Budaya
Feature
JATENG
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Purwokerto
Tari Ma'dende dan Upaya Merawat Identitas Budaya Bangsa
Enam mahasiswi Kelompok 12 membawakan tari Ma'dende dalam rangkaian Kuliner Viral & Mitela Festival di Kampus 1 Universitas Harapan Bangsa, 23 Mei 2026. |
APERO FUBLIC I PURWOKERTO.– Halaman Kampus 1 Universitas Harapan Bangsa (UHB) di Jalan Ledug, Kembaran, Banyumas, larut dalam suasana meriah pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, bertepatan dengan berlangsungnya rangkaian acara Kuliner Viral & Mitela Festival.
Iringan musik tradisional khas Sulawesi Selatan mengalun di tengah kerumunan penonton, menghantarkan gerak gemulai enam mahasiswi yang tampil membawakan tari Ma'dende di atas panggung yang telah dihias sedemikian rupa dengan nuansa etnik.
Pertunjukan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian Mitela Festival, sebuah perhelatan yang tidak hanya menyuguhkan aneka kuliner dan hiburan, tetapi juga bertepatan dengan momen penting kampus, yakni peresmian gedung baru sekaligus pembukaan tiga program studi baru di Universitas Harapan Bangsa.
Perpaduan antara agenda seremonial akademik dan sajian seni budaya membuat malam itu terasa lebih istimewa, apalagi ratusan pengunjung tampak antusias memadati halaman kampus sejak sore hari.
Enam mahasiswi yang tampil membawakan tari Ma'dende mengenakan busana adat berwarna merah keemasan lengkap dengan mahkota dan aksesori khas, memperkuat kesan agung sekaligus anggun di sepanjang pertunjukan.
Gerakan yang ditampilkan berpadu rapi dengan formasi yang berpindah-pindah, mulai dari posisi berdiri, berjalan memutar, hingga gerakan merunduk yang dilakukan secara bersamaan, menandakan kekompakan yang telah dilatih dengan matang.
Penampilan tersebut merupakan buah karya Kelompok 12 dalam mata kuliah Karakter Mandiri dan Ber-BUDAYA, mata kuliah yang dirancang untuk membentuk kemandirian mahasiswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa.
Pementasan tari Ma'dende ini menjadi project tugas akhir kelompok pada mata kuliah tersebut, sekaligus kesempatan berharga bagi para mahasiswi untuk memperkenalkan salah satu kekayaan seni tari daerah kepada khalayak yang lebih luas, tepat di momen besar kampus.
Enam mahasiswi Kelompok 12 membawakan tari Ma'dende dalam rangkaian Kuliner Viral & Mitela Festival di Kampus 1 Universitas Harapan Bangsa, 23 Mei 2026.
Ketua Kelompok 12 mengungkapkan bahwa proses persiapan pementasan tari Ma'dende memakan waktu cukup panjang, mulai dari mempelajari gerakan dasar satu per satu, menyesuaikan kostum dan tata rias, hingga berlatih menyelaraskan formasi bersama keenam penari.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya soal ketepatan teknis gerak, melainkan juga bagaimana setiap penari dapat memahami dan menghayati makna yang terkandung di balik setiap gerakan yang dibawakan.
"Kami ingin penonton tidak hanya melihat tarian yang indah dipandang, tetapi juga memahami bahwa di balik setiap gerakan ada nilai kebersamaan, kesantunan, dan rasa syukur yang diwariskan turun-temurun. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa untuk lebih mencintai budaya sendiri," kata perwakilan Kelompok 12.
Selama kurang lebih beberapa menit pertunjukan berlangsung, keenam penari tampil kompak menghadirkan perpaduan gerak yang lembut namun tetap enerjik, diiringi tabuhan musik yang menghidupkan suasana panggung. Beberapa kali riuh tepuk tangan penonton pecah ketika formasi tarian berubah, menandakan apresiasi yang tinggi terhadap penampilan para mahasiswi tersebut.
Pementasan tari Ma'dende oleh Kelompok 12 ini mendapat sambutan hangat dari mahasiswa maupun civitas akademika yang turut hadir menyaksikan. Sejumlah penonton mengaku baru pertama kali menyaksikan tarian tersebut secara langsung dan merasa terkesan dengan keselarasan gerak, musik pengiring, serta detail tata rias dan kostum yang ditampilkan sepanjang acara.
Tidak sedikit pula pengunjung yang mengabadikan momen penampilan tersebut melalui kamera ponsel mereka, sembari menyaksikan rangkaian acara lain dalam Mitela Festival yang berlangsung hingga larut malam. Suasana kampus yang biasanya sepi di akhir pekan pun berubah semarak oleh kehadiran ratusan pengunjung dari berbagai kalangan.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat pendidikan karakter yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek kemandirian individu, tetapi juga penguatan jati diri bangsa melalui upaya pelestarian budaya. Tugas Mandiri dan Ber-BUDAYA semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pembelajaran, sehingga semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk mengenal, mempelajari, dan menjaga kekayaan seni tari daerah di Indonesia.
Melalui panggung sederhana di Kampus 1 Universitas Harapan Bangsa, enam mahasiswi Kelompok 12 membuktikan bahwa upaya merawat identitas budaya bangsa dapat dimulai dari langkah kecil: mempelajari, menghayati, dan menampilkan kembali sebuah tarian daerah kepada generasi masa kini.
Penulis: Destra Wahyu Pamungkas
Mahasiswa Universitas Harapan Bangsa, Fakultas Ilmu Sosial, Program Studi Akuntansi.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Budaya

Post a Comment