Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Sulap Limbah Plastik Jadi Paving Block Inovatif, KKN-T IPB University Hadirkan Plastone di Desa Jayanti
APERO FUBLIC I SUKABUMI-JAYANTI.– Tumpukan limbah plastik yang selama ini identik dengan sampah dan permasalahan lingkungan ternyata menyimpan potensi yang tidak terduga. Melalui tangan kreatif dan semangat inovasi, limbah plastik tersebut dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Inilah yang coba diwujudkan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti melalui program Plastone: Paving Inovatif dari Limbah Plastik.
Program Plastone hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan limbah plastik sekaligus upaya memperkenalkan alternatif pemanfaatan sampah kepada masyarakat. Tidak sekadar memberikan materi secara teori, kegiatan ini dikemas melalui edukasi dan praktik langsung sehingga masyarakat dapat melihat sendiri bagaimana limbah plastik dapat melalui serangkaian proses hingga berubah menjadi paving block. Dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna, plastik bekas perlahan mendapatkan bentuk dan fungsi baru.
Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan paving block Plastone secara bertahap. Proses dimulai dari persiapan dan pemilahan bahan, kemudian dilanjutkan dengan pemanasan limbah plastik hingga mencair, pencampuran dengan bahan pendukung, pencetakan, hingga proses pendinginan.
Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan prosedur kerja yang sesuai agar peserta tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam proses pengolahan limbah menjadi produk inovatif.
Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah perubahan bentuk limbah yang dapat diamati secara langsung. Plastik yang sebelumnya hanya menjadi sampah perlahan berubah menjadi material yang dapat dicetak menjadi paving block.
Momen tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta karena memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu berhenti pada tahap membuang atau mengumpulkan, tetapi dapat dilanjutkan menjadi proses kreatif yang menghasilkan produk baru.
Melalui praktik tersebut, masyarakat diajak untuk mengubah cara pandang terhadap limbah plastik. Sampah tidak selamanya harus berakhir sebagai sesuatu yang tidak bernilai, tetapi dengan pengolahan dan inovasi yang tepat dapat dimanfaatkan kembali.
Plastone menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali material agar tetap memiliki nilai dan tidak langsung berakhir sebagai limbah.
Kegiatan Plastone juga menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi turut terlibat dalam proses demonstrasi, pendampingan, serta praktik pembuatan paving block.
Sementara itu, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung dan memahami setiap tahapan pengolahan limbah. Interaksi tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik karena pengetahuan tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga dibuktikan melalui pengalaman.
Koordinator Desa KKN-T Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti, Novan Atha Ariq, menyampaikan bahwa Plastone diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk inovasi sederhana yang mampu mendorong masyarakat untuk melihat limbah plastik dari sudut pandang yang berbeda.
Menurutnya, limbah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat memiliki potensi apabila dikelola dengan kreativitas, pengetahuan, dan proses yang tepat. Selain memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan sampah, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpotensi memberikan nilai ekonomi.
“Melalui Plastone, kami ingin menunjukkan bahwa limbah plastik bukan hanya persoalan yang harus dibuang, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk berinovasi. Kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa dari sesuatu yang sederhana dan sering dianggap tidak bernilai, ternyata dapat lahir sebuah produk yang memiliki manfaat,” ujar Novan Atha Ariq.
Antusiasme peserta menjadi salah satu bagian menarik dalam pelaksanaan kegiatan. Proses yang awalnya mungkin terlihat sederhana justru memberikan pengalaman baru bagi masyarakat ketika menyaksikan sendiri perubahan limbah plastik menjadi paving block.
Rasa ingin tahu muncul ketika peserta mengamati proses pemanasan, pencampuran bahan, hingga material mulai memenuhi cetakan. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa inovasi lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang berada di sekitar masyarakat.
Lebih dari sekadar menghasilkan paving block, Plastone membawa pesan bahwa permasalahan lingkungan dapat dihadapi dengan pendekatan yang kreatif dan kolaboratif. Limbah plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai dapat diarahkan menuju pemanfaatan lain melalui inovasi pengolahan.
Meskipun masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, terutama dalam aspek kualitas, keamanan proses, efisiensi produksi, dan pengujian karakteristik produk, Plastone menjadi langkah awal untuk memperkenalkan alternatif pemanfaatan limbah kepada masyarakat Desa Jayanti.
Program Plastone: Paving Inovatif dari Limbah Plastik menjadi salah satu wujud nyata komitmen Tim KKN-T Inovasi IPB University 2026 dalam mengintegrasikan inovasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Dari plastik yang semula dianggap tidak bernilai, lahir sebuah gagasan untuk menciptakan sesuatu yang lebih bermanfaat.
Plastone bukan sekadar tentang paving block, tetapi tentang bagaimana sebuah limbah dapat diberi kesempatan kedua untuk menjadi sesuatu yang bernilai bagi lingkungan dan masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan program diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai. Pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh masyarakat dapat menjadi modal awal untuk terus mengeksplorasi pemanfaatan limbah plastik secara tepat dan bertanggung jawab.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, inovasi sederhana seperti Plastone diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi bagian dari upaya menciptakan Desa Jayanti yang lebih peduli lingkungan, inovatif, dan berkelanjutan.
Liputan: Tim KKN-T Inovasi IPB
Editor. Tim Redaksi
Deskripsi Singkat Proker
Novan Atha Ariq merupakan mahasiswa Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University, serta menjabat sebagai Koordinator Desa (Kordes) Tim KKN-T Inovasi IPB University 2026 Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment