Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa Unisri: KKN PPM Edukasi Literasi Keuangan dan Pembentukan Kebiasaan Menabung Sejak Dini
APERO FUBLIC I SRAGEN.-- Dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak usia dini, mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 41 melaksanakan program kerja individu berupa “Edukasi Literasi Keuangan dan Pembentukan Kebiasaan Menabung Sejak Dini” di SDN Sono 2, Desa Sono, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026 dengan sasaran siswa kelas 4 SDN Sono 2.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan pentingnya pengenalan literasi keuangan kepada anak sejak usia sekolah dasar. Pada kehidupan sehari-hari, siswa mulai mengenal uang terutama melalui uang saku yang diberikan oleh orang tua. Namun, penggunaan uang secara bijak perlu dibarengi dengan pemahaman mengenai cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.
Di SDN Sono 2 masih terdapat siswa yang belum terbiasa menabung secara rutin dan belum sepenuhnya memahami manfaat menabung untuk kebutuhan di masa mendatang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sederhana masih perlu ditingkatkan.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 41 memberikan materi mengenai literasi keuangan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta manfaat menabung sejak dini.
Siswa diberikan pemahaman bahwa uang yang dimiliki tidak harus selalu digunakan untuk membeli sesuatu yang diinginkan, tetapi dapat disisihkan sebagian untuk ditabung dan digunakan untuk kebutuhan di masa mendatang.
Agar siswa lebih mudah memahami materi, kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui pemaparan materi, tanya jawab, diskusi, permainan edukatif, serta simulasi sederhana yang berkaitan dengan pengelolaan uang dan menabung. Siswa diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan sehingga pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga melalui praktik.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mempraktikkan cara sederhana dalam mengelola uang saku, menentukan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan partisipasi dan antusiasme dalam mengikuti materi maupun kegiatan yang diberikan.
Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Perbedaan jadwal pelajaran membuat waktu kegiatan perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah. Selain itu, sebagian siswa masih merasa malu dan kurang percaya diri ketika diminta tampil atau maju ke depan saat sesi tanya jawab.
Keterbatasan waktu juga membuat penyampaian materi dan simulasi menabung dilakukan secara singkat. Perbedaan tingkat pemahaman antarsiswa menjadi pertimbangan dalam menyampaikan materi agar dapat dipahami dengan baik oleh siswa kelas 4.
Meskipun menghadapi beberapa kendala, kegiatan dapat terlaksana dengan lancar berkat kerja sama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 41, pihak sekolah, guru, dan siswa SDN Sono 2. Mahasiswa berusaha menyesuaikan penyampaian materi dengan kondisi siswa, salah satunya melalui permainan dan simulasi kelompok agar kegiatan tetap menarik dan mudah dipahami.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih memahami pentingnya mengatur keuangan dan menabung sejak dini. Siswa juga memperoleh pemahaman mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan serta cara sederhana dalam mengelola uang saku.
Edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk mulai membiasakan diri menggunakan uang secara bijak dan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan menabung membutuhkan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, dukungan guru dan orang tua sangat diperlukan agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat terus diterapkan. Pembiasaan menabung di sekolah, pencatatan uang saku, maupun kegiatan edukatif mengenai pengelolaan keuangan dapat menjadi upaya sederhana untuk membantu siswa membangun kebiasaan keuangan yang baik.
Melalui kegiatan ini, KKN PPM UNISRI Kelompok 41 berharap siswa SDN Sono 2 dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan uang dan mulai membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Oleh: Kelompok 41
Mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment