacaan lanjutan di rumah.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan diakhiri dengan sesi kuis interaktif yang melibatkan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Tiga peserta dengan jawaban terbaik memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka. Antusiasme ibu-ibu selama sesi diskusi dan kuis menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang interaktif efektif dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penipuan digital yang semakin marak.
Melalui Program GEDANG, mahasiswa KKNT IPB University berharap Desa Sabarwangi dapat terus mendorong adopsi transaksi digital di kalangan pelaku UMKM sekaligus membangun masyarakat yang lebih cakap dan waspada dalam menghadapi risiko dunia digital. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pelaku UMKM, serta kelompok pengajian setempat diharapkan mampu menjadi fondasi bagi keberlanjutan digitalisasi dan literasi keamanan digital di Desa Sabarwangi.
Oleh: Tim KKNT IPB
Mahasiswa KKNT IPB University.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment