Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Dari Aksi Menuju Dampak: KKN-T Inovasi IPB University 2026 Paparkan Hasil Program di Lokakarya II Bapperida Kabupaten Sukabumi
APERO FUBLIC I PELABUHAN RATU.– Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti melaksanakan Lokakarya II sebagai bagian dari rangkaian evaluasi dan pemaparan hasil pelaksanaan program kerja selama masa pengabdian di Desa Jayanti, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai proses, capaian, serta pengalaman yang diperoleh selama menjalankan program bersama masyarakat.
Bertempat di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi, Lokakarya II menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana berbagai gagasan dan inovasi yang dirancang oleh mahasiswa diterapkan secara langsung di tengah masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, setiap program juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan potensi yang ditemukan selama proses observasi serta interaksi dengan masyarakat Desa Jayanti.
Dalam kegiatan tersebut, Tim KKN-T Inovasi IPB University 2026 memaparkan berbagai program yang telah dilaksanakan selama masa pengabdian. Program-program tersebut mencakup bidang lingkungan, pemberdayaan masyarakat, edukasi, serta pemanfaatan potensi lokal.
Sejumlah inovasi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan antara lain GreenGen: Gerakan 3R Menuju Desa Berkelanjutan, Waste to Worth: Transformasi Limbah Organik Menjadi Eco-Enyme, Qris-J: Digitalisasi UMKM Pantai Batu Bintang untuk Ekonomi Desa Berkelanjutan, Plastone: Paving Inovatif dari Limbah Plastik, ARUNA : Awareness of Rip Current, serta Seed to Earth (SEA): Dari Bibit untuk Bumi.
Berbagai program tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi proses pembelajaran dua arah. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam memahami kondisi sosial dan potensi wilayah, sementara masyarakat mendapatkan pengetahuan, keterampilan, serta alternatif inovasi yang diharapkan dapat terus dikembangkan setelah masa KKN-T berakhir.
Koordinator Desa KKN-T Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti, Novan Atha Ariq, turut menyampaikan pemaparan hasil kegiatan sebagai perwakilan tim. Dalam pemaparannya, berbagai capaian program disampaikan sebagai gambaran perjalanan pengabdian yang telah dilakukan oleh tim selama berada di Desa Jayanti.
Pemaparan tersebut juga menjadi kesempatan bagi tim untuk merefleksikan proses pelaksanaan program, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, keterlibatan masyarakat, hingga berbagai hasil yang berhasil dicapai.
Lebih dari sekadar menyampaikan keberhasilan, Lokakarya II juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai dinamika yang ditemui selama pelaksanaan program. Setiap kegiatan memiliki proses dan tantangan tersendiri, baik dalam hal partisipasi masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, maupun penyesuaian program dengan kondisi di lapangan.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah program pengabdian tidak hanya ditentukan oleh konsep yang dirancang, tetapi juga oleh kemampuan untuk beradaptasi dan membangun kolaborasi dengan masyarakat.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Kehadiran KKN-T di Desa Jayanti diharapkan tidak berhenti pada terlaksananya program selama masa pengabdian, tetapi dapat meninggalkan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi yang memiliki peluang untuk terus dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melalui Lokakarya II, perjalanan KKN-T Inovasi IPB University 2026 di Desa Jayanti tidak hanya dipandang dari seberapa banyak program yang telah dilaksanakan, tetapi juga dari proses dan manfaat yang berhasil dibangun bersama masyarakat.
Setiap kegiatan menjadi bagian dari upaya kecil untuk mendorong perubahan, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mengembangkan potensi Desa Jayanti menuju desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Bagi Tim KKN-T Inovasi IPB University 2026, Lokakarya II menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pengabdian sekaligus menyampaikan bahwa setiap langkah yang dilakukan selama berada di Desa Jayanti merupakan bagian dari proses belajar dan berkontribusi.
Dengan semangat “dari desa untuk masa depan yang berkelanjutan”, berbagai inovasi yang telah diperkenalkan diharapkan dapat terus memberikan manfaat dan menjadi pijakan bagi keberlanjutan program setelah masa KKN-T selesai.
Liputan: Tim KKN-T IPB
Editor:Tim Redaksi
Deskripsi Singkat Proker
Novan Atha Ariq merupakan mahasiswa Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, serta menjabat sebagai Koordinator Desa (Kordes) Tim KKN-T Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment