Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
PPM-KKN 03 IAI Ngawi Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik MOL bagi Petani Desa Bintoyo
APEROFUBLIC I NGAWI.– Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (PPM-KKN) Kelompok 03 Institut Agama Islam (IAI) Ngawi menggelar workshop pelatihan pembuatan pupuk organik Mikroorganisme Lokal (MOL) di Balai Desa Bintoyo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Rabu (22/07/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem pertanian yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bintoyo beserta perangkat desa, perwakilan kelompok tani, masyarakat setempat, serta seluruh tim mahasiswa PPM-KKN Kelompok 03 IAI Ngawi. Program ini diinisiasi sebagai respon terhadap penggunaan pupuk kimia secara berlebihan yang berpotensi menurunkan kualitas dan kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Sebagai solusi, mahasiswa PPM-KKN Kelompok 03 IAI Ngawi menghadirkan Bapak Sudji sebagai narasumber utama. Bapak Sudji memiliki pengalaman dalam pengembangan pertanian organik melalui studi tiru di sejumlah kelompok tani di Kabupaten Sidoarjo, Kota Batu (Malang), Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Tuban.
Bahkan, lokasi pertanian organik yang dikelolanya telah diakui secara nasional dan pernah menjadi tujuan kunjungan kerja Bupati Bone, Sulawesi Selatan. Dalam pemaparannya, Bapak Sudji mengupas tuntas materi mengenai pemanfaatan MOL serta teknik pembuatan dan pengaplikasiannya sebagai pupuk organik berbahan lokal yang ekonomis.
Tidak hanya menerima teori, para peserta juga dilibatkan langsung dalam praktik pembuatan larutan MOL menggunakan bahan alami sekitar, seperti urine sapi atau kelinci, buah dan sayur busuk, terasi, pelepah pisang, air cucian beras, air kelapa, serbuk pk serta tetes sebagai nutrisi bakteri.
Sesi praktik berlangsung interaktif sehingga para petani dapat memahami proses fermentasi dan teknik penyiapan starter pengurai secara komprehensif.
Koordinator Desa (Kordes) PPM-KKN Kelompok 03 IAI Ngawi, Khamid Ibnu Atthoillah, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan di tingkat desa.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan pertanian berbasis organik. Dengan keterampilan yang dimiliki, para petani diharapkan dapat menjadi pelopor pertanian organik di Desa Bintoyo maupun bagi kelompok petani lainnya di Kecamatan Padas,” ujar Khamid.
Melalui program kerja ini, PPM-KKN Kelompok 03 IAI Ngawi berharap pemanfaatan pupuk organik MOL dapat diterapkan secara konsisten oleh para petani demi menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Desa Bintoyo.
Penulis : PPMKelompok03Bintoyo
Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Ngawi.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment